Hukum membaca Ayat Alquran setelah AlFatiha bagi makmum

Hukum membaca Ayat Alquran setelah AlFatiha

Hukum membaca Ayat Alquran bagi makmum ketika shalat adalah sebagai berikut :

1. Tidaklah sah shalat orang yang tidak membaca Al Fatihah dan surat (dari Al Qur'an) baik dalam shalat wajib maupun shalat-shalat yang lainnya (Sunan Tirmidzi 221); (Sunan Abu Daud 697); (Sunan Ibnu Majah 830)

2. Tidak sah shalat bagi siapa yang tidak membaca surat Al Fatihah dan ayat ketika shalat sendirian. (Sunan Abu Daud 700)

3. Setiap rakaat ada bacaannya. Bacaan Al fatiha sudah cukup dan akan lebih ditambah dengan ayat

4. Dilarang membaca ayat dibelakang imam kecuali Alfatiha. (Musnad Ahmad 17376, 19690, Sunan Tirmidzi 286, Sunan Nasa'i 911, Sunan Abu Daud 701, 702)

Sekilas hadits-hadits tentang membaca ayat kelihatan bertentangan. Namun jika dikaji secara keseluruhan, maka hal itu menjadi satu kesatuan yang utuh. oleh karenanya untuk memahaminya jangan dilihat dari perbedaan namun lihat sudut keutamaan.

Untuk Hukum membaca Ayat Alquran bagi makmum ketika shalat ini dapat dinyatakan bahwa keutamaan tersebut dapat diurutkan dari atas. Sehingga akhirnya akan menjadikan pilihan yang utama dalam bacaan ketika shalat adalah Membaca Al Fatiha dan surat dalam hati berbarengan (bersamaan tapi tidak sewaktu membaca Al Fatiha) bacaan Imam shalat. Lihat Bagaimana sebenarnya Hukum Membaca Alfatiha bagi makmum ketika Shalat berjama'ah sesuai Hadits?

Semoga dapat bermanfaat untuk bahan kajian selanjutnya dan pegangan kita dalam beribadah.

Adapun Hadits yang berkaitan dengan Hukum membaca Ayat Alquran bagi makmum ketika shalat adalah sebagai berikut

1. Tidaklah sah shalat orang yang tidak membaca Al Fatihah dan surat (dari Al Qur'an) baik dalam shalat wajib maupun shalat-shalat yang lainnya

سنن الترمذي ٢٢١: حدثنا سفيان بن وكيع حدثنا محمد بن الفضيل عن ابي سفيان طريف السعدي عن ابي نضرة عن ابي سعيد قال

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مفتاح الصلاة الطهور وتحريمها التكبير وتحليلها التسليم ولا صلاة لمن لم يقرا بالحمد وسورة في فريضة او غيرها

قال ابو عيسى هذا حديث حسن وفي الباب عن علي وعايشة قال وحديث علي بن ابي طالب في هذا اجود اسنادا واصح من حديث ابي سعيد وقد كتبناه في اول كتاب الوضوء والعمل عليه عند اهل العلم من اصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ومن بعدهم وبه يقول سفيان الثوري وابن المبارك والشافعي واحمد واسحق ان تحريم الصلاة التكبير ولا يكون الرجل داخلا في الصلاة الا بالتكبير قال ابو عيسى و سمعت ابا بكر محمد بن ابان مستملي وكيع يقول سمعت عبد الرحمن بن مهدي يقول لو افتتح الرجل الصلاة بسبعين اسما من اسماء الله ولم يكبر لم يجزه وان احدث قبل ان يسلم امرته ان يتوضا ثم يرجع الى مكانه فيسلم انما الامر على وجهه قال وابو نضرة اسمه المنذر بن مالك بن قطعة


telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Waki' berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Fudlail dari Abu Sufyan Tharif As Sa'di dari Abu Nadlrah dari Abu Sa'id ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pembuka shalat adalah bersuci, permulaannya adalah takbir, penutupnya adalah salam, dan tidaklah sah shalat orang yang tidak membaca Al Hamdulillah (Al Fatihah) dan surat (dari Al Qur'an) baik dalam shalat wajib maupun shalat-shalat yang lainnya." Abu Isa berkata: "Hadits derajatnya ini hasan. Dalam bab ini ada juga hadits dari Ali dan 'Aisyah." Abu Isa berkata: "Hadits Ali bin Abu Thalib dalam hal ini lebih baik sanadnya dan lebih shahih daripada hadits Abu Sa'id, dan kami telah menulisnya di awal kitab wudlu. Hadits ini diamalkan oleh ahli ilmu dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan orang-orang setelah mereka. Ini adalah pendapat Sufyan Ats Tsauri, bin Al Mubarak, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq. Yaitu, bahwa permulaan shalat adalah takbir, dan seseorang beluam terhitung masuk dalam shalat kecuali dengan takbir." Abu Isa berkata: "Aku mendengar Abu Bakar Muhammad bin Abban, penulis Waki', berkata: "Aku mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata: "Sekiranya seseorang membuka shalatnya dengan tujuh puluh nama Allah, namun ia tidak bertakbir, maka shalatnya tidak sah. Dan jika ia berhadats (batal dari suci) sebelum salam, maka aku akan memerintahkannya wudlu kemudian kembali ke tempatnya semula, setelah itu salam. Hanyasannya permasalahannya adalah di awalnya. Abu Isa berkata: "Abu Nadlrah namanya adalah Al Mundzir bin Malik bin Qutha'ah." (Sunan Tirmidzi 221)


