Anjuran Rasulullah untuk Wanita di Hari raya Ied sekalipun sedang Haid

Pesan ini memang ditujukan untuk para wanita di hari raya Iedul adha atau Fitri. Namun bukan berarti tidak berlaku untuk para laki-laki, karena makna pesan dalam hadits ini bersifat adalah umum. Disebutkan untuk para wanita sekalipun sedang haid, menandakan bahwa pentingnya makna dibalik pesan haditsnya.

 Anjuran Rasulullah untuk Wanita di Hari raya Ied sekalipun sedang Haid

Disebutkan dalam hadits yang bersumber Abu Sa'id Al Khudri bahwa Wanita adalah orang yang paling banyak dineraka, karenanya Rasulullah menganjurkan untuk bersedekah di hari Ied. Anjuran ini disampaikan pada saat Rasulullah melewati para wanita ketika keluar menuju shalat ied adha atau fitri. Selengkapnya hadits ini adalah sebagai berikut :

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari raya 'Idul Adlha atau Fithri keluar menuju tempat shalat, beliau melewati para wanita seraya bersabda: "Wahai para wanita! Hendaklah kalian bersedekah, sebab diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka." Kami bertanya: "Apa sebabnya wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Kalian banyak melaknat dan banyak mengingkari pemberian suami. Dan aku tidak pernah melihat dari tulang laki-laki yang akalnya lebih cepat hilang dan lemah agamanya selain kalian." Kami bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, apa tanda dari kurangnya akal dan lemahnya agama?" Beliau menjawab: "Bukankah persaksian seorang wanita setengah dari persaksian laki-laki?" Kami jawab: "Benar." Beliau berkata lagi: "Itulah kekurangan akalnya. Dan bukankah seorang wanita bila dia sedang haid dia tidak shalat dan puasa?" Kami jawab: "Benar." Beliau berkata: "Itulah kekurangan agamanya." (Shahih Bukhari 293)
Seorang wanita bila sedang haid, maka dilarang baginya untuk shalat. Sedangkan masuk kedalam masjid bagi wanita yang haid, para ulama berbeda pendapat. Sebagian membolehkan sebagian melarangnya. Dan memang خَيْرُ صَلَاةِ النِّسَاءِ فِي قَعْرِ بُيُوتِهِنَّ Sebaik-baik shalat wanita adalah di rumah-rumah mereka. (Musnad Ahmad 25358)

Namun berbeda ketika hari raya Ied baik iedul fitri dan Adha. Rasulullah memerintahkan agar para wanita shalat shalat hari raya Ied diluar rumah meskipun dia seorang wanita yang sedang dipingit. Bahkan jika wanita tersebut sedang haid, Rasulullah SAW memerintahkan untuk ikut menyaksikan kebaikan dan mendo'akan Kaum Muslimin dengan posisi agak menjauh dibelakang barisan shalat. Dan jika wanita itu tersebut tidak memiliki jilbab untuk menutup Auratnya, agar wanita yang lain meminjamnya. Hal in disebut di beberapa hadits, diantaranya adalah sebagai berikut :

"Kami diperintahkan untuk mengajak keluar (wanita) haid dan wanita yang sedang dipingit pada dua hari raya, sehingga mereka bisa menyaksikan jama'ah kaum Muslimin dan mendo'akan mereka, lalu menjauhkan wanita-wanita haid dari tempat shalat mereka." Seorang wanita berkata: "Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab?" Beliau menjawab: "Hendaklah temannya meminjamkan jilbab miliknya kepadanya." (Shahih Bukhari 338) dalam hadits Bukhari 313 disebutkan bahwa wanita haid dibolehkan hadir karena mereka juga dibolehkan hadir di 'Arafah ketika ibadah haji. Namun posisinya disebutkan dalam hadits Shahih Muslim bahwa merea berada di belakang jamaah dan ikut bertakbir bersama mereka.

Oleh karena berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Keluar menuju tempat dan melaksanakan shalat hari raya Ied baik Ieul fitri maupun iedul adha sangat dianjurkan (diwajibkan) Rasulullah SAW baik laki-laki maupun wanita.
  2. Kuatnya anjuran ini terlihat dari perintah shalat untuk wanita sekalipun ia sedang dipingit.
  3. Bahkan jika seorang wanita sedang haid, dianjurkan untuk ikut ke tempat shalat. Mereka memang tidak melaksanakan shalat, namun ikut mendoakan dan bertakbir. Dan posisi mereka sedikit menjauh dibelakang barisan shalat. Dan mereka wajib menggunakan jilbab, dan jika tidak memiliki, agar saudarinya meminjamkannya.
  4. Bersedekah di hari ied baik laki-laki maupun wanita. Khusus wanita diberikan penekanan lebih karena kaum mereka adalah penghuni neraka yang paling banyak.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allahu akbar Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd

Selamat Hari Raya Iedul Fitri semoga hari kemenangan dapat menjadi kemenangan kita semua. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf lahir dan bathin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Anjuran Rasulullah untuk Wanita di Hari raya Ied sekalipun sedang Haid"

Posting Komentar