Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (4) Cara Membacanya

Dalam tulisan sebelumnya pad bagian ketiga telah dijelaskan bahwa perbedaan Hukum Basmallah berawal dari penafsiran Basmallah termasuk ayat Alquran atau bukan, ayat Al fatiha atau bukan. Setelah diteliti ternyata ada perbedaan penggunaan dalil, yaitu menyamaratakan hadits membaca al fatiha ketika shalat dengan di luar shalat. Oleh karenanya perlu mengambil dalil hadits yang sesuai dengan konteksnya. 

Pada bagian keempat ini pembahasan meliputi cara membaca Basmallah ketika Shalat. Dan Cara membaca Basmalah ketika shalat dapat dibagi dalam lima kelompok, yaitu sebagai berikut :

A. Kelompok hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah dan para sahabat belum pernah/ tidak pernah membaca 'Bismillahirrahmanirrahim dalam shalatnya

1. dari Anas bin Malik: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman, belum pernah membaca, 'Bismillahirrahmanirrahim dalam shalatnya (Shahih Muslim 605), (Musnad Ahmad 12345, 13386) dan (Muwatha' Malik 164)

2. dari Anas bin Malik: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar belum pernah membaca, 'Bismillahirrahmanirrahim dalam shalatnya (Sunan Nasa'i 896)

3. dari Anas bin Malik: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman tidak membuka bacaan dengan 'Bismillahirrahmanirrahim dalam shalatnya. (Musnad Ahmad 13447)

4. dari Anas bin Malik: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman tidak membuka dan mengakhiri bacaan Al fatiha dengan 'Bismillahirrahmanirrahim dalam shalatnya. (Shahih Muslim 606), (Musnad Ahmad 12858)


B. Kelompok hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah dan para sahabat memulai bacaan shalatnya dengan Alhamdulillahi rabbil 'aalamin. Hadits ini berasal dari Anas bin Malik, Aisyah dan Abu hurairah

1. dari Anas bin Malik : Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman, mereka semua memulai bacaannya/membuka shalat dengan Alhamdulillahi rabbil 'aalamin (Sunan Abu Daud 664) (Musnad Ahmad 11692)

2. dari Anas bin Malik: Nabi Shallallahu 'alihi wa sallam dan Abu Bakar dan Umar Radliyallahu'anhuma memulai bacaan shalatnya dengan membaca: 'Alhamdulillah Rabbil 'Alamin. (Sunan Nasa'i 892) (Sunan Nasa'i 893)

3. dari Aisyah : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulai bacaan shalatnya dengan Alhamdulillahi rabbil 'aalamin (Sunan Ibnu Majah 804) (Musnad Ahmad 23647, 24213, 25198) 

4. dari Abu Hurairah : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulai bacaannya dengan Alhamdulillahi rabbil 'aalamin (Sunan Ibnu Majah 806)



C. Kelompok hadits yang menegur orang yang membaca Bismillahirrahmaanirrahiim ketika shalat, menyatakannya sebagai bid’ah. Hal tersebut tidak dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman. 

Hadits ini dari Abdullah bin Mughaffal (Sunan Nasa'i 898) hadits dari An Nasa’i bagi sebagian ahli hadits dinilai dhaif dan hasan namun masih ada dua hadits lain yang dapat dijadikan dalil yaitu (Musnad Ahmad 16184 dan 19650)


D. Kelompok hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW dan sahabat tidak mengeraskan bacaan 'Bismillahirrahmanirrahim

Hadits ini juga berasal dari riwayat Anas bin Malik sebagaimana terdapat dalam kelompok A dan B. Namun dalam kelompok ini Anas bin Malik diriwayatkan menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman tidak mengeraskan bacaan 'Bismillahirrahmanirrahim dalam shalatnya. (Musnad Ahmad 12380) (Sunan Nasa'i 897) dan (Musnad Ahmad 13284). Dan Hadits ini dapat memiliki 3 penafsiran yaitu :

1. Membaca Bismillahirrahmaanirrahiim dengan suara lirih (tidak terdengar)
2. Membaca Bismillahirrahmaanirrahiim dalam hati
3. Tidak membaca Bismillahirrahmaanirrahiim


E. Hadits yang menyatakan bahwa Shalat tasbih membaca Al fatiha dengan diawali dengan ta’awudz dan basmallah (Sunan Tirmidzi 443). Hal ini berarti ta’awudz dan basmallah dibaca dalam shalat yang khusus yaitu shalat tasbih.

Berdasarkan lima kelompok jenis hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa pendapat yang paling kuat adalah tidak membaca Bismillahirrahmaanirrahiim ketika shalat. Hal ini dapat dilihat dari tiga kelompok hadits A, B dan C. Kelompok hadits A dan B sejalan menyatakan bacaan Alfatiha tidak membaca Basmallah dan dimulai Alhamdulillah. Dan kelompok C justeru mempertegas dengan menegur orang yang membaca basmallah dalm shalat dan menyatakannya sebagai perkara bid’ah. Hal ini juga diperkuat dengan hadits qudsi dari riwayat Abu hurairah kedudukan al Fatiha dalam shalat . Lihat tulisan  bacaan Al fatiha merupakan dialog hamba dengan Allah

Oleh karena itu cara membaca Alfatiha ketika shalat dapat diurutkan dari atas berdasarkan tingkat yang paling utama yaitu sebagai berikut :

1. Tidak membaca Bismillahirrahmaanirrahiim
2. membaca Bismillahirrahmaanirrahiim dalam hati
3. membaca Bismillahirrahmaanirrahiim dengan sirr (lirih)
4. membaca ta’awudz dan Bismillahirrahmaanirrahiim dengan jelas
Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (4) Cara Membacanya

Hal ini hampir merangkum pemahaman  4 mahzab terkait hukum membaca basmallah dalam Shalat. untuk membaca hadits yang terkait dalam tulisan ini, selengkapnya dapat dilihat dalam lima hadits hukum cara membaca Al Fatiha dalam shalat
Semoga bermanfaat dan berkah serta menjadikan shalat kita benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meluruskan dan Mendamaikan Perbedaan Hukum Basmallah (4) Cara Membacanya"

Posting Komentar