Defenisi Timur dan Barat sesuai perjalanan Dzulkarnain Dalam Alquran Surat Al Kahfi


Dalam pembahasan sebelumnya telah disinggung tentang penetapan Kota Greenwich GMT sebagai dasar UTC. Penetapan terjadi lebih karena kesepakatan dunia yang dibangun pada tahun 1884 M. Disamping itu terdapat alasan garis batas tanggal yang baik adalah lautan yang tidak terdapat pulau yang didiami. Sehingga garis batas tanggal yang disepakati pada zona waktu +12 dan -12 (180⁰ Bujur Timur dan 180⁰ Bujur Barat) yakni membelah laut pasifik.

Dengan alasan yang sama, Salomon Island seharusnya lebih berpeluang dijadikan sebagai waktu pertengahan dunia atau Salomon Mean Time (SMT). Dengan Salomon Mean Time maka garis pergantian tanggal akan berada di lautan atlantik yang relatif lebih bersih dari pulau-pulau. Sehingga kecil kemungkinan perubahan garis tanggal seperti yang terjadi pada di laut Pasifik. Jika ini yang terjadi, tentunya benua amerika akan menjadi timur dan wilayah asia akan menjadi bagian barat bumi.

Namun sepertinya memang sudah takdirnya benua Amerika menjadi bagian barat dan asia menjadi bagian timur. Dan penetapan garis batas tanggal pada zona waktu +12 dan -12 (180⁰ Bujur Timur dan 180⁰ Bujur Barat), tentunya telah mempertimbangkan banyak pilihan. Sebuah kesepakatan tanpa nilai dasar dapat menjadikan kesepakatan berubah atau mengalami perbaikan. Dan perbaikan kesepakatan dapat dilakukan seiring perjalanan waktu. 

Perbaikan ini dapat terlihat pada penambahan zona waktu dimana Bujur Timur memiliki zona waktu +13 dan +14. Perubahan ini terjadi karena ada tiga Negara yang sebelum masuk wilayah Barat mengeser ke wilayah timur yaitu 

1) Tahun 1995 Negara Republik Kiribati menggeser garis tanggal 30⁰ ke arah timur. Hal ini berdampak menjadikan Kiribati sebagai batas Timur
2) Samoa menggeser garis tanggal kearah Timur pada Tahun 2011. Samoa mengikuti waktu Negara-negara Asia Fasifik dengan melompat dari hari Kamis 29 Desember menjadi Sabtu 30 Desember 2011.
3) Tokelau juga sama dengan Samoa menggeser garis tanggal kearah Timur pada Tahun 2011

Oleh karena itu, maka batas timur dunia mengalami perubahan sebesar 30⁰ mengikuti garis batas Negara Kiribati. Demikian juga pembelian Alaska oleh Amerika Serikat dari Rusia pada Tahun 1867 tentunya mempunyai peran andil mempertegas benua amerika sebagai barat bumi. Sehingga Alaska dijadikan sebagai batas wilayah bagian barat bumi yang dilewati garis pergantian tanggal internasional.

Hal inilah sekilas garis pergantian tanggal internasional atau Internasional Date Line (IDL). Bagaimana dengan Islam? apakah Islam sebagai agama yang memberi perhatian besar terhadap waktu memiliki defenisi batas timur dan barat? dan apakah Islam juga memiliki garis pergantian tanggal internasional atau Islamic Date Line (IsDL)?

Sebelum menjawab pertanyaan itu dapat dirangkum beberapa pendapat tentang garis batas tanggal untuk kalender hijriah yaitu :

1) Bumi sebagai satu kesatuan dengan batas waktu mengikuti International Date Line (IDL) yang telah disepakati ilmuwan Internasional
2) Membagi Bumi dalam 2 zona waktu yakni zona timur dan Barat
3) Membagi Bumi dalam 2 zona dengan Islamic date Line yang dinamis mengikuti penampakan hilal pada sebuah negeri
4) Membagi Bumi dalam 3 zona waktu 
5) Membagi bumi dalam 4 zona waktu

Pilihan garis batas tanggal tersebut, memang sedang dalam pengkajian masing-masing. Dan tentunya membutuhkan waktu yang panjang, demikian juga waktu pelaksanaannya. Disamping itu juga diperlukan kesepakatan Pemimpin, ulama, ilmuwan dan ummat islam agar keputusan yang diambil dapat diterima dan dijalankan semua pihak. 

