Hadits Dalil Imsak Cukup Lemah Sebagai Batas Akhir Bersahur

Hadits Dalil Imsak Cukup Lemah Sebagai Batas Akhir Bersahur

Bagi anda yang telah membaca tulisan sebelumnya Kaji Ulang Waktu Sahur : Imsak atau Adzan Subuh ? Tentu sudah mengetahui bahwa pemahaman imsak sebagai batasan bersahur berangkat dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas RA. , "Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan shalat?" Anas bin Malik menjawab, "Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat."

Jika kita mengumpulkan hadits-hadits yang berkaitan dengan sahur dan Bacaan 50-60 ayat Alquran ternyata ada 21 hadits oleh periwayat yang sama yaitu dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Zaid bin sabit. Dari 21 hadits tersebut ternyata ada beberapa perbedaan dalam isi haditsnya, sehingga dapat kita kelompokkan menjadi 5 kelompok hadits. Adapun kelima kelompok tersebut adalah sebagai berikut :

1. Waktu Jarak antara selesai sahur dengan melaksanakan shalat subuh kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat. Ada 4 Hadits yang mendukung ini yaitu HR. Bukhari 542, 1066; HR. An Nasa’i 2128; HR. Ahmad 12278

2. Waktu Jarak antara Sahur dengan shalat sekitar lima puluh ayat. Ada 10 hadits yang mendukung pernyataan ini yaitu HR. Ahmad 12977, 20630, 20682; HR. Bukhari 1787; HR. Muslim 1837; HR. At Tirmidhi 638; HR. An Nasa’i 2127; HR. Ibnu Madja 1684; HR. Ad Darimi 1633.

3. Waktu Jarak antara sahur, menuju masjid hingga Iqamat shalat subuh sekitar lama bacaan lima puluh ayat. Ada 3 hadits yang mendukung pernyataan ini yaitu HR. Ahmad 20603,20633, 20634

4. Waktu Jarak antara Sahur dengan sholat (iqamat) seperti seseorang membaca lima puluh atau enam puluh ayat. 2 (dua) hadits yang menyatakan ini HR. Bukhari 541, HR. Ahmad 20650

5. Waktu Jarak tidak disebutkan. Hadits lebih menjelaskan kronologis kegiatan secara lebih lengkap dibanding hadits lainnya. Dimana Anas kurma dan wadah yang berisi air setelah Bilal adzan, lalu Zaid bin Tsabit sahur bersama Rasulullah. Kemudian berdiri lalu shalat dua rakaat, kemudian keluar untuk melaksanakan shalat. 2 (dua) hadits yang menyatakan ini Ada HR. An Nasa’i 2138 HR. Ahmad 12560

Adapun hadits dan pengelompokannya dapat dilihat dalam tulisan 

Berdasarkan pengelompokan tersebut terlihat bahwa hanya 1 kelompok hadits yang mendukung Imsak sebagai batas akhir melaksanakan sahur. Hal ini memperlihatkan bahwa hadits yang menyatakan batas waktu bersahur cukup lemah. 

Dan lemahnya hadits yang menyatakan imsak sebagai batas waktu bersahur semakin terlihat ketika kita juga menelusuri periwayat hadits. Dimana berdasarkan periwayat yang sama, hadits disampaikan justru tidak sinkron atau saling menyelisihi. Adapun perbedaaan hadits tersebut sebagai berikut :

1. Bahwa 4 hadits yang berasal dari Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Zaid bin sabit, menyatakan rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan shalat adalah seperti seseorang membaca lima puluh ayat. HR. Bukhari 542, 1066 ; HR. An Nasa’i 2128 ; HR. Ahmad 12278

2. Bahwa dalam hadits juga berasal dari Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Zaid bin sabit justru meriwayatkan hadits yang berbeda. Hadits ini menyatakan bahwa waktu seseorang membaca lima puluh ayat itu adalah rentang waktu antara makan sahur hingga keduanya melaksanakan shalat. HR. Ahmad 12977

Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa dasar yang menjadi imsak sebagai batas waktu bersahur cukup lemah. Oleh karenanya disarankan untuk menjadikan adzan subuh atau fajar sidik sebagai batas bersahur.

Wallahu a'lam bish-shawabi

Tulisan Terkait : 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hadits Dalil Imsak Cukup Lemah Sebagai Batas Akhir Bersahur"

Posting Komentar