Meluruskan Pemahaman Dosa Syirik Tidak Diampuni

Anda yang telah mengikuti mengikuti tulisan tentang mengenal Ibadurrahman. tentu telah mengetahui 10 ciri dan amalan para ibadurrahman yag telah disebutan dalam tulisan keempat . Yaitu para penghuni surga tanpa melalui siksa neraka terlebih dahulu. Pada ciri ketiga disebutkan bahwa orang tersebut tidak berbuat syirik, tidak membunuh jiwa yang diharamkan dan tidak berzina kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh. Bagi orang yang bertaubat, maka kejahatannya akan diganti Allah dengan kebajikan. Sebaliknya jika ia tidak bertaubat, maka ia akan mendapatkan azab yang berlipat ganda pada hari kiamat , dia kekal didalamnya serta dalam keadaan terhina.
Meluruskan Pemahaman Dosa Syirik Tidak Diampuni


Hal tersebut disebutkan dalam surat alfurqaan ayat 68-70

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 25:68-70)
Jika kita cermati bahwa ibadurahman adalah penghuni surga yang tidak melalui siksa neraka dan banyak kelebihan lainnya yang telah disebutkan sebelumnya. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, padahal ia seseorang pelaku dosa syirik? Karena dari dulu sepertinya kita sering dikatakan bahwa dosa syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak terampuni. Sementara disini disebutkan bahwa pelaku dosa syirik tersebut tidak diazab dalam neraka bahkan masuk surga dengan martabat yang tinggi.

Memang benar dan tepat bahwa dosa syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak diampuni oleh Allah SWT. Hal ini berangkat dari surat An Nisaa ayat 48 dan 116

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. 4:48)
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.  (QS. 4:116)

Kedua ayat dalam surat An Nisaa di atas jelas menyatakan bahwa Allah tidak mengampuni dosa syirik. Namun jika dikaji bahwa dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah jika orang tersebut tidak bertaubat. Dan tidak disebut orang tersebut bertaubat Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah.(QS. 4:146).

Oleh karena jika diperbandingkan dosa syirik dalam surat Al Furqaan adalah dalam kondisi bertaubat. Sedangkan dalam surat an Nisaa dalam kondisi bagi orang yang tidak bertaubat. Dalam kondisi tidak bertaubat berarti amal ibadahnya tidak diterima sekalipun yang berfungsi sebagai penghapus dosa. Sementara ketika bertaubat, maka Allah akan mengganti kejahatan yang telah dilakukan dengan kebajikan.

Dengan uraian diatas jelas bahwa siapapun kita dan apapun yang kita telah lakukan jangan berputus asa dengan ampunan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hal ini juga telah dijelaskan dalam surat Az Zumar

۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 39:53)

Oleh karenanya segeralah bertaubat, jangan tunggu hari esok. Kita tidak tahu kapan azal kita menjemput. Karena Allah tidak akan menerima taubat orang diujung azal menjelang. 
bahwa Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS. 4:18)
Demikian tulisan singkat ini dapat Meluruskan Pemahaman Tidak Diampuninya Dosa Syirik. Namun tulisan ditafsirkan sebagai bentuk memperingan dosa syirik. Dosa Syirik jelas dosa terbesar bagi umat manusia. Semoga dapat membawa manfaat
Wallahu A'lam Bishawab

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meluruskan Pemahaman Dosa Syirik Tidak Diampuni "

Posting Komentar