Namun sebelum membangun kesepakatan, sebagai umat Islam tentunya kita harus melihat terlebih dahulu bagaimana dasar hukumnya itu sendiri. Apakah ada dalil Alquran dan hadits yang memberikan penjelasan tentang batas ujung timur dan barat? Tentunya tidak pantas umat Islam bersepakat untuk sesuatu yang telah diatur dalam alquran dan hadits, terkecuali hal tersebut masih membutuhkan penafsiran lebih lanjut. Hal ini sesuai dengan makna Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang diyakni memiliki perangkat aturan yang mengatur tentang segala kehidupan. 

Berkaitan dengan batas timur dan barat ternyata telah disebutkan dalam Alquran, yaitu dalam kisah perjalanan dzulkarnain. Kisah ini masih termasuk misteri besar dalam Alquran yang belum terungkap. Siapa sebenarnya sosok dzulkarnain? Banyak beragam pendapat tentang siapa Dzulkarnain. Tidak jarang sosok ini ditafsirkan untuk memperkuat sejarah sebuah bangsa.

Terlepas dari itu, dalam Alquran sosok dzulkarnain dikisahkan sebagai seorang yang berhasil memenjarakan yajuj dan majuj dengan dinding besinya. Dan yajuj dan majuj akan keluar dikemudian hari sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat. 
dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu, beliau bertanya: "Apa yang kalian bicarakan?" Kami menjawab: Kami membicarakan kiamat. Beliau bersabda: "Kiamat tidaklah terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya." Beliau menyebut kabut, Dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam shallallahu 'alaihi wasallam, ya'juj dan ma'juj, tiga longsor; longsor di timur, longsor di barat dan longsor di jazirah arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka. (HR. Muslim 5162) 



Defenisi Timur dan Barat sesuai perjalanan Dzulkarnain Dalam Alquran Surat Al Kahfi

Defenisi Timur dan Barat sesuai perjalanan Dzulkarnain Dalam Alquran Surat Al Kahfi




Sekaitan garis batas barat dan timur, bahwa Dzulkarnain dalam Alquran dikisahkan sebagai orang yang melakukan perjalanan ke arah terbenam matahari (ujung barat) dan melalui Jalan Lain menuju arah matahari terbit. Hal ini disampaikan dalam Surat Al Kahfi ayat 84-90. Dan perjalanan ke bumi bagian barat disebutkan dalam ayat 86 yaitu

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِندَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَن تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَن تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا
Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. (QS. 18:86)

Ayat di atas menggambarkan bahwa petunjuk tempat matahari terbenam (batas barat) adalah laut yang berlumpur hitam. Dan ditempat itu terdapat segolongan umat yang diberikan kuasa kepada Dzulkarnain untuk menghukum atau memberi kebaikan tergantung perbuatan mereka aniaya atau beriman dan berbuat kebaikan.

Ada dua petunjuk disebutkan yaitu laut yang berlumpur hitam dan segolongan umat. Namun apakah ciri-ciri yang disebutkan tersebut masih terpelihara hingga saat ini. Hal ini mengingat segolongan umat yang dimaksud, mungkin saja sudah sulit dilacak karena ada migrasi, punahnya sebuah suku dan lain sebagainya. Namun ketika keberadaan sebuah umat yang disebutkan dalam ayat Alquran, tentunya memberi penafsiran bahwa umat tersebut mempunyai ciri yang khas dan unik untuk dikenali.

Berbeda dengan keberadaan Laut berlumpur hitam yang disebutkan dalam surat Alkahfi ayat 86 tersebut. Tentunya tanda itu akan tetap terpelihara sebagai bukti kebenaran Alquran. Dalam perjalanan waktu, ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan laut berlumpur hitam adalah laut hitam yang berada disekitar Negara Turki, Bulgaria, ukraina dan lainnya termasuk Rusia. Disamping itu ada juga yang berpendapat bahwa tempat matahari terbenam pada laut berlumpur hitam tersebut adanya di daerah maladewa. Dari hal ini terlihat bahwa petunjuk laut berlumpur hitam juga masih menjadi misteri seperti halnya sosok Dzulkarnain yang melakukan perjalanan tersebut.

