Berpuasa dan Tegakan Lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala

Berpuasa dan Tegakan Lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala. Hikmah 313

Tulisan ini merupakan bagian dari keutamaan malam Lailatul qadar. Dimana hasil kajian terhadap  20 hadits yang berkaitan lailatul qadar dengan ampunan atas dosa yang telah lalu, dapat disimpulkan bahwa 

1. Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni

2. Barangsiapa yang menegakkan lailatul qodar karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu

3. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan untuk melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan tanpa menyuruh dengan perintah yang mengharuskan.



Kesimpulan ini berangkat dari klasifikasi hadits sebagai berikut :

1. Dari Abu Hurairah radliallahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menegakkan lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". HR. Bukhari 34; HR. Ahmad 8222, 8921. Namun dalam riwayat lain dengan bahasa yang lebih lengkap bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa yang menegakkan (shalat pada malam) Lailatul Qadr dengan keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." HR. Muslim 1268, 1269; HR. Bukhari 1768, 1875; HR. Abu Daud 1165; HR. At Tirmidhi 619; Sunan An Nasa’i 2173, 2177, 2178, 4941; HR. Ahmad 6979, 9100, 9735, 10133 ; HR. Sunan Al Darimi 1711 

2. Dari hadits yang berasal dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar di tengah malam untuk melakukan shalat di masjid, lalu beliau shalat bersama orang banyak ­ dan ia menyebutkan hadits tersebut "Beliau menganjurkan mereka untuk melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan tanpa menyuruh mereka dengan perintah yang mengharuskan dan bersabda: "Barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu." Ia berkata; "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat dan perintah tetap sepeti itu." Sunan An Nasa’i 2164, 2166



Sedangkan secara detail hadits-hadits pendukung kesimpulan tersebut diatas adalah sebagai berikut :

1. Puasa dan lailatul qadar
1) HR. Bukhari 1768. Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya".
2) HR. Bukhari 1875. Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, kami telah menghafal darinya, dia menghafalnya dari Az Zuhriy dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya". Hadits ini dikuatkan pula oleh Sulaiman bin Katsir dari Az Zuhriy.
3) HR. Muslim 1268. Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku bapakku dari Yahya bin Abu Katsir ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah telah menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa yang menegakkan (shalat pada malam) Lailatul Qadr dengan keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
4) HR. Muslim 1269. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Syababah telah menceritakan kepadaku Warqa` dari Abu Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang menegakkan (shalat dengan mengharap) malam Lailatul Qadr, lalu ia mendapatinya, -menurutku ia mengatakan- dengan penuh keimanan dan pengharapan (akan pahala dari Allah), maka ia akan diampuni."
5) HR. Abu Daud 1165. Telah menceritakan kepada kami Mukhlad bin Khalid dan Ibnu Abu Khalaf yang maksudnya sama, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah yang sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sabdanya: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan penuh harap, maka akan di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa bangun (shalat) pada malam lailatul Qadr dengan keimanan dan penuh harap, maka akan di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Abu Daud berkata; "Demikian pula yang di riwayatkan Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah, dan Muhammad bin 'Amru dari Abu salamah."
6) HR. At Tirmidhi 619. Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami 'Abdah dan Al Muharibi dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: " Barang siapa yang berpuasa Ramadlan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah ta'ala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (dosa kecil) ". Ini merupakan hadits shahih. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin 'Ayyasy merupakan hadits gharib, kami tidak mengetahuhi seperti riwayat Abu Bakar bin 'Ayyasy dari A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah kecuali dari riwayatnya Abu Bakar. Dia (perawi) berkata, saya bertanya kepada Muhammad bin Isma'il tentang hadits ini, dia menjawab, telah menceritakan kepada kami Hasan bin Rabi' telah menceritakan kepada kami Al Ahwash dari A'masy dari Mujahid mengenai sabdanya: "Pada malam pertama di bulan Ramadlan..." lalu dia menuturkan hadits di atas. Muhammad berkata, riwayat ini menurutku lebih shahih dari riwayat Abu Bakr bin 'Ayyasy.
7) Sunan An Nasa’i 2173. Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dan Muhammad bin 'Abdullah bin Yazid mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan -dalam suatu lafazh yang "Barangsiapa yang melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan"- dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu. Dan, barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu."
8) Sunan An Nasa’i 2177. Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Abdul A'la dan Muhammad bin Hisyam dan Abul Asy'ats dan lafazh ini miliknya, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Khalid dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah lalu. Dan, barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu."
9) Sunan An Nasa’i 2178. Telah mengabarkan kepadaku Mahmud bin Khalid dari Marwan; telah memberitakan kepada kami Mu'awiyah bin Sallam dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari bersabda: "Barangsiapa yang melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dari dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu."
10) Sunan An Nasa’i 4941. Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Al Asy'ats, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Khalid yaitu Ibnu Al Harits, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah bin Abdur Rahman, dia berkata; telah bercerita kepadaku Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Barang siapa melakukan shalat malam pada Bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu dan barang siapa melakukan shalat malam pada lailatul qadr karena keimanan dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu."
11) HR. Ahmad 6979. Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa melakukan puasa di bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu." Bapakku berkata; aku mendengarnya empat kali dari Sufyan, kadang ia berkata; "barangsiapa puasa ramadhan, " dan kadang berkata: "barangsiapa menegakkan, " dan kadang berkata; "barangsiapa menegakkan malam lailatul qodar atas dasar iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
12) HR. Ahmad 9100. Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bahwa Abu Hurairah telah mengabarkan kepadanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menegakkan (Ibadah) bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni. Dan barangsiapa menegakkan (Ibadah) malam lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni"
13) HR. Ahmad 9735. Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa berpuasa ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa menegakkan malam lailatul qodar karena imam dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Telah menceritakan kepada kami Abdush Shomad dan Abu 'Amir mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam, lalu mereka menceritakan sebagaimana redaksi hadits diatas, hanya saja mereka menyebutkan; "Barangsiapa menegakkan ramadhan karena iman.."
14) HR. Ahmad 10133. Telah menceritakan kepada kami Yazid, dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa puasa ramadlan dan memakmurkannya karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa menegakkan malam lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosanya yang telah lalu."
15) HR. Sunan Al Darimi 1711. Telah mengceritakan kepada kami Wahb bin Jarir telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni, dan barangsiapa melakukan shalat pada malam lailatul qadar, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diamuni."


