Mengenal 3 Model Penetapan 1 Ramadhan Syawal dan Zulhijah


Mendengar kata 1 Ramadhan dan syawal tentu membawa kita suasana kebahagiaan,  anda langsung teringat puasa dan lebaran. Ada lebih banyak waktu kebersamaan dengan keluarga yang dapat kita lakukan, mulai dari sahur, berbuka hingga tarawih dan witir berjamaah. Begitu juga tentunya kegembiraan kita semakin lengkap karena dibulan itu juga kita diberkahi dengan ampunan dari Allah dan sesama kita. 

Dan Insya Allah tidak sampai hitungan bulan kita sudah sampai di bulan Ramadhan. Semoga Tahun 2016 ini kita masyarakat Islam Indonesia dapat melaksanakan mengawali puasa 1 Ramadhan dan lebaran 1 Syawal secara bersama-sama seperti Tahun 2015. (lihat tulisan 3 skenario penetapan idul fitri 2015 1 syawal 1436 H. ). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya kerap terjadi perbedaan dalam mengawali puasa ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Dan akhirnya kita harus menerima perbedaaan yang ada, bertoleransi dengan perbedaan pendapat yang ada. (lihat Tulisan Kata Pamungkas hormati perbdaaan

Jika melihat kondisi yang ada, Insya Allah Umat Islam Indonesia dapat kembali melaksanakan mengawali puasa 1 Ramadhan 1437 H atau tahun 2016 ini secara bersama-sama. (Insya Allah lihat Tulisan Kemungkinan Kebersamaan Puasa dan Lebaran Tahun 2016). Pada dasarnya ada tiga kriteria utama untuk menentukan Kalender Hijriah yang berkembang di Indonesia. Hal inilah terlihat mengarah pada berulangnya kebersamaan Puasa dan lebaran Tahun 2015 pada tahun ini.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, Insya Allah kita akan melihat 3 model penetapan Kalender Hijriah yang berkembang di Indonesia. Dan sebagai contohnya kita ambil contohnya yaitu gambar Perhitungan Awal Syawal Tahun 1440 H atau hari Raya Idul Fitri Tahun 2019. Dimana pengamatan hilal bulan dillakukan pada tanggal 3 Juni 2019, maka ketiga model tersebut adalah sebagai berikut :
Mengenal 3 Model Penetapan 1 Ramadhan Syawal dan Zulhijah Hikmah 313 : Idul fitri 2019

1. Kriteria Wujudul Hilal (WH) yang dianut oleh Muhammadiyah, yaitu garis antara arsiran warna merah dan putih 

2. Kriteria Indonesia- Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) yang dianut oleh pemerintah dan NU, yaitu garis antara arsiran warna putih dengan Biru

3. Kriteria Hisab Rukhyat Indonesia (HRI) yang dianut oleh Persis dan LAPAN serta Odeh yaitu garis antara arsiran Biru dan Hijau

Perbandingan diatas kita lihat melalui software Accurate Hijri Calculator 2.2.1 yang diciptakan oleh Abdul Rouf. Dari perbandingan kriteria tersebut wajar kerap terjadi perbedaan waktu untuk mengawali bulan Puasa dan Idul fitri dan idul Adha. Sebenarnya terjadi perbedaan bisa pada keseluruhan awal bulan dalam tahun Hijriah.

Hal ini yang kerap menjadi fitnah dan ledekan dari pihak lain yang mengklaim bahwa kalender Islam tidak memberi kepastian, Islam kerjaannya sibuk mencari hilal dan lain sebagainya. Tulisan ini sebenarnya sebagai bagian dari rencana penulisan buku Kalender Hijriah sebagai kebesaran Peradaban Islam. Dimana buku tersebut bertujuan diantaranya yaitu :

1. Menjawab fitnah terhadap islam seputar kalender Hijriah

2. Mengenalkan dan membumikan Kalender Hijriah sebagai salah kalender peradaban.

3. Menyatukan persepsi Kalender Hijriyah untuk penyatuan dan kebersamaan umat islam Indonesia dan dunia dalam melaksanakan Puasa dan idul Fitri dan Idul Adha

Semoga pengenalan singkat ini dapat memberi pemahaman kepada kita dan saya khususnya tentang kriteria penetapan kalender Hijriyah yang dibungkus dalam tulisan Mengenal 3 Model penetapan 1 Ramadhan Syawal dan Zulhijah. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal 3 Model Penetapan 1 Ramadhan Syawal dan Zulhijah"

Posting Komentar