Bongkar Pasang Masjid Ala Ahok di DKI Jakarta

Anda mungkin sudah tidak asing dengan nama Ahok. Wakil Gubernur DKI yang menggantikan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo karena terpilih sebagai Presiden RI 2014. Izin untuk teman-teman kalau kali ini menulis tentang kepemimpinan beliau di DKI Jakarta.

Sebelumnya saya memang pernah menulis kritikan ketidaksetujuan terhadap kepemimpinan Jokowi Ahok di DKI pada tahun 2013 terkait Kebijakan Lelang Jabatan dalam birokrasi Pemda DKI yang kurang tepat yaitu Stop Lelang Jabatan di DKI. Untuk kesinambungan jalur karir, kenyamanan birokrasi dan profesionalisme aparatur menyarankan sistem karir berbasis kinerja dengan sistem IT atau bahasa kerennya sekarang e-peg.

Namun kesempatan ini penulis berkesempatan untuk kembali tentang Gubernur DKI terkait bongkar Pasang Mesjid ala Ahok di DKI Jakarta. Bongkar mesjid tentunya berkaitan dengan pembongkaran bangunan mesjid karena keperluan dan maksud tertentu, sedangkan pasang mesjid adalah membangun mesjid.

Namun sebelum membahas bongkar pasang Mesjid ala Ahok di DKI, penulis akan jabarkan sedikit kenapa tulisan ini dapat muncul?

Agak unik memang asal muasal tulisan ini. Berawal dari ketidaksengajaan adanya telepon aneh yang datang dari nomor +62111. Telpon aneh ini sempat diposting di sosmed akun penulis. Lengkapnya boleh dilihat di Facebook, Instagram atau twitter. Ditengah penasaran terhadap telpon aneh tersebut, saya mencoba mengkonversi angka 6211 menjadi kode surat dan ayat Alquran melalui metode ilmu 31. Adapun nomor ayat seluruhnya, Insya Allah akan diposting menyusul. Pada tulisan ini, saya buka salah satu ayat konversinya yaitu QS. At Taubah (9:107).

Melalui software Alquran digital memperlihat QS. At Taubah (9:107) yaitu

Keharusan waspada terhadap tipu muslihat orang yang mempergunakan mesjid sebagai alatnya

  

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مَسۡجِدٗا ضِرَارٗا وَكُفۡرٗا وَتَفۡرِيقَۢا بَيۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَإِرۡصَادٗا لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ وَلَيَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَآ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰۖ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٠٧ 


107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[660]. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).


Catatan [660]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk.

Berdasarkan ayat surat At Taubah tersebut dijelaskan bahwa ada orang munafik yang membangun mesjid untuk 3 dan 1 tujuan yakni :
  1. untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin)
  2. untuk kekafiran
  3. untuk memecah belah antara orang-orang mukmin
dan untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.

Ayat tersebut mengingatkan umat islam untuk waspada terhadap tipu muslihat oleh orang mempergunakan mesjid sebagai alatnya. Dan penjelasan ayat, bahwa Rasulullah tidak mau datang untuk shalat di mesjid tersebut dan bahkan dikemudian hari Rasulullah memerintahkan agar mesjid tersebut di rubuhkan. Pada ayat selanjutnya dalam surat At Taubah umat Islam dilarang untuk shalat di mesjid tersebut. Penjelasan ayat selengkapnya dapat dilihat di Waspada terhadap orang munafik yang menggunakan mesjid sebagai Alat.

Dari ayat tersebut juga terdapat ada dua kata yang sudah disenggol dalam buku Islam Jalan Lurus yakni munafik dan kafir. Sehingga proses gogling di internet berlanjut pada kata mesjid. Hasilnya mengantarkan pada berita “Ahok Anggarkan Rp 40 M untuk Bangun Masjid di Balai Kota”

Tentunya hal ini semakin membuat hati bertanya apakah ada hubungan Ahok, munafik dan tujuan membangun mesjid?

Dan menjadi aneh kog Ahok membangun membangun mesjid, karena seingat dulu berita yang ada justeru pembongkaran mesjid yang kerap terjadi Jakarta. Bahkan merembet hingga pembongkaran mesjid di kota medan. Hal ini semakin menarik untuk di search informasi tentang hubungan Ahok dengan mesjid.
 ilmu 31 Bongkar Pasang Masjid Ala Ahok di DKI Jakarta

Pencarian terkait Bongkar Pasang Masjid Ala Ahok di DKI Jakarta menghasilkan 4 mesjid dibongkar sedangkan yang dibangun ada 2 mesjid dan 1 mushola. Dan berita tambahan terkait mesjid ada rencana kebijakan pengenaan parkir di halaman mesjid dan memberikan izin membangun mesjid kepada Ahmadiyah.

