Kajian Hadats Buang angin (2) bukanlah perkara memalukan

Dalam tulisan sebelumnya telah disampaikan tentang perlunya pembahasan hadats kecil buang angin. Islam melarang shalat dengan menahan kentut dan kencing. Dan Rasulullah juga mempertanyakan orang yang mentertawakan orang yang buang angin. Hal ini menggambarkan bahwa buang angin bukan yang tabu atau memalukan dalam islam.

Tidak dipungkuri bahwa masih terdapat adat yang menganggap bahwa membuang angin termasuk perilaku yang tidak sopan. Dan anggapan Ini masih ada hingga kini. Seperti kejadian juni 2016 seorang pesepakbola swedia Adam Lindin yang dikeluarkan wasit Dany Kako dari lapangan karena tidak sopan dengan kentut dilapangan. 
Kajian Hadats Buang angin (2) bukanlah perkara memalukan

Padahal seiring perkembangan zaman dalam dunia kesehatan pandangan tidak sopan itu tidak lagi berlaku. Buang angin atau kentut dalam dunia kesehatan adalah kotoran yang dapat menyebabkan penyakit mulai kembung, kanker dan lainnya. Oleh karenanya kentut lebih baik tidak ditahan. 

Dan Islam dari awal telah mengajarkan bahwa kentut bukanlah hal yang memalukan. Oleh karena kita dilarang untuk shalat ketika menahan dua kotoran yaitu kencing dan kentut. Padahal kita ketahui bahwa shalat adalah ibadah utama dan yang pertama dihisab serta berkedudukan sebagai tiangnya agama, kentut tidak dianggap hal tabu. Ketika seseorang kentut dalam shalat bukanlah hal yang tercela, baginya hanya diwajibkan berwudhu kembali. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Ali Bin Abi Thalq RA.yaitu

سنن الدارمي ١١٢١: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ عِيسَى بْنِ حِطَّانَ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ سَلَّامٍ الْحَنَفِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ طَلْقٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحْدَثَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَنْصَرِفْ وَلْيَتَوَضَّأْ ثُمَّ يُصَلِّي وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَدْبَارِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ سُئِلَ عَبْد اللَّهِ عَلِيُّ بْنُ طَلْقٍ لَهُ صُحْبَةٌ قَالَ نَعَمْ
Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Yahya telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad dari 'Ashim Al Ahwal dari 'Isa bin Hiththan dari Muslim bin sallam Al Hanafi dari Ali bin Thalq ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian berhadats saat shalat hendaklah ia pergi wudlu, kemudian shalatlah kembali." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: "Janganlah kalian menggauli para wanita pada dubur-dubur mereka, sesungguhnya Allah subhanallahu wa ta'ala tidak pernah malu atas sebuah kebenaran." Abdullah ditanya, "Apakah Ali bin Thalq memiliki isteri?" ia menjawab: "Ya." (Sunan Darimi 1121)

Demikian juga dalam hadits dari Riwayat Ali Bin Abi Thalib RA.

مسند أحمد ٦٢٠: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مُسْلِمٍ الْحَنَفِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَكُونُ بِالْبَادِيَةِ فَتَخْرُجُ مِنْ أَحَدِنَا الرُّوَيْحَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ إِذَا فَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَعْجَازِهِنَّ وَقَالَ مَرَّةً فِي أَدْبَارِهِنَّ
Telah menceritakan kepada kami Waki' Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik Bin Muslim Al Hanafi dari bapaknya dari Ali, dia berkata: Seorang arab badui datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya kami berada di daerah pedalaman, lalu salah seorang dari kami mengeluarkan bau (kentut)." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak malu dari kebenaran, apabila salah seorang melakukan itu, maka hendaknya dia berwudlu, dan janganlah kalian menggauli istri-istri kalian di belakang-belakang mereka." Dan kesempatan lain beliau bersabda: "Di dubur-dubur mereka" (Musnad Ahmad 620)
Dari Hadits jelas dinyatakan bahwa seseorang yang ketika shalat berhadats hendaklah ia pergi wudlu, kemudian shalatlah kembali. Disamping terdapat penekanan bahwa Allah Azza wa Jalla tidak malu dari kebenaran dan larangan menggauli istri-istri kalian di belakang-belakang (dubur-dubur) mereka.

Demikian tulisan Buang angin bukanlah perkara yang memalukan, semoga bermanfaat.

SUBHANAKA ALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUBU ILAIK.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kajian Hadats Buang angin (2) bukanlah perkara memalukan"

Posting Komentar