Belajar mengamalkan Alquran dari seorang sintua Gereja

Jika anda yang sudah membaca tulisan renungan akhir pekan, dibalik mendadak islam tentu dapat memahami latar belakang ilmu agama saya. Belajar dengan metode otodidak, sebagian pengalaman ini sudah saya tulisakan dalam buku islam jalan lurus. 

Namun dalam perjalanan hidup saya dalam menemukan alquran, ada kisah pertemuan dengan seorang tokoh agama lain. yaitu belajar dari seorang sintua gereja GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun). Sintua dalam islam boleh dikatakan imam, kenaziran masjid atau yang melayani kepentingan umat.
Hikmah 313 Belajar mengamalkan Alquran dari seorang sintua Gereja

Belajar mengamalkan alquran dari seorang sintua ini berawal dari ketidak sengajaan. ketika itu isteri sedang sakit, atau dapat dikatakan kambuh karena sakitnya sering berulang. Secara medis juga dilakukan, secara obat kampung juga dilakukan. Maklum lokasi tugas masih dekat dengan pengobatan tradisional dan herbal. 

Suatu ketika pengobatan isteri dilakukan oleh seorang sintua dengan cara yang cukup unik menurut saya. Walaupun dia seorang kristen, namun mengobati isteri dengan menyuruh saya membawa kitab suci sendiri yaitu Alquran. Dimintanya yang ada terjemaahannya sehingga mudah dipahami. Akhirnya keluar juga alquran yang selama ini lebih sering dilemari dari pada dibaca. Dengan memegang Alquran saya disuruh berdoa sendiri sementara beliau memegang segelas air putih. 

Saya diminta berdoa dalam hati untuk meminta pertolongan tuhan agar isteri diberi kesembuhan. Setelah selesai berdoa, saya diminta membuka alquran secara acak dan spontan. Lalu dipersilahkannya untuk membaca secara langsung satu ayat yang tertunjuk. Saya disuruh mengamalkan ayat yang dibaca itu. sementara air putih yang dipegangnya dibasahkan kepada yang sakit dan sisa dimniumkan.

Alhamdulilah, sakit diderita isteri memang sembuh dan tidak berulang. dan inilah kejadian awal saya belajar mengamalkan alquran. Ketika kadang ada masalah saya sering melakukan hal tersebut dengan sedikit penyesuaian cara berdoanya.

Hingga akhirnya saya mendapatkan kesimpulan akan kebenaran alquran. Benar bahwa alquran tidak ada yang salah. tidak ayat alquran yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. tidak ada ayat alquran yang bertentangan satu sama lainnya. tidak benar jika ada alquran yang dianggap radikal dan bibit teroris dan sebagainya.

Pada tahap selanjutnya, saya seperti mendapatkan pola bagaimana hubungan ayat ayang satu dengan ayat dengan lainnya. Pola hubungan ini yang kemudian saya namakan dengan ilmu 31. ilmu yang berangkat dari pemahaman ada 3 hal mendasar yang membangun satu dasar yang baru lainnya. Dari konsep inilah akhirnya buku Islam Jalan lurus dapat diselesaikan. Buku yang sempat dikritik seorang ulama, karena ditulis hanya menggunakan ayat alquran dan beberapa hadits saja dengan tidak menyertakan buku atau kitab literatur dari ulama terdahulu.

Konsep ilmu 31 ini saya ubah menjadi hikmah 313, mengingat kedudukan hikmah yang lebih utama dari ilmu. Penambahan angka tiga dibelakangnya adalah sebagai penyempurna untuk keseimbangannya. Dan ternyata dalam angka 313 menyimpan banyak hikmah diantaranya bahwa jumlah nabi seluruhnya ada sekitar 313 orang dan nabi Muhammad adalah nabi yang ke-313. Dan jumlah pasukan Rasulullah dalam perang badar adalah 313 orang yang dapat mengalahkan kafir quraisy yang berjumlah 1000 orang pasukan.

Demikian sekilas perjalanan belajar mengamalakan alquran dari seorang sintua gereja. Dan ternyata seorang ustadz yusuf mansyur juga melakukan metode ini ketika sedang dalam penjara. Semoga sahabat afdol dapat mengambil hikmahnya untuk kebangkitan diri, islam dan negeri ini.

Berita terkait




  1. Apa yang salah dari Islam ? 
  2. Renungan Akhir Pekan, dibalik mendadak Islam 
  3. Ketika Saya pernah Takut dengan Islam ?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar mengamalkan Alquran dari seorang sintua Gereja"

Posting Komentar