Konsep Politik Devide Et Impera Kolonial Belanda

Sadar tidak sadar perjalanan Bangsa Indonesia masih belum dapat lepas dari pejajahan kolonial Belanda. salah satunya dalam kehidupan beragama yakni umat islam masih diikuti oleh bayangan politik devide Et Impera pada masa pejajahan Belanda. Hingga hari ini politik yang lebih dikenal dengan nama politik adu domba masih sangat terasa dalam hubungan antar sesama umat islam.
 hikmah 313 Konsep Politik Devide Et Impera Kolonial Belanda adu domba foto kulinergarut.com

Kita tentu bertanya, apakah ini memang warisan penjajahan Belanda yang sulit dilepaskan? atau apakah kondisi ini memang dimanfaatkan oleh pihak tertentu agar dapat mengekploitasi umat islam? Umat islam seakan terjebak pada strata, kelas atau pembagian sekat yang seharusnya tidak terjadi.

Politik Adu domba dalam umat islam Adalah warisan dari penelitian Dr. Christian Snouck Hurgronje. Ia menyatakan tidak semua orang Islam harus diposisikan sebagai musuh, karena tidak semua orang Islam Indonesia merupakan orang fanatik dan memusuhi pemerintah “kafir” belanda. Bahkan para ulamanya pun jika selama kegiatan Ubudiyah mereka tidak diusik, maka para ulama itu tidak akan menggerakkan umatnya untuk memberontak terhadap pemerintah kolonial Belanda. 

Namun disisi lain, Snouck menemukan fakta bahwa agama Islam mempunyai potensi menguasai seluruh kehidupan umatnya, baik dalam segi sosial maupun politik. yang membagi permasalahan Islam dalam tiga bagian, yaitu ; bidang Agama Murni, bidang Sosial Kemasyarakatan, bidang Politik. 

Dalam bidang politik, pemerintah Belanda bersikap represif. Segala bentuk pergerakan politik islam harus ditumpas yang jika diperlukan harus menggunakan kekuatan senjata. Sebagai imbal balik semunya pemerintah belanda menyediakan pendidikan, kesejahteraan dan perekonomian pribumi. 

Dalam bidang Agama Murni dan Ibadah, pemerintah Belanda bersikap lunak sepanjang tidak mengganggu kekuasaan. Umat islam diberi kebebasan menjalankan ibadahnya. Sebagai imbal balik semunya pemerintah Belanda harus memperlihatkan sikap seolah-olah memperhatikan agama Islam dengan memperbaiki tempat peribadatan, serta memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji. 

Sedangkan dibidang Sosial Kemasyarakatan, pemerintah Belanda bersikap mendorong dengan memanfaatkan adat kebiasaan yang berlaku dan membantu menggalakkan rakyat agar tetap berpegang pada adat tersebut yang telah dipilih agar sesuai dengan tujuan mendekatkan rakyat kepada budaya Eropa. 

Snouck menganjurkan membatasi meluasnya pengaruh ajaran Islam, terutama dalam hukum dan peraturan. Konsep untuk membendung dan mematikan pertumbuhan pengaruh hukum Islam adalah dengan “Theorie Resptie”. Snouck berupaya agar hukum Islam menyesuaikan dengan adat istiadat dan kenyataan politik yang menguasai kehidupan pemeluknya. Islam jangan sampai mengalahkan adat istiadat, hukum Islam akan dilegitimasi serta diakui eksistensi dan kekuatan hukumnya jika sudah diadopsi menjadi hukum adat.

secara konsep teori, politik devide Et Impera dilakukan dengan memisahkan bidang politik, bidang Ibadah dan bidang sosial kemasyarakatan. Pemisahan ketiga jelas akan melemahkan islam karena umat islam akan memaknai Islam hanya sebatas ibadah bukanlaha menggambaran ajaran Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin.

Dalam Alquran jelas berisikan panduan manusia tentang Akhlak, syariat dan akidah. Demikian juga hadits merupakan petunjuk umat islam dari kehidupan Rasulullah baik dari segi adab pergaulan, kepemimpinan beliau, segi ibadah serta segi ketauhidan beliau. dan dalam buku Islam jalan lurus saya membagi islam dalam 3 kajian yakni akhlak, ibadah dan keimanan.Ahklak berhubungan dengan fitrah manusia sebagai khalifah di bumi, ibadah berhubungan dengan fitrah manusia sebagai hamba Allah sedangkan keimanan berhubungan dengan kemampuan manusia untuk menyeimbangkan fitrahnya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah. ketiga hal tersebut menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan, tidak seperti teori devide et impera yang dengan sengaja memecahnya untuk melemahkan kekuatan umat Islam.

Sumber referensi : Serba sejarah 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Konsep Politik Devide Et Impera Kolonial Belanda"

Posting Komentar