Islam, dan toleransi dalam Zaman demokrasi

Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang berarti islam sebagai agama damai yang memberi rahmat bagi sekalian alam. Nilai Islam yang bersumber pada alquran dan hadits memberikan pedoman, petunjuk dan pandangan hidup bagi umatnya untuk mengarungi kehidupan di dunia. Alquran dan hadits memberikan tuntunan hidup umatnya mulai dari awal kehidupan hingga akhir kehidupan. Secara singkat dapat kita sebutkan bahwa Alquran dan hadits adalah manual kehidupan bagi umat islam.

Beberapa waktu ini ada beberapa fitnah yang dilakukan oleh kelompok jaringan Islam liberal yang tidak lain kaki tangan ahok dalam pencalonan ahok dalam pilkada DKI. Kelompok ini bertindak sama seperti yang dilakukan ahok yaitu mendegradasikan nilai nilai islam. Hal ini diikuti para pendukung ahok. Bahkan pernyataan yang mereka telah jatuh pada fitnah. Lihat foto dibawah bagaimana pesan fitnah yang dikrimkan melalui foto ini.
Hikmah 313 Islam, dan toleransi dalam Zaman demokrasi


Islam dianggap tidak tidak toleran, Islam bukanlah rahmatan lil alamin, ajaran islam dianggap tidak relevan lagi dengan era demokrasi. Hal ini hanya karena ada ayat yang tidak sesuai dengan calon Gubernur yang tidak sesuai dukungan mereka. Dimana Alquran telah memberi garis tegas bagi umatnya dalam memilih pemimpin yang tidak seakidah. Banyak memang fitnah yang disampaikan mereka untuk mematahkan surat Al Maidah ayat 51 dan Al Imran ayat 28. Fitnah yang dilakukan bermcam-macam mulai dari mencari takwil-takwil untuk melmahkan ayat-ayat tersebut sampai menyerang ajaran islam melalui pintu-pintu lainnya seperti halnya demokrasi dalam Islam.

Pada kesempatan ini saya coba sedikit membahas tentang islam dan demokrasi. Benarkah Islam yang bersumber pada alquran dan hadits tidak mengajarkan toleransi dan demokrasi? Pantaskah alquran dan hadits hanya dongeng sehingga tidak sesuai lagi dengan zaman demokrasi ?

Kita coba menjawab pertanyaan di atas untuk menyatakan
  1. Bahwa sesungguhnya Islam mengajarkan banyak arti toleransi dan demokrasi. 
  2. Bahwa sesungguhnya Alquran dan hadits sebagai sumber hukum islam adalah rujukan bagi kita bertoleransi dan berdemokrasi.
  3. Bahwa kehidupan umat islam sangat demokratis dan sangat menjaga toleransi.
Anda mungkin ada yang terkejut, atau ada yang memang memahami bahwa sesungguhnya islam memang mengajarkan toleransi dan demokrasi. Dan justeru Islam sumber toleransi dan demokrasi yang bertanggung jawab. Mari sama kita lihat :

Dalam kamus besar bahasa indonesia menyatakan ada dua makna démokrasi yaitu 
  1. adalah (bentuk atau sistem) pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat; atau
  2. gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara;
Dari makna demokrasi tersebut jelas bahwa adanya keseteraan semua warga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan pantaslah jika demokrasi sering disebut sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.



Lalu bagaimana kedudukan tiap pribadi umat islam dalam kehidupan baik berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Umat islam adalah umat yang merdeka dan bebas. Merdeka dan bebas dalam menyatakan pendapat dan pandangan serta membuat keputusan dengan rasa tanggung jawab. 

17:14. "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".

Masing-umat islam dapat membaca alquran sendiri untuk menentukan pilihan hidupnya. Alquran memberikan kemerdekaan bagi tiap pribadi umat islam untuk menentukan sikapnya.

Dalam tulisan sumber hukum islam, anda dapat melihat bagaimana kedudukan setiap individu dalam kehidupan beragama. Dalam sumber hukum islam tersebut anda juga dapat melihat bagaimana setiap umat manusia mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum islam. Dan dalam tulisan juga terlihat bagaimana sistem hukum islam di adopsi oleh negara-negara demokrasi yang beradsarkan hukum. Oleh karenanya tentu aneh jika nilai dalam islam justteru dianggap tidak toleran dan demokrasi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Islam, dan toleransi dalam Zaman demokrasi"

Posting Komentar