Memaknai Kemenangan di Hari Kemenangan (Khutbah Idul Fitri)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Memaknai Kemenangan di Hari Kemenangan (Khutbah Idul Fitri)

Segala puji bagi Allah, atas nikmat rahmat hidayah yang Allah selalu dilimpahkan, sehingga kita istiqomah sebagai seorang muslim. Muslim yang mengikuti ajaran agama Islam berdasarkan Alquran, Islam yang menuntun pada jalan yang lurus. Dengan petunjuk Rasulullah SAW yang membawa kita kepada kemenangan dunia dan akhirat.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, (QS.48:1)

Ayat ini adalah ayat pertama surat Al Fath atau kemenangan. Surat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW bersama kaum Muslimin mengambil kembali Makkah dari penguasaan kaum musyrikin quraisy. dan inilah sejarah pertama kemenangan nyata umat islam yang terjadi di bulan Ramadhan tahun 7 Hijriah.


Allahu akbar… allahu akbar… laa ilaaha illallahu wallahu akbar, allahu akbar walillahil hamd…
Kaum muslimin yang berbahagia…,

Apakah kemenangan itu telah usai ? jawabnya... tentu tidak. Masih banyak lagi kemenangan-kemenangan akan kita raih sebagai umat muslim. Setidaknya pada kesempatan ini akan disampaikandua kemenangan lagi. Yaitu Hari kemenangan di idul fitri dan hari kemenangan ketika kita dimasukan dalam surgaNya Allah.

Hari ini, ditempat ini, kita merayakan kemenangan atas ibadah Shalat, Puasa, zakat dan amalan lainnya yang telah kita kerjakan selama di bulan Ramadhan. Sebesar apapun dan sekecil apapun amal ibadah yang telah kita kerjakan, itu akan tetap dihitung sebagai kemenangan yang kita raih. Mungkin sholat kita, puasa kita masih ada atau mungkin banyak bolongnya..! Namun pada hari ini kita sama merayakan kemenangan. Kemenangan sebagai umat muslim yang berdiri diatas kalimat Lailahaillah muhamadanabdura. 

Sepanjang kalimat tauhid Lailahaila dan muhammadanabdurasulullah selalu terpatri dalam hati dan lisan kita. Insya Allah kita akan selalu tampil sebagai pemenang. Dapat merayakan keberhasilan kita pada hari ini. 

Dan itu sudah janji Allah disebutkan dalam surat . Al-Maaida - Ayat 56

وَمَن يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS.5:56)

Allahu akbar… allahu akbar… laa ilaaha illallahu wallahu akbar, allahu akbar walillahil hamd…
Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Namun sebagai umat Islam kita tidak boleh berpuas diri. Jika ada pepatah yang mengatakan sulit merebut kemenangan, namun lebih sulit mempertahankan kemenangan. Namun tidak berlaku bagi kita... sebagai umat muslim, kita akan tetap dihitung sebagai pemenang... sepanjang kita tegak diatas kalimat Lailahaillah muhamadanabdura. 

Dan kemenangan terakhir akan kita dapatkan kelak ketika kita dimasukan dalam surgaNya Allah.

أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ
penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan (beruntung)(QS Al Hasyr (59:20))

Setiap muslim akan masuk ke dalam surgaNya Allah, sesuai dengan tingkat amal dan ibadah serta ridhaNya Allah. Setiap muslim akan dijamin surgaNya Allah. Hal ini dapat kita lihat dari hadits orang terakhir yang masuk ke dalam surga. 

Dan yang tinggal hanyalah seorang yang berada antara surga dan neraka, dan dia adalah orang terakhir yang memasuki surga di antara penghuni neraka yang berhak memasukinya, dia sedang menghadapkan wajahnya ke neraka seraya berkata: 'Ya Rabb, palingkanlah wajahku dari neraka! Sungguh anginnya neraka telah meracuni aku dan baranya telah memanggang aku.' Lalu Allah berfirman: 'Apakah seandainya kamu diberi kesempatan kali yang lain kamu tidak akan meminta yang lain lagi?' Orang itu menjawab: 'Tidak, demi kemuliaan-Mu, ya Allah.' Maka Allah memberikan kepadanya janji dan ikatan perjanjian sesuai apa yang dikehendaki orang tersebut. Kemudian Allah memalingkan wajah orang tersebut dari neraka. Maka ketika wajahnya dihadapkan kepada surga, dia melihat taman-taman dan keindahan surga lalu terdiam dengan tertegun sesuai apa yang Allah kehendaki. Kemudian orang itu berkata: 'Ya Rabb, dekatkan aku ke pintu surga!' Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Bukankah kamu telah berjanji dan mengikat perjanjian untuk tidak meminta sesuatu setelah permintaan kamu sebelumnya?' Orang itu menjawab: 'Ya Rabb, aku tidak mau menjadi ciptaan-Mu yang paling celaka.' Allah kembali bertanya: 'Apakah kamu bila telah diberikan permintaanmu sekarang ini, nantinya kamu tidak akan meminta yang lain lagi?' Orang itu menjawab: 'Tidak, demi kemuliaan-Mu. Aku tidak akan meminta yang lain setelah ini.' Maka Rabbnya memberikan kepadanya janji dan ikatan sesuai apa yang dikehendaki orang tersebut. Lalu orang tersebut didekatkan ke pintu surga. Maka manakala orang itu sudah sampai di pintu surga, dia melihat keindahan surga dan taman-taman yang hijau serta kegembiraan yang terdapat didalamnya, orang itu terdiam dengan tertegun sesuai apa yang Allah kehendaki. Kemudian orang itu berkata: 'Ya Rabb, masukkanlah aku ke surga!' Allah berfirman: 'Celakalah kamu dari sikap kamu yang tidak menepati janji. Bukankah kamu telah berjanji dan mengikat perjanjian untuk tidak meminta sesuatu setelah kamu diberikan apa yang kamu pinta?' Orang itu berkata: 'Ya Rabb, janganlah Engkau menjadikan aku ciptaan-Mu yang paling celaka.' Maka Allah Azza Wa Jalla tertawa mendengarnya. Lalu Allah mengizinkan orang itu memasuki surga. Setelah itu Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Bayangkanlah!' Lalu orang itu membayangkan hingga setelah selesai apa yang ia bayangkan, Allah berfirman kepadanya: 'Dari sini.' Dan demikianlah Rabbnya mengingatkan orang tersebut hingga manakala orang tersebut selesai membayangkan, Allah berfirman lagi: 'Ini semua untukmu dan sepuluh macam yang serupa dengannya'."

