Lima Alasan Tarawih Berjama’ah disebut Sebaik-baik Bid’ah

Jika umat saat ini selalu menyangkal jika amalan atau ibadah yang dikerjakannya disebut bid’ah. Walaupun jelas amalan dan ibadahnya tidak pernah dilakukan Rasulullah. Dan untuk mempertahankan amalan tersebut, terkadang dimunculkan dalil terkesan disambung-sambungkan atau di ada-adakan.

Berbeda dengan sikap Khalifah 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu yang justeru menyatakan Tarawih berjama’ah yang diperintahkannya termasuk bid’ah. 


صحيح البخاري ١٨٧١: وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ

خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِي يَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنْ الَّتِي يَقُومُونَ يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ

Dan dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata: "Aku keluar bersama 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu pada malam Ramadhan menuju masjid, ternyata orang-orang shalat berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah, ada yang shalat sendiri dan ada seorang yang shalat diikuti oleh ma'mum yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang. Maka 'Umar berkata: "Aku pikir seandainya mereka semuanya shalat berjama'ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik". Kemudian Umar memantapkan keinginannya itu lalu mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah yang dipimpin oleh Ubbay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam yang lain dan ternyata orang-orang shalat dalam satu jama'ah dengan dipimpin seorang imam, lalu 'Umar berkata: "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini. Dan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam, yang ia maksudkan untuk mendirikan shalat di akhir malam, sedangkan orang-orang secara umum melakukan shalat pada awal malam. (Shahih Bukhari 1871)

Jika kita pakai analogi ibadah yang tidak ada tuntunan secara jelas dan tegas yang berkembang saat ini, maka tarawih berjama’ah bukanlah sepenuhnya bid’ah. Karena Rasulullah SAW memang pernah melakukan shalat tarawih berjama’ah namun tidak setiap hari dalam bulan Ramadhan. Namun tetap saja Umar bin Al Khaththob RA. secara tegas menyatakan bahwa tarawih berjama’ah yang diperintahkannya adalah sebaik-baik bid’ah. Pada jelas-jelas disebutkan Rasulllah bahwa Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid'ah adalah sesat." (Shahih muslim 1435)

Lima Alasan Tarawih Berjama’ah disebut Sebaik-baik Bid’ah

Lalu Kenapa tarawih berjama’ah disebut sebaik-baik bid’ah?

Untuk menjawab ini setidaknya terdapat empat alasan mengapa tarawih berjama’ah disebut sebagai ibadah sebaik-baik bid’ah. 

Alasan pertama Perintah oleh Generasi sebaik-baik zaman
Tarawih berjama’ah ini adalah perintah Umar bin Al Khaththob RA berdasarkan kondisi yang ada. Dan kita ketahui bahwa Umar bin Al Khaththob RA adalah sahabat Rasulullah SAW, Khalifah kedua setelah Abu Bakkar RA. Generasi ini disebutkan Rasulullah sebagai sebaik-baik generasi.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ أُمَّتِي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik ummatku adalah yang orang-orang hidup pada zamanku (generasiku) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka kemudian orang-orang yang datang setelah mereka”. (Shahih Bukhari 3377)

Oleh karenanya jelas bahwa perintah oleh Umar RA sebagai orang yang disebut NabiSAW sebagai sebaik-baik generasi. Hal ini tentu berbeda dengan termasuk bid’ah lainnya yang diperintahkan oleh umat yang sudah jauh jaraknya dengan sebaik-baik generasi.

Alasan kedua tidak sepenuhnya bid’ah
Tarawih berjamaah pernah dilakukan Rasulullah SAW dimalam-malam akhir Ramadhan. Lihat tulisan . disamping itu dalam hadits lain alasan mengapa tidak dilazimkan tarawih berjama’ah karena kekhawatiran jika kelak ibadah tarawih menjadi diwajibkan. Rasulullah bersabda: 'Wahai manusia, sesungguhnya aku mendengar perkataan kalian dan sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku untuk mendatangi kalian kecuali karena aku khawatir akan diwajibkan atas kalian shalat pada bulan ini.'" (Musnad Ahmad 24321). 

Dari hal di atas, jelas bahwa tarawih berjama’ah tidaklah murni bid’ah karena memang pernah dikerjakan Rasulullah SAW. berbeda dengan bid’ah lainnya, yang justeru tidak pernah dicontohkan atau dikerjakan oleh Rasulullah.

Alasan Ketiga Selaras dengan dalil hadits lainnya.
Perkataan Umar RA. menyatakan tarawih berjamaah diawal waktu sebagai sebaik-baiknya bid'ah dikunci dengan perkataan selanjutnya, bahwa lebih baik mendirikan shalat di akhir malam setelah tidur daripada yang shalat awal malam. Hal ini selaras dengan sifat shalat malam Rasulullah SAW yang dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu. Demikian juga cukup banyak dalil yang selaras dengan ini. berbeda dengan bid’ah lainnya, yang justeru sering bertentangan dengan dalil yang lainnya.

Alasan keempat Menyatukan umat Islam dalam satu jama’ah.
Jika sebelumnya umat shalat secara terpisah-pisah dalam satu masjid. Ada yang shalat sendirian, ada yang berjama’ah dengan kurang 10 orang makmum. Maka dengan tarawih berjama’ah maka shalat tarawih dapat didirikan dalam satu jama’ah. Satu jama’ah yang beorientasi pada keimanan dan ketaqwaan. Hal ini tentu berbeda dengan bi’dah lainnya, yang justeru mengkotak-kotakan umat dalam golongan dan kelompok tertentu dan lebih berorientasi kepentingan tertentu pula. 

Alasan kelima Menghidupkan ibadah wajib
Shalat Isya sebagai salah satu shalat wajib yang dikerjakan pada bahagian permulaan daripada malam. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ (QS.11:114). Shalat isya termasuk shalat yang berat dikerjakan oleh orang yang memiliki sifat munafik. Namun perintah Umar RA untuk Tarawih berjama’ah menjadikan shalat Isya menjadi lebih ramai dan dilakukan berjama’ah. Hal ini tentu berbeda dengan bi’dah lainnya, yang justeru menjadikan ibadah sunnah dan wajib menjadi ditinggalkan.

Demikian Lima Alasan Tarawih Berjama’ah disebut Sebaik-baik Bid’ah sebagai salah satu ibadah malam yang dikerjakan saat bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam bishawab

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lima Alasan Tarawih Berjama’ah disebut Sebaik-baik Bid’ah"

Posting Komentar