Adapun mesjid di DKI Jakarta yang di bongkar Ahok adalah sebagai berikut :
  1. Masjid Baitul Arif. Mesjid yang berada di jalan Jati negara Barat no 142 Jakarta Timur yang khabarnya dibongkar untuk menjadi rusun. Pembongkaran ini menimbulkan reaksi dimasyarakat karena dibongkar tanpa kordinasi dengan masyarakat. Terkait ini Wakil Sekjend MUI Pusat , Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa Pemda DKI sudah bertindak layaknya ‘Koboy’, karena bertindak sewenang-wenang membongkar Masjid Baitul Arif yang terletak di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pemda DKI, tidak pernah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar dan tokoh pemuka agama di situ sebelum akhirnya memutuskan akan membongkar masjid. (Republika 18/9/2013). Sementara Ahok mengklarifikasi terkait isu pelarangan shalat yakni "Harus dibedakan bongkar rumah ibadah sementara untuk dibangun yang lebih baik sama melarang orang salat. Beda lho. Jangan dipelintir gitu lho. Orang mau salat masih bisa di masjid yang lain," ujar ahok terkait sebelumnya ada keberatan masyarakat sekitar karena pembongkaran dilakukan tanpa ada terlebih dahulu musyawarah tokoh agama setempat (liputan6.com 17/92013)
  2. Masjid Amir Hamzah. Masjid yang berada di komplek taman ismail marzuki. Masjid yang dibangun pada Era Gubernur Ali Sadikin tersebut akan dijadikan Gedung Fakultas Film IKJ dan taman (Okezone.com melalui dakwatuna.com)
  3. Masjid Al Barokah. Sebelumnya, Pemda DKI membongkar bangunan eks Suku Dinas Teknis dan Masjid Al Barokah yang berada di Jalan Jatinegara Barat, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Keanehan dalam pembongkaran tersebut adalah bangunan yang dibongkar adalah gedung eks Kompleks Perkantoran Suku Dinas Teknis saja dan tidak termasuk pembongkaran masjid sebagaimana dalam surat perintah dari Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta. (Dakwatuna.com)
  4. Masjid Al Ikhlas. Masjid yang berdiri pada 23 Maret 2007 pernah meraih penghargaan dari Kementerian Agama RI pada tahun 2013 sebagai masjid terbersih se-DKI Jakarta dibongkar terkait pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT). Walaupun terletak di bekas Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Masjid Jami' Al Ikhlas bukanlah termasuk mesjid dibangun pemerintah. Selain mesjid digunakan sebagai tempat ibadah, pelatarannya juga dimanfaatkan untuk istirahat para penumpang sambil menunggu jemputan. Republika Mesjid Terbersih di Ibukota bakal digusur. Republika

Sedangkan Mesjid di DKI Jakarta yang di pasang atau dibangun Ahok adalah sebagai berikut :
  1. Masjid Fatahillah. Masjid ini awalnya adalah mushola Fatahillah yang berada di Kompleks Balai Kota Jakarta ini terdiri dari dua lantai dengan lantai 1 seluas 410 meter persegi dan lantai 2 seluas 594 meter persegi dengan daya tampung 1.513 jamaah. Masjid ini dibangun selama 3 bulan pembangunan oleh PT Ganiko berada di bawah pengawasan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta. pembangunan pada 18 September 2015. Anggaran masjid ini mencapai Rp 18, 838 miliar yang diambil dari APBD 2015 detik.com
  2. Masjid marunda. Mesjid yang dibangun di kompleks rusun marunda ini menghabiskan biaya 9 M. Bangunan ini mendapatkan kritik dari Ahok karena bangunannya yang tidak bagus.
  3. Musholla di rusun Komarudin dan pondok bambu Marunda. 

Pembangunan Mesjid ala Ahok ini mendapatkan reaksi yang beragam. Ada yang pro dan kontra merupakan pemandangan yang biasa dalam alam demokrasi. Di sosmed mungkin cukup ramai juga, sempat begitu pencarian ketik ahok langsung keluar ahok mesjid. Namun ada komentar dari anggota DPRD dari PKS yang juga Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Selamat Nurdin menyatakan biasa saja, yang pemikiran adalah cara memakmurkan mesjid bukan hanya memperbanyak. Dengan memberikan contoh bahwa zaman nabi ada sahabat yang membangun mesjid malah dihancurkan karena memecah belah. Dan langkah Ahok dianggap wajar berkaitan dengan langkah Pilkada Gubernur DKI 2017. 