2. Lailatul qadar
1) HR. Bukhari 34. Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menegakkan lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".
2)
HR. Ahmad 8222. Perawi berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Barangsiapa mengisi malam lailatul qodar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu." Affan berkata; "dan Aban telah menceritakan kepada kami seperti itu dengan sanad ini."
3)
HR. Ahmad 8921. Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari Abu Hurairah Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menghidupkan malam lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka sesungguhnya dosa-dosanya yang lalu akan diampuni." 'Affan berkata; Dan Aban telah menceritakan kepada kami sebagaimana dalam hadits tersebut dengan sanad ini.



3. lailatul Qadar dan qiyamullail 
1) Sunan An Nasa’i 2164. Telah mengabarkan kepada kami Zakaria bin Yahya dia berkata; telah memberitakan kepada kami Ishaq dia berkata; telah memberitakan kepada kami 'Abdullah bin Al Harits dari Yunus Al Aili dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Az Zubair bahwasanya 'Aisyah mengabarkan kepadanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar di tengah malam untuk melakukan shalat di masjid, lalu beliau shalat bersama orang banyak¡­ dan ia menyebutkan hadits tersebut. Di dalamnya -terdapat redaksi-: Aisyah berkata; "Beliau menganjurkan mereka untuk melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan tanpa menyuruh mereka dengan perintah yang mengharuskan dan bersabda: "Barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu." Ia berkata; "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat dan perintah tetap sepeti itu."
2) Sunan An Nasa’i 2166. Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Khalid dia berkata; telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Syu'aib dari bapaknya dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Az Zubair bahwasanya 'Aisyah mengabarkan kepadanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar di tengah malam lalu beliau melakukan shalat di masjid¡­ dan ia menyebutkan hadits. Di dalam hadits tersebut, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan mereka untuk melakukan qiyamullail di bulan Ramadlan tanpa menyuruh mereka dengan perintah yang mengharuskan lalu bersabda: "Barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar di bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu."

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berpuasa dan Tegakan Lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala"

Posting Komentar