Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (2) Ayat atau Bukan Ayat Alquran

Anda yang telah membaca tulisan sebelumnya Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (1) tentu telah mengetahui 4 perbedaan hukum Basmallah berdasarkan 4 mahzab. Maka pada bagian tulisan ini, kita akan melihat perbedaan yang pertama yaitu apakah Kalimat basmallah termasuk Ayat atau bukan ayat Alquran.

Dari gambar sebelumnya terlihat bahwa dua mahzab yaitu hanafi dan maliki menyatakan bahwa kalimat bukan termasuk ayat Alquran. Pendapat ini berpijak dari surat An Naml ayat 30

إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 27:30)

Berdasarkan ayat tersebut, ulama mahzab maliki dan hanafi menyatakan basmallah bukan ayat namun bagian dari ayat. yaitu bagian dari ayat ke-30 surat An Naml. Dan kalimat Basmallah berfungsi sebagai pemisah antara surat.

Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (2) Ayat atau Bukan Ayat Alquran


Kalimat Basmalah sebagai Bagian dari Ayat

Dalam hal termasuk Ayat Alquran atau tidak, penulis menyatakan bahwa kalimat basmalah adalah ayat alquran dan sekaligus bagian ayat alquran. Kedudukannya sebagai bagian ayat, penulis sepakat dengan mahzab Maliki dan Hanafi yangs secara jelas disebutkan dalam surat An Naml ayat 30. namun 

Kalimat Basmalah sebagai Ayat

Kalimat Basmallah sebagai ayat dapat dilihat melalui dua fungsinya sebagai ayat pembuka surat dan pembatas antar surat.

Kalimat Basmalah sebagai ayat alquran yang berfungsi sebagai awal (ayat pembuka) surat, dapat dinyatakan melalui penafsiran dengan surat yang sama yaitu An Naml ayat 30. Surat tersebut menjelaskan bahwa surat Nabi Sulaiman menulis surat yang isinya بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. Dan surat ini dikirimkan kepada Ratu Balqis melalui burung hud-hud. Dari surat Hal ini tentu dapat ditafsirkan bahwa Kalimat Basmallah merupakan pembuka surat Nabi Sulaiman. Dan isi secara lengkap surat tidak disebutkan dalam Alquran, sehingga dalam surat An Naml selanjutnya surat Nabi sulaiman dibahas oleh Ratus Balqis dengan meminta pendapat para pembesar negerinya.

Hal ini menjelaskan bahwa Alquran memberikan penekanan terhadap kalimata basamalah sebagai inti dari surat nabi Sulaiman. Oleh karenanya kalimat Basmallah selain merupakan bagian dari ayat ke-30 surat An Naml juga berkedudukan sebagai ayat Alquran tersendiri yang berfungsi sebagai ayat pembuka surat. 

Penegasan kalimat basmallah sebagai ayat pembuka surat juga dapat kita perhatikan melalui hadits yang diriwayatkan dari anas bin Malik berikut :

بينا رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم بين اظهرنا اذ اغفى اغفاءة ثم رفع راسه متبسما فقلنا ما اضحكك يا رسول الله قال انزلت علي انفا سورة فقرا بسم الله الرحمن الرحيم
{ انا اعطيناك الكوثر فصل لربك وانحر ان شانيك هو الابتر }
Pada suatu hari ketika Rasulullah di antara kami, tiba-tiba beliau tertidur, kemudian mengangkat kepalanya dalam keadaan tersenyum, maka kami bertanya, 'Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab, 'Baru saja diturunkan kepadaku suatu surat, lalu beliau membaca, 'Bismillahirrahmanirrahim, Inna A'thainaka al-Kautsar Fashalli Lirabbika Wanhar, Inna Syani'aka Huwa al-Abtar, ' (Shahih Muslim 607) hadits yang hampir sama juga disebutkan dalam (Sunan Abu Daud 666) dan (Sunan Nasa'i 894) 
Hadits diatas menjelaskan bahwa surat al kausar diturunkan secara lengkap dan didahului oleh kalimat basmallah. Kedudukannya ini menyiratkan bahwa kalimat basmalah ini sama seperti ketiga ayat al al kautsar sebagai ayat pembuka surat. Pernyataan bahwa kalimat Basmalah adalah pembuka surat juga diterapkan oleh Rasulullah SAW, Abu Bakkar RA dan Abdullah Ibnu Umar RA ketika menulis surat. Selengkapnya dapat dilihat Insya Allah dalam tulisan hadist tentang Kalimat Basmallah sebagai pembuka surat Rasulullah dan para sahabat.

Disamping sebagai pembuka surat, Kalimat Basmallah juga berfungsi sebagai pemisah antar surat. Kalimat Basmallah diturunkan dengan tujuan sebagai pemisah antar surat. Hal ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa 

كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يعرف فصل السورة حتى تنزل عليه بسم الله الرحمن الرحيم
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengetahui pemisah antar surat hingga diturunkan kepada beliau "Bismillahir Rahmanir Rahim" (dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang)." (Sunan Abu Daud 669)
Oleh karenanya kalimat Basmallah menjadi ayat pembuka dalam 1 (satu) surat dan pemisah 112 (seratus dua belas) surat Alquran. Sedangkan khusus surat At taubah atau Al Baraa’ memiliki hukum khusus yang mengaturnya.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Kalimat Basmallah merupakan bagian dari ayat ke-30 surat Al Naml sekaligus ayat Alquran tersendiri. Sebagai ayat Alquran, kalimat Basmallah berkedudukan sebagai ayat pembuka surat sekaligus berfungsi sebagai pemisah antar surat.

catatan : Insya Allah Kedudukan Basmallah termasuk ayat al fatiha atau tidak akan dibahas selanjutnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (2) Ayat atau Bukan Ayat Alquran"

Posting Komentar