Dalil Hadits Yang Belum Dapat Diselaraskan (Kalender Islam)


Terdapat beberapa hadits yang berkaitan tentang penanggalan yang belum dapat penulis selaraskan dengan penyatuan Kalender Islam Dunia yaitu :
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua bulan yang tidak akan kurang dalam bulan (sama bilangan harinya) yaitu bulan Ramadhan dan Dzul Hijjah" (HR. Bukhari 1779) dan (HR Ahmad 19504, 19577, 19582 dan 19606).
Dan dalam hadits At Tirmidhi 628. Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Khalaf Al Bashri telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadldlal dari Khalid Al Khadzdza' dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari ayahnya dia berkata, Rosulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: " Dua bulan ied yang tidak kurang (dari tiga puluh) yaitu Ramadlan dan Dzul Hijjah." Abu 'Isa berkata, hadits Abu Bakrah merupakan hadits hasan, hadits ini telah diriwayatkan juga dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam secara mursal. Ahmad berkata, makna hadits ini ialah, dua-duanya tidak akan kurang bersamaan dari tiga puluh hari dalam satu tahun jika salah satu berjumlah dua puluh sembilan maka yang satunya sempurna berjumlah tiga puluh hari. Ishaq berkata, artinya meskipun berjumlah dua puluh sembilan hari dia termasuk sempurna pahalanya dan tidak berkurang, Ishaq juga berpendapat bahwa kedua bulan tersebut dapat berkurang bersamaan dalam satu tahun.

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa terdapat dua bulan yang tidak akan kurang dalam bulan yaitu bulan Ramadhan dan Dzul Hijjah. 

Berdasarkan Hadits atau hukum tersebut dapat diberikan beberapa pilihan yaitu :

1) Bahwa bulan Ramadhan dan Dzul Hijjah memiliki jumlah hari yang sama yaitu 29 hari setiap tahunnya. Pendapat ini lemah karena perintah rukhyat jika terhalang untuk disempurnakan, sehingga Ramadhan dimungkinkan berjumlah 29 atau 30 hari. 

2) Bahwa Ramadhan dan Dzul Hijjah memiliki jumlah hari yang sama yaitu 30 hari setiap tahunnya. Pendapat ini lemah karena perintah rukhyat jika terhalang untuk disempurnakan, sehingga Ramadhan dimungkinkan berjumlah 29 atau 30 hari

3) Ramadhan dan Dzul Hijjah memiliki jumlah hari yang sama yaitu 29 atau 30 setiap tahunnya. Jika dalam sebuah tahun Ramadhan terdiri 29 hari, maka dzulhijjah juga 29 hari. Demikian juga jika Ramadhan terdiri dari 30 hari, maka dzulhijjah juga harinya berjumlah 30. 

4) Ramadhan dan dzulhijjah memiliki jumlah hari yang berbeda setiap tahunnya. Jika ramadhan berjumlah 29 hari maka dzulhijjah berjumlah 30 hari, dan sebaliknya jika Ramadhan berjumlah 30 hari maka dzulhijjah berjumlah 29 hari.

Berdasarkan keempat pendapat tersebut jika dikalkulasi tentunya pendapat ketiga yang kuat karena ada lima hadits yang menyatakan demikian. Namun hal itu perlu pendalaman juga sesuai fakta dan ilmu pengetahuan. Dalam sejarah penetapan bulan Ramadhan dan Syawal antara Kalender Ummul Quraa dan penetapan Rukhyat Mekkah didapat persamaan jumlah hari sebagai berikut : 