Oleh karena itu sangat dimungkin mengemukakan pendapat baru tentang dimana sebenarnya Laut berlumpur hitam tersebut. Sehingga pengungkapan petunjuk dalam alquran ini dapat berguna bagi manusia. Dan Allah pasti memiliki maksud dan tujuan menyampaikan laut berlumpur hitam dalam salah satu ayat Alquran.

Ternyata Laut berlumpur hitam adalah fenomena unik dunia. Dalam bahasa inggris fenomena laut berlumpur ini disebut Mudflats atau lumpur yang datar. Lumpur ini dibawa oleh air pasang laut ataupun sungai. Dan ketika air surut, lumpurnya yang masih tertinggal dan menutupi seluruh pantai dan permukaan laut di sekitarnya. Sehingga saat terbenam matahari, kita akan melihat seakan-akan matahari terbenam ke dalam laut yang berlumpur hitam. Dan ternyata fenomena unik laut yang berlumpur hitam ada di kota Anchorage, Alaska.

Dengan fakta ini, mungkin Alaska memang telah ditakdirkan sebagai ujung bumi bagian barat. Pembelian Alaska oleh Amerika Serikat dari Rusia mempertegas posisinya sebagai benua bagian barat, sehingga wilayah Alaska termasuk wilayah lintasan garis pergantian tanggal.

Bahwa fenomena Laut berlumpur ini tidak hanya terjadi di cook inlet Anchorage, Alaska, Amerika serikat. Fenomena mudflat juga terjadi di beberapa Negara diantaranya di Perancis, Inggris, India, Korea dan lainnya. Namun mengingat bahwa fenomena mudflat atau lumpur datar yang disebut laut berlumpur hitam dalam Alquran terdapat pada beberapa lokasi. Maka hal ini dapat dijadikan sebagai petunjuk pertama.

Sedangkan petunjuk kedua adalah keberadaan sebuah umat. Walaupun segolongan umat seperti disampaikan diatas mungkin sulit untuk dilacak, namun melalui jejak sejarah memungkinkan untuk ditelusuri atau diteliti lebih lanjut. Apalagi Alquran telah memberikan petunjuk ini, tentu ada yang unik pada umat ini sehingga didefenisikan dalam Alquran.

Dari beberapa lokasi yang memiliki fenomena unik laut berlumpur, Alaska adalah satu satu wilayah yang mempunyai penduduk asli yang unik. Bahkan hingga saat banyak misteri mengitari perjalanan suku asli yang dikenal dengan nama Eskimo atau inuit. Oleh karenanya layak jika keberadaan suku ini dekat dengan umat yang disebutkan dalam ayat 86-88 dalam surat Alkahfi. 

Hal ini tentunya cukup menggambarkan bahwa negeri Alaska adalah negeri ujung barat sebagai tempat matahari terbenam seperti dalam perjalanan Dzulkarnain yang disebutkan dalam Alquran surat Alkahfi.

Sedangkan untuk batas timur, disebutkan dalam surat yang sama pada ayat berikutnya yaitu ayat 90.

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَىٰ قَوْمٍ لَّمْ نَجْعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتْرًا
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu (QS.18:90)
Dari ayat diatas disebutkan bahwa tanda tempat terbit matahari atau sebelah timur adalah tidak adanya sesuatu melindungi umat di sana terhalang dari cahaya matahari. Hal ini mengisyaratkan bahwa lokasinya tersebut seperti hamparan terbuka atau di tepi pantai sehingga lautan luas membatasinya. Dan tiada sesuatu apapun yang diciptakan Allah yang membuat cahaya matahari terhalang sampai kedaratan dimana umat di wilayah itu tinggal. 

Petunjuk ini sangat cocok dengan topografi negara atau daerah kepulauan di laut pasifik yang berbatasan langsung dengan lautan yang luas. Negara kepulauan ini seperti Kiribati, Samoa dan Tokelau atau Negara atau daerah yang termasuk dalam kekuasaan negara lain seperti French Polynesia milik Perancis, Jarvis island dan hawai milik Amerika serikat dan pincairn milik Iggris. Sehingga dapat dikatakan bahwa inilah wilayah yang dikunjungi Dzulkarnain di wilayah matahri terbit.

Hal ini senada dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Syaikh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid yang dituliskan dalam bukunya Mengungkap Misteri Perjalanan Dzulqarnain ke Cina, Munculnya Ya’juj Ma’juj di Asia. Dimana kepulauan Kiribati adalah daerah yang pernah didatangi oleh Dzulkarnain sesuai dengan surat Al Kahfi ayat 90 di atas. Dimana wilayah mempunyai daratan yang rata dengan ketinggian yang rata-rata hanya 8 meter diatas permukaan laut dan tidak ada apapun yang menghalangi cahaya matahari sampai kedaratannya.

