Meluruskan Makna Kafir (1) pembukaan

Sejarah Pilpres Indonesia 2014 dengan dua pasang calon menjadikan masyarakat terbagi dalam dua kelompok, Walaupun secara konstitusi Negeri ini tidak mengenal sistem oposisi dalam namun dalam prakateknya mengarah kesana. Dapat dilihat dari sikap posisi yang terlihat di perwakilan rakyat, dan bahkan ini meluas ke level masyarakat. 

Dipermanis dengan kondisi pilkada DKI 2014, lintas lini massa atau media sosial semakin memperlihatkan secara jelas pengelompokan tersebut. Tidak heran postingan seseorang menandakan dimana posisinya. kerap terjadi perbedaan yang saling bertolak belakang hingga menjadi perdebatan tiada ujung. hingga berita fitnah dan hoaks ikut memperlebar kontrasnya perdebatan. Dan dalam tulisan ini membahas salah satu yang kerap kali menjadi perdebatan yakni kata KAFIR. 

KAFIR adalah bahasa dalam Alquran yang merupakan kitab umat Islam. Kata Kafir adalah hak inklusif bagi yang mengimani Alquran. Dan kata kafir telah diadopsi dalam bahasa Indonesia. Dalam Kamus disebutkan Kafir bermakna orang yang mengingkari Allah dan RasulNya.

Dalam prakteknya penyebutan kata kafir seakan-akan menjadi seperti kata terlarang dan tabu untuk diucapkan. Ada pihak atau kelompok yang keberatan dengan kata kafir. Bahkan sempat memunculkan wacana untuk pelarangan mengucapkan kata kafir. Namun tidak sedikit pula orang yang justeru bangga dengan penyematan kata kafir. oleh karenanya muncul tulis ini untuk meluruskan makna kafir menurut Alquran dan Hadits.

Karena jika dikembalikan kepada Alquran, makna kata kafir jauh lebih luas. Kafir adalah lawan kata dari mukmin atau orang-orang beriman. Kafir tidak menyasarkan pada level SARA. tidak menyasarkan pada kelompok agama tertentu. walaupun kosa kata Kafir semisalnya sendiri juga dimiliki oleh agama-agama lain. Setiap agama memiliki kata untuk menyebutkan orang atau kelompok yang diluar kelompoknya.

Sebagai Warga Negara Indonesia, hal ini seharusnya dijadikan sebagai salah satu wujud sikap saling menghormati dan menghargai. 

Sebagai umat Islam, tentu telah memiliki pedoman sebagai pesan Rasulullah SAW untuk berlaku hati hati dalam menyebutkan kata Kafir.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meluruskan Makna Kafir (1) pembukaan"

Posting Komentar