سنن ابي داوود ٦٩٧: حدثنا ابن بشار حدثنا يحيى حدثنا جعفر عن ابي عثمان عن ابي هريرة قال

امرني رسول الله صلى الله عليه وسلم ان انادي انه لا صلاة الا بقراءة فاتحة الكتاب فما زاد

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Ja'far dari Abu Utsman dari Abu Hurairah dia berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku supaya aku menyerukan bahwa tidak sah shalat seseorang kecuali dengan membaca Al Fatihah dan selebihnya." (Sunan Abu Daud 697)


سنن ابن ماجه ٨٣٠: حدثنا ابو كريب حدثنا محمد بن الفضيل ح و حدثنا سويد بن سعيد حدثنا علي بن مسهر جميعا عن ابي سفيان السعدي عن ابي نضرة عن ابي سعيد قال

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا صلاة لمن لم يقرا في كل ركعة بالحمد لله وسورة في فريضة او غيرها


Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Fudlail. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa'id berkata: telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir semuanya dari Abu Sufyan As Sa'di dari Abu Nadlrah dari Abu Sa'id ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca AL HAMDULILLAH (Al Fatihah) dan surat dalam setiap raka'at, baik shalat fardlu atau yang lainnya. " (Sunan Ibnu Majah 830). Hadits ini dinilai Dhaif M Nashiruddin Al Albani dan Darussalam


2. Tidak sah shalat bagi siapa yang tidak membaca surat Al Fatihah dan ayat ketika shalat sendirian

سنن ابي داوود ٧٠٠: حدثنا قتيبة بن سعيد وابن السرح قالا حدثنا سفيان عن الزهري عن محمود بن الربيع عن عبادة بن الصامت

يبلغ به النبي صلى الله عليه وسلم لا صلاة لمن لم يقرا بفاتحة الكتاب فصاعدا

قال سفيان لمن يصلي وحده

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Ibnu Sarh keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Mahmud bin Ar Rabi' dari 'Ubadah bin As Shamit yang sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (sabdanya):
"Tidak sah shalat bagi siapa yang tidak membaca fatihatul kitab (surat Al Fatihah) dan selebihnya."
Sufyan berkata: "Bagi siapa yang shalat sendirian." (Sunan Abu Daud 700)

3. Setiap rakaat ada bacaannya. Bacaan Al fatiha sudah cukup dan akan lebih ditambah dengan ayat

صحيح البخاري ٧٣٠: حدثنا مسدد قال حدثنا اسماعيل بن ابراهيم قال اخبرنا ابن جريج قال اخبرني عطاء انه سمع ابا هريرة رضي الله عنه يقول في كل صلاة يقرا فما اسمعنا رسول الله صلى الله عليه وسلم اسمعناكم وما اخفى عنا اخفينا عنكم وان لم تزد على ام القران اجزات وان زدت فهو خير

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata: telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim berkata: telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata: telah mengabarkan kepadaku 'Atha bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata:

"Pada setiap rakaat ada bacaannya. Apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perdengarkan (keraskan) bacaannya kepada kami maka kamipun akan perdengarkan kepada kalian, dan apa yang Beliau sembunyikan (tidak mengeraskan bacaan) kepada kami, maka kamipun tidak mengeraskannya kepada kalian. Jika kalian tidak tambah selain Al Fatihah, maka itu sudah cukup. Namun bila kalian tambah setelahnya itu lebih baik." (Shahih Bukhari 730)

4. Dilarang mengikuti membaca Ayat

Secara umum hadits tentang larangan ini berkaitan atau sama hukum membaca Al fatiha. (Musnad Ahmad 17376, 19690, Sunan Tirmidzi 286, Sunan Nasa'i 911, Sunan Abu Daud 701, 702) untuk haditsnya lihat hukum membaca al fatiha

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum membaca Ayat Alquran setelah AlFatiha bagi makmum"

Posting Komentar