Dengan petunjuk ini, maka sangat cocok menjadikan wilayah Negara kepulauan di lautan pasifik sebagai ujung timur. Hal ini kembali mengingatkan bahwa lokasi Negara kepulauan laut pasifik termasuk dalam lintasan garis pergantian tanggal sebagai ujung timur. 

Fakta perpindahan Negara kepulauan Kiribati, Samoa dan Tokelau dari ujung barat menjadi ujung timur merupakan pembuka jalan bagi pembuktian ayat-ayat dalam Alquran. 

Fakta yang telah diuraikan diatas, membuka tabir baru dalam perdebatan siapa sebenarnya orang pertama yang mengelilingi bumi. Ibnu Battuta dari Maroko, Laksamana Cengho dari China, Ferdinand Magellan dari portugis, Laura Dekker dari Belanda hingga Panglima Awang dari melayu diklaim sebagai orang-orang pertama mengelilingi bumi. Namun dari petunjuk Alquran dalam surat Alkahfi memperlihat bahwa masih ada orang telah mendahului mereka semua dalam mengelilingi bumi yaitu Dzulkarnain. Bahkan keliling dunia oleh dzulkarnain dilakukan melalui jalan yang berbeda.

Demikian juga sejarah yang mengklaim bahwa colombus sebagai penemu pertama benua Amerika telah di gugat umat Islam. Erdogan Presiden Turki di dalam KTT Pemimpin Amerika Latin di Turki di tahun 2014 menyatakan bahwa pelaut muslim telah melakukan kontak dengan penduduk benua Amerika 3 abad sebelum Colombus. Demikian juga catatan lain menyatakan Laksamana muslim Cengho telah mendarat di Amerika 70 tahun sebelum colombus berlayar. Hal tentu semakin menguatkan bahwa sesungguhnya jauh-jauh hari sebelum Colombus, ternyata benua Amerika telah dijelalahi dan didakwahi oleh Umat islam yaitu salah satunya oleh Dzulkarnain. Dan ternyata Alquran bukan hanya kitab suci bagi umat Islam namun catatan sejarah perjalanan hidup manusia dan bumi.

Berdasarkan uraian diatas dapat disarikan bahwa:

1) Surat Al Kahfi ayat 86 yang menyatakan ujung barat dengan ciri matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan segolongan umat memiliki makna yang dekat dengan fenomena dan bukti di wilayah Alaska. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Alaska adalah negeri ujung barat yang pernah didatangi dzulkarnain dan melihat matahari terbenam di lautnya yang berlumpur. Kejadian penjualan Alaska dari Rusia ke Amerika sebagai fakta yang mempertegas bahwa Alaska masuk dalam wilayah barat. 

2) Surat Al Kahfi ayat 90 mempunyai makna dekat dengan ciri-ciri kepulauan di laut Pasifik. Ujung timur dinyatakan sebagai negeri dengan umatnya yang tidak memiliki pelindung dari sinar matahari yang diciptakan Allah. Berpindahnya Kiribati kearah timur yang diikuti oleh Samoa dan Tokelau menjadikan Negara kepulauan di Laut tersebut masuk dalam zona waktu Timur. Hal ini adalah hikmah dan mempertegas bahwa kepulauan yang dihuni dilaut pasifik dapat dijadikan batas Timur. 

3) Oleh karenanya garis batas tanggal Islam atau Islamic Date Line (IsDL) dapat mengikuti petunjuk Alquran pada surat Al Kahfi melalui dua petunjuk yaitu Alaska sebagai batas barat dan Negara kepulauan di Laut Pasifik sebagai batas Timur. Sedangkan perinciannya dapat melalui kesepakatan pada peneliti ilmuwan dan umaro dan ulama. Sebagai pembuka telah dibuatkan zona waktu islam atau Coordinated Islamic Time (ITC).

Bagian Terkait :

Untuk Daftar Isi klik buku Palingkan Wajah ke Arah Masjidil Haram untuk menyatukan Kalender Islam Dunia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Defenisi Timur dan Barat sesuai perjalanan Dzulkarnain Dalam Alquran Surat Al Kahfi "

Posting Komentar