Hikmah Subuh sebagai Awal Hari : Satu Hari Satu Tanggal terjadi di seluruh dunia

Ibadah Arafah adalah salah satu ibadah yang penting bagi umat Islam. Pada hari kesembilan atau tanggal 9 Dzulhijjah umat Islam yang berhaji diwajibkan wukuf di padang arafah dan yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa. Wukuf di padang arafah adalah inti haji dan termasuk rukun haji yang jika ditinggalkan maka hajinya tidak sah atau batal