Seperti diketahui, Basuki dipastikan mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pilkada DKI 2017. Namun, belum diketahui apakah Basuki akan maju dari jalur independen atau partai politik Namun terkait membangun mesjid untuk kepentingan pilkada, Ahok sendiri membantah bahwa "Pilkada masih lama, Belanda masih jauh. Saya ngomong-nya (pembangunan masjid Balai Kota) sudah dari tahun lalu," kata Basuki di Balai Kota. Tudingan ini, lanjut dia, dilontarkan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai dirinya. Basuki mengaku enggan memikirkan hal itu. Sebab, kata dia, masih banyak tugasnya sebagai Gubernur DKI yang belum dikerjakan. Kompas

Diluar topik Bongkar Pasang Masjid Ala Ahok di DKI Jakarta, ada dua berita terkait Ahok dan mesjid yang cukup menarik untuk diikutkan yaitu :
  1. Rencana Ahok untuk mengenakan parkir bagi kenderaan yang parkir di halaman mesjid. Ahok kembali diperingatkan untuk tidak asbun alias asal bunyi, salah satunya dalam menangani masalah parkir di ibukota. “Kita minta Gubernur Ahok supaya berhenti berfikir soal bisnis semata, harus taat aturan dan jangan asal bunyi (asbun),” tegas Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, dalam rilisnya (7/9).  Era Muslim 
  2. Ahok mengizinkan pembangunan Masjid Ahmadiyah yang disegel. Seperti kita ketahui bahwa MUI telah memberi fatwa sesat pada ajaran Ahmadiyah. Dalam pesannya, ia mengatakan penyegelan rumah ibadah tak patut dilakukan. Apalagi jika kegiatan mereka tidak mengganggu masyarakat setempat. “Saya katakan, siapa pun, tempat ibadah, kepercayaan apapun selama dia tidak menganggu kalaupun itu sudah berjalan puluhan tahun ya jangan disegel,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu. Walaupun rumah ibadah mereka memang berbentuk seperti rumah biasa, tidak seperti rumah pada umumnya. Apalagi katanya, mereka sudah berada di lokasi tersebut sejak tahun 1980-an. CNN : Ahok izinkan ahmadiyah jika ajukan izin resmi 

Lalu terakhir apakah pembangunan mesjid Fatahillah berkaitan dengan surat At Taubah ayat 107?

Jika ini yang menjadi pertanyaan, tentu harus dikaji terlebih dahulu lebih mendalam. Label munafik mungkin pahit namun dapat kita jadikan bahan instropeksi diri. Oleh karenanya perlu hal ini dapat dijadikan bahan diskusi bersama. Dan orang yang paling tepat untuk menilai apakah ahok munafik atau tidak tentulah orang-orang yang dekat atau sering bergaul dengan beliau.

Namun untuk sementara agar tulisan ini mempunyai konklusi, maka saya menyatakan bahwa pembagunan mesjid di Balai Kota Jakarta berkaitan dengan surat At Taubah. Adapun dasar pertimbangannya yaitu :
  1. Bahwa kehadiran tulisan ini diawali dengan penemuan makna ayat Alquran yang saya yakini kebenarannya. Dan bukan kebetulan jika ada kesamaan dalam ceritanya. 
  2. Kata munafik dapat dilekatkan karena Ahok jika benar dalam hatinya membenarkan ucapan bahwa mesjid dibangun agar PNS-PNS ingat tuhan. Sementara PNS non Muslim cukup berdoa dirumah. Sedangkan beliau adalah seorang umat kristen. Bagaimana jika ucapan itu keluar gubernur yang beragama Islam.
  3. Kata munafik dapat dilekatkan pada Ahok jika benar ucapan ini sesuai dari dalam qolbunya atau lubuk hatinya? Bahwa dia membangun mesjid karena dalam islam ada ajaran bahwa orang membangun mesjid, pahalanya akan terus mengalir. Padahal beliau adalah umat kristen, yang saya tahu dari perbincangan teman-yang beragama kristen tidak ada keselamatan selain dari Tuhan Yesus. Bagaimana mungkin beliau mengharapkan pahala dari ajaran islam sementara beliau meyakini ajaran kristen. Dua hal yang berbeda?
Oleh karenanya selama ini belum terjawab atau memang benar adanya, maka sudah sewajarnya selaku umat islam saya menyarankan untuk tidak mendirikan sholat dimesjid tersebut sebagaimana telah diingatkan dalam Surat At Taubah ayat 108.

Semoga kita dapat berlaku adil dan bijaksana dalam mendudukan setiap persoalan. Kebenaran datangnya hanya dari Allah, dan kesalahan dan khilafnya datangnya dari pribadi penulis. Oleh karenanya saya mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung dan kepada Allah, saya mohon ampun.



Tulisan terkait :

1. 3 in 1 Surat AtTaubah Mirip Pembangunan Mesjid oleh Ahok di DKI Jakarta

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Bongkar Pasang Masjid Ala Ahok di DKI Jakarta"

Posting Komentar