7 Kelompok Dalil Dasar Keutamaan Membaca Al Fatiha Dalam hati

Dalam tulisan sebelumnya perbandingan Membaca Al Fatiha Saat Shalat Berjamaah sudah dianggap final. Bahwa membaca Al fatiha dalam hati adalah pilihan yang paling utama pada saat shalat berjama’ah. Pilihan membaca Al fatiha dalam hati adalah satu-satunya pilihan yang tidak melanggar satupun dalil dari enam kelompok dalil yang berkaitan dengan membaca dalam shalat. Berbeda dengan membaca Al fatiha dengan cara lainnya seperti membaca dengan bersuara ataupun bersuara lirih baik bersamaan dengan imam maupun pada saat jeda Al fatiha dan pembacaan Ayat termasuk pilihan tidak membaca Al fatiha karena mengikuti imam. Hal ini dapat dilihat dalam tulisan Perbandingan Membaca Al Fatiha Saat Shalat Berjamaah.

Namun kemarin saya mendapatkan kiriman dari seorang bapak dari Bandung melalui WA isteri berkaitan dengan adab membaca dalam shalat. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Adang Ramdhani di Sadang Serang, Bandung yang telah mengirimkan satu ayat sebagai dasar membaca ketika shalat. 

Adapun ayat tersebut adalah Surat Al Isra ayat 110 yang berbunyi

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (QS. 17:110)

Ada dua riwayat yang berkaitan dengan turunnya ayat ini. Dari Aisyah RA. bahwa ayat ini turun berkaitan dengan cara berdoa. Dan satu riwayat lagi dari Ibnu Abbas RA yang menyatakan ayat ini turun berkaitan dengan bacaan shalat karena celaan dan hinaan Kaum musyrik di Mekkah. Dari tafsir depag dinyatakan bahwa ayat ini tidak menjadi persoalan lagi setelah di Madinah. Untuk membahas ayat ini, Insya Allah akan ditulis tersendiri dengan menjadikannya sebagai contoh ayat dalam tulisan Kebenaran Hakiki dan keuniversalan Ayat Alquran.

Berkaitan dengan adab dalam shalat, ayat ini jelas menyatakan bahwa janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. Dan jika perbandingan 5 model atau cara makmum membaca Al Fatiha, maka perintah Allah ini hanya mampu dilaksanakan oleh makmum yang membaca Al Fatiha dalam hati. Sedangkan makmum yang membaca dengan suara terdengar maupun suara lirih justeru bertentangan dengan ayat ini. Sementara bagi makmum yang tidak membaca tidak terkena hukum larangan dalam ayat ini, hanya saja tidak ikut membaca Al Fatiha.

Untuk melihat perbandingan ini dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut:

7 Kelompok Dalil Dasar Keutamaan Membaca Al Fatiha Dalam hati

Dari gambar jelas bahwa membaca Al fatiha dalam hati adalah pilihan yang paling utama. Pilihan ini tidak melanggar satupun dari 7 kelompok dalil sebagai dasar membaca Al Fatiha dalam shalat.

Wallahu A’lam Bishawab

Semoga bermanfaat. 

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Kelompok Dalil Dasar Keutamaan Membaca Al Fatiha Dalam hati"

Posting Komentar