Kajian Hadats Buang Angin (1) kecil tapi bukan sepele

Dalam beberapa tulisan sebelumnya telah dijelaskan meluruskan pemahaman berwudhu. Dan berlanjut dengan penjelasan hubungan antara berwudhu dengan shalat. Bahwa tidak sah shalat tanpa berwudhu, dan tidak sah wudhu tanpa membaca bismillah (Nama Allah). Maka kajian berikut adalah berkaitan dengan yang membatalkan wudhu yaitu hadats.
Kajian Hadats Buang Angin (1) kecil tapi bukan sepele


Hadats yang dibahas yang disini dibatasi pada hadats kecil yaitu buang angin alias kentut. Kita mungkin sepele terhadap hadats kecil ini. Bahkan bisa jadi buang angin juga menjadi bahan tertawaan kita. 
Padahal Rasulullah SAW memberi nasehat kepada mereka terhadap kebiasaan tertawa lantaran kentut. Setelah itu, beliau bersabda: "Kenapa salah seorang dari kalian mentertawakan kentut yang juga biasa kalian lakukan?" (Shahih Bukhari 4561)
Memang aneh jika mentertawakan orang membuang angin. Padahal itu juga akan terjadi pada diri kita. Hal ini cukup keras diingatkan Rasulullah SAW, karena peringatan itu disebutkan bersamaan dengan khutbah 
Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka. } (Asy Syams: 12) "Muncul dari kalangan mereka seorang laki-laki terhormat, perangainya jahat dan mempunyai banyak pendukung di kalangannya, laki-laki itu seperti Abu Zum'ah." Kemudian beliau juga menyebut tentang wanita. Beliau bersabda: "Apakah layak salah seorang dari kalian memukul isterinya sebagaimana ia memukul seorang budak, namun di akhir petang malah menggaulinya?." (Shahih Bukhari 4561)
Hal ini menyiratkan bahwa buang angin bukanlah hal sepele atau remeh. Dan Hal ini juga diingatkan Rasulullah SAW hadits lain yang melarang shalat ketika seseorang menahan dua kotoran (kentut dan kencing). Peringatan ini disampaikan melalui riwayat Ummul Mukminin Aisyah RA, yaitu

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُصَلَّى بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seseorang shalat ketika makanan telah dihidangkan, dan jangan pula shalat dengan menahan dua kotoran (kentut dan kencing)." (Musnad Ahmad 23135 dan 23310)

Dari hadits di atas jelas bahwa buang angin bisa terjadi ketika dalam shalat. Dan kentut dinyatakan sebagai kotoran yang tidak boleh ditahan. Oleh karenanya tidak heran jika dalam dunia kesehatan modern juga menilai bahwa menahan kentut tidak baik bagi kesehatan seperti menyebabkan kembung, kanker dan lainnya.

Tidak salah jika bahasan tentang hadats kecil juga perlu menjadi perhatian. Terutama ketika kita sedang bermasalah dengan perut, mungkin kita sering menjadi bimbang, ragu dan bingung, apakah sudah buang angin atau belum? Apakah sudah batal atau belum?

Sehingga bukan tidak mungkin kita akan mengulang berwudhu hingga tiga atau empat kali hanya untuk menyelesaikan sebuah shalat. 

Oleh karenanya hal-hal yang perlu menjadi perhatian berkaitan dengan hadats kecil buang angin antara lain yaitu :
  1. Dilarang menahan kentut dan kencing ketika akan shalat 
  2. Bahwa buang angin atau kentut bukan hal yang memalukan, karena memang hal itu adalah kebenaran.
  3. Kentut bukan hanya karena sakit perut, namun bisa juga terjadi karena godaan setan. Lihat tulisan Godaan syetan ketika shalat
  4. Hikmah Berwudhu ketika berhadats yang berulang-ulang
Untuk nomor 1 telah dijelaskan diatas  ini, sedangkan tulisan ke-(2), (3), dan (4)  dibuatkan dalam tulisan terpisah dan dapat dilihat langsung.

Demikian sekilas pembahasan Kajian Hadats Buang Angin, semoga bermanfaat.

subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kajian Hadats Buang Angin (1) kecil tapi bukan sepele"

Posting Komentar