Hikmah Sunnah Makan dan Tidur Siang setelah Shalat Jum’at

Terdapat sunnah atau kebiasaan Nabi SAW yang berbeda dari hari biasanya yaitu sunnah pada hari jum’at. yaitu makan siang dan tidur siang sebentar dilakukan setelah shalat jum’at. 

مَا كُنَّا نَتَغَذَّى فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا نَقِيلُ إِلَّا بَعْدَ الْجُمُعَةِ

"Kami tidak makan siang dan tidak Qailulah (tidur sebelum Dzuhur) pada masa Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam kecuali setelah shalat Jum'at." Sunan Tirmidzi 483. Hadits sejenis juga terdapat dalam Musnad Ahmad 21780 yang menyatakan Sahl bin Sa'd biasa tidur siang dan makan setelah shalat jum'at bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Hikmah Sunnah Makan dan Tidur Siang setelah Shalat Jum’at

Dan pada hadits lainnya yang juga diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd yaitu : 
  1. Dulu kami benar-benar merasa senang di hari Jum'at. Kami memiliki seorang nenek yang telah tua. Biasanya ia mengambil ubi lalu meletakkannya di dalam periuk miliknya dan menambahkan pula biji-bijian dari gandum. Setelah shalat Jum'at kami selalu mengunjunginya, sehingga sang nenek pun menyuguhkan ubi serta biji-bijian itu untuk kami. Karena itulah hari Jum'at, adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami. Kami tidak pernah menyantap makan siang dan tidak pula tidur, kecuali setelah Jum'at. Demi Allah di situ tak ada lemak, tidak pula bubur tepung mengandung lemak. Shahih Bukhari 4984:
  2. Dari hadits diatas terdapat dua kebiasaan Rasulullah SAW yaitu makan siang dan tidur siang sebentar dilakukan setelah shalat jum’at. Berbeda dengan hari lainnya tidur siang sebentar dilakukan sebelum shalat dzuhur. Oleh karena itu perbedaan kebiasaan tersebut pada hari jum’at tentu memilki hikmah dibalik itu.

Hikmah keduanya dapat diihat melalui hadits berikut
  1. dari Ibnu Umar dan Ibnu 'Abbas, bahwa keduanya menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: bahwa beliau bersabda saat beliau berada di atas mimbar: "Hendaklah suatu kaum meninggalkan kebiasaan meninggalkan Jum'at atau Allah 'azza wajalla akan mengunci mati hati mereka dan akan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang lalai." (Musnad Ahmad 2025) Hadits sejenis juga terdapat dalam hadits nomor 2935.
  2. dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mandi pada hari Jum'at sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju Masjid, maka dia seolah berkurban seekor unta. Dan barangsiapa datang pada kesempatan (saat) kedua maka dia seolah berkurban seekor sapi. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) ketiga maka dia seolah berkurban seekor kambing yang bertanduk. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) keempat maka dia seolah berkurban seekor ayam. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kelima maka dia seolah berkurban sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut)." (Shahih Bukhari 832)

Dari kedua hadits tersebut dapat diambil kesimpulan hikmah dari Sunnah Makan dan Tidur Siang setelah Shalat Jum’at adalah sebagai berikut :
  1. Agar tidak termasuk orang yang lalai karena tertidur dapat meninggalkan shalat jum’at.
  2. Agar tidak terlambat ke masjid karena ada keutamaan yang bertingkat bagi orang-orang yang mendatangi shalat jumat
  3. Agar dapat mengikuti khutbah jum’at dengan baik, tidak mengantuk karena perut yang telah terisi penuh.
Demikian setidaknya terdapat tiga hikmah dari Sunnah Makan dan Tidur Siang setelah Shalat Jum’at. Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memanfaatkan setiap keutamaan dalam amalan dan ibadah.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Hikmah Sunnah Makan dan Tidur Siang setelah Shalat Jum’at"

  1. itu juga berarti bahwa sholat Jum'at selesai sebelum matahari tergelincir

    terima kasih akan saya jadikan tambahan refereensi di blog saya

    https://dhuhur-setelah-jumat.blogspot.co.id/

    BalasHapus