Ini kemenangan terakhir bagi umat muslim. Kemenangan paaaling kecil yang didapatkan seorang muslim. Kemenangan dengan masuk surga dengan derajat yang paling rendah bagi orang yang mengucapkan, La Ilaha illa Allah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) sedangkan di dalam hatinya terdapat sebagian dari kebaikan yang setara dengan biji gandum (dzarrah). Itulah balasan bagi orang yang mengucapkan La Ilaha illa Allah dan kebaikan yang dimiliki masih hanya dalam hati dan itupun sekecil biji dzarrah.


Allahu akbar… allahu akbar… laa ilaaha illallahu wallahu akbar, allahu akbar walillahil hamd…
Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Walaupun itu kemenangan terakhir, dan kemenangan yang paling kecil. Tentu kita tidak mau masuk surga yang paling rendah tersebut. Karena surga itu diperuntukan 
  1. bagi orang yang terakhir keluar dari neraka setelah menjalani hukumannya terlebih dahulu, 
  2. bagi orang yang terakhir keluar dari neraka setelah pembalasan atas dosa-dosa yang telah lalu.
  3. bagi orang yang keluar dari neraka dalam keadaan gosong dan berjalan dengan merayap. 

Dan kita tentu yakin, para jamaah disini tentu tetap memegang teguh kalimat La Ilaha illa Allah baik dalam ucapan, perbuatan maupun dalam hati. Dan tentunya kita memiliki amalan yang lebih besar dari biji gandum. Oleh karenanya mari sama-sama kita meningkatkan amal ibadah kita seraya mengikhlaskannya hanya untuk Allah untuk mengharap ridhaNya. Karena masuk surga juga adalah ridhanya Allah.


Allahu akbar… allahu akbar… laa ilaaha illallahu wallahu akbar, allahu akbar walillahil hamd…
Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Untuk mendapatkan ridha Allah, tentu kita harus mau mengikuti Petunjuk alquran dan RasulNya. Usahakan selalu mendahulukan kepentingan Allah daripada kepentingan kita. Dahulukan kepentingan akhirat daripada dunia. Dahulukan hambluminallah baru hambluminnanas.

Bekerja mencari nafkah jika di niatkan karena Allah sebagai jalan untuk menghidupi keluarga, maka akan terdapat dua kebaikan. kebaikan kepada Allah dan kebaikan kepada keluarga.

Berbuat baik dengan tetangga, berbuat baik dengan sesama manusia. Jika diniatkan karena Allah yaitu berbuat kebaikan dengan sesama mahluk ciptaannya. Insya Allah kita akan mendapat kebaikan dari Allah dan kebaikan dari sesama mahlukNya.

Dan jika kita melakukan ibadah sebagai amalan akhirat, seperti shalat, puasa, zakat, Haji dan umroh tentu akan mendapatkan pahala terbaik dari Allah. Dengan ibadah sesuai dengan tuntunan Alquran dan hadits tentu akan membawa dampak akhlak yang baik bagi yang melaksanakannya ikhlas karena Allah.

Oleh karenanya marilah selalu berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Bahwa terdapat kemenangan-kemenangan yang lebih besar yang pantas kita dapatkan. Allah membuka luas pintu surga yang bertingkat-tingkat sebanyak seratus derajat. Yang satu derajatnya seluas langit dan bumi.

Mari kita tutup khutbah Idul Fithri dengan doa, moga Allah perkenankan setiap doa kita di hari penuh kebaikan ini. Dan kita diberikan nikmat Istiqomah selalu berada di jalan yang lurus.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ 
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ ونَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِيْ رَعَايَاهُمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالاِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةَ إِلَيْهِمْ.
اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَالْحُكْمِ بِشَرِيْعَتِكَ وَإقَامَةِ حُدُوْدِكَ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ وَحَبِّبْ إِلَيْهِمُ الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِهِمْ وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memaknai Kemenangan di Hari Kemenangan (Khutbah Idul Fitri)"

Posting Komentar