Meluruskan Pemahaman sya’ban (6) Cara Berpuasa Rasulullah SAW

Berpuasa pada bulan sya’ban memang berbeda dari bulan lainnya. Terdapat hari yang diwajibkan, disunnahkan dan juga dilarang untuk berpuasa. Hal ini telah digambarkan dalam beberapa tulisan sebelumnya. Bahkan ada juga hari dibolehkan berpuasa dengan bersyarat yaitu puasa nisfu dan akhir sya’ban. Kedua puasa ini diperbolehkan jika sudah berpuasa di awal bulan sya’ban atau pernah berpuasa pada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini telah dijelaskan pada tulisan bagian kelima.

Dan pada tulisan pada bagian keenam ini, akan disampaikan bahwa puasa bersyarat yang terdapat puasa nisfu dan akhir bulan sya’ban dapat diihat melalui cara Rasulullah berpuasa. 

Rasulullah SAW terbiasa berpuasa setiap bulannya, namun banyaknya hari berpuasa pada bulan sya’ban lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Karena Rasulullah mencintai amalan yang kontinu walaupun sedikit. 

مسند أحمد ٢٤٩٢٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ وَأَبُو عَامِرٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ
لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ السَّنَةِ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ وَكَانَ يَقُولُ خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّهُ كَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ كَانَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً دَاوَمَ عَلَيْهَا

Telah menceritakan kepada kami Abdushshomad dan Abu Amir Al Ma'na, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Salamah berkata: Aisyah berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa pada setiap tahunnya melebihi puasanya di bulan Sya'ban. Karena beliau berpuasa penuh di bulan Sya'ban. Beliau bersabda: 'Lakukanlah amalan yang kalian mampui, karena Allah tidak akan pernah bosan hingga kalian bosan. Sesungguhnya amal perbuatan yang paling dicintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah yang kontinyu dilakukan sekalipun sedikit.' Dan, apabila beliau shalat beliau menekuninya." (Musnad Ahmad 24928, 23819 dan 24382)

Kecintaan Rasulullah pada amalan yang kontinu terlihat dari hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa beliau menjaga puasa sya’ban dan senin kamis.
  1. dari Aisyah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. sangat menjaga puasa sya'ban, dan puasa senin dan kamis. (Musnad Ahmad 23369)
  2. dari Aisyah Berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berpuasa (puasa) Sya'ban dan beliau sangat menjaga puasa hari kamis dan senin." (Musnad Ahmad 23443)
  3. dari Aisyah dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa di bulan Sya'ban dan Ramadlan serta memilih berpuasa pada hari senin dan kamis." (Sunan Nasa'i 2158)

Senangnya Rasulullah berpuasa pada bulan sya’ban dan senin kamis juga karena alasan yang sama yaitu sama-sama waktu amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam. Hal ini disebutkan dalam hadits sebagai berikut :
  1. dari Usamah bin Zaid bahwa dia berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya'ban?" Beliau bersabda: "Itulah bulan yang manusia lalai darinya: -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadlan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa." (Sunan Nasa'i 2317)
  2. dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Pada hari senin dan kamis semua amalan dinaikkan kepada Allah ta'ala, maka saya lebih suka amalanku dinaikkan kepada-Nya ketika saya sedang berpuasa"
Oleh karena dalam hadist lainnya dinyatakan bahwa Rasulullah SAW berpuasa sya’ban secara penuh digandeng dengan memilih berpuasa senin kamis. 

سنن النسائي ٢١٥٧: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ عَنْ بَقِيَّةَ قَالَ حَدَّثَنَا بَحِيرٌ عَنْ خَالِدٍ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ الصِّيَامِ فَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ وَيَتَحَرَّى صِيَامَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Telah mengabarkan kepadaku 'Amr bin 'Utsman dari Baqiyyah dia berkata: telah menceritakan kepada kami Bahir dari Khalid dari Jubair bin Nufair bahwasanya seorang lelaki bertanya kepada 'Aisyah ia menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa di bulan Sya'ban semuanya (satu bulan penuh) dan memilih berpuasa pada hari senin dan kamis." (Sunan Nasa'i 2157)
Meluruskan Pemahaman sya’ban (6) Cara Berpuasa Rasulullah SAW

Oleh karenanya dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa 
  1. Sesungguhnya amal perbuatan yang paling dicintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah yang kontinyu dilakukan sekalipun sedikit
  2. Senangnya Rasulullah berpuasa pada bulan sya’ban dan senin kamis karena alasan yang sama yaitu sama-sama waktu amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam
  3. Dalam mengerjakan amalan dilakukan sesuai kemampuan. Dan Rasulullah mencontohkan puasa Sya’ban dengan mengandeng puasa senin kamis dan juga secara penuh.
Demikian tulisan Meluruskan Pemahaman sya’ban (6) Cara Berpuasa Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya.

subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meluruskan Pemahaman sya’ban (6) Cara Berpuasa Rasulullah SAW"

Posting Komentar