Tabel 17.1
15 Tahun Penetapan Ramadhan dan DzulHijjah
No
Bulan
Tahun
Jumlah Hari dalam Bulan
Kalender Ummul Quraa
Penetapan Rukhyat
1
Ramadhan
1422
30
Sama
30
Sama
Dzul Hijjah
1422
30
30
2
Ramadhan
1423
29
Beda
29
Beda
Dzul Hijjah
1423
30
30
3
Ramadhan
1424
30
Beda
29
Sama
Dzul Hijjah
1424
29
29
4
Ramadhan
1425
30
Beda
29
Beda
Dzul Hijjah
1425
29
30
5
Ramadhan
1426
30
Sama
30
Sama
Dzul Hijjah
1426
30
30
6
Ramadhan
1427
29
Sama
30
Sama
Dzul Hijjah
1427
29
30
7
Ramadhan
1428
30
Sama
29
Beda
Dzul Hijjah
1428
30
31
8
Ramadhan
1429
30
Sama
29
Beda
Dzul Hijjah
1429
30
30
9
Ramadhan
1430
29
Beda
29
Beda
Dzul Hijjah
1430
30
30
10
Ramadhan
1431
30
Sama
30
Sama
Dzul Hijjah
1431
30
30
11
Ramadhan
1432
29
Sama
29
Beda
Dzul Hijjah
1432
29
30
12
Ramadhan
1433
30
Beda
30
Beda
Dzul Hijjah
1433
29
29
13
Ramadhan
1434
30
Beda
29
Beda
Dzul Hijjah
1434
29
30
14
Ramadhan
1435
30
Sama
29
Beda
Dzul Hijjah
1435
30
30
15
Ramadhan
1436
29
Beda
29
Beda
Dzul Hijjah
1436
30
30
16
Ramadhan
1437
30
30
Dzul Hijjah
1437
30


Berdasarkan data perbandingan jumlah hari pada bulan Ramadhan dan Dzulhijah selama 15 Tahun, didapat gambaran sebagai berikut : 

Dalil Hadits Yang Belum Dapat Diselaraskan (Kalender Islam)


Berdasarkan grafik perbedaan hari dalam bulan tersebut didapatkan bahwa dalam kurun waktu 15 tahun (sebelum tahun 1437 H) terdapat 7 tahun (47%) perbedaan jumlah hari antara Ramadhan dan Dzulhijjah pada kalender Ummul Quraa dan 10 Tahun (67%) pada penetapan Rukhyat Mekkah. Sedangkan Jumlah hari yang sama antara kedua bulan tersebut terjadi 8 tahun (53%) pada kalender Ummul Quraa dan 5 tahun (33%) pada kalender ibadah sesuai penetapan rukhyat Mekkah.

Sedangkan Kalender Hijriah Global yang baru disepakati sebagai kalender unifikasi pada Bulan Mei 2016 sesuai rilis kalendernya selama tujuh tahun ke depan (1437-1443 H) diperoleh perbandingan 2 tahun (29%) jumlah harinya berbeda antara Bulan Ramadhan dan Dzulhijjah, dan 5 tahun (71%) sama jumlah hari Bulan Ramadhan dan Dzulhijjah.

Oleh karenanya untuk membuktikan kesesuaian fase bulan dalam kedua bulan Ramadhan dan Dzulhijjah tentu membutuhkan waktu. Jika kesamaan/perbedaan jumlah hari bulan Ramadhan dan Dzul hijjah pada tahun yang sama dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kalender, maka dapat memberi kemudahan bagi Kalender Ibadah / rukhyat. Disamping hilal bulan muharram sudah dapat diperhitungkan sejak penetapan hilal bulan dzulhijjah juga dapat digunakan sebagai verifikasi atas rukhyatul hilal pada bulan Muharram. Sedangkan bagi kalender sipil/hisab/hijriah dapat digunakan sebagai salah satu indikator/kriteria dalam perhitungan kalendernya.

Bagian Terkait : 
  1. Kesaksian Seorang Muslim Yang Cakap Rukhyat Hilal Cukup Bagi Manusia dan Dunia
  2. Perbedaan Dapat Terjadi Dalam Rukhyat Dan Hisab
  3. Penyatuan Kalender Rukhyat, Hisab dan Imkanu Rukhyat 
  4. Kesimpulan Dan Saran
  5. Untuk Daftar Isi  buku Palingkan Wajah ke Arah Masjidil Haram untuk menyatukan Kalender Islam Dunia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dalil Hadits Yang Belum Dapat Diselaraskan (Kalender Islam)"

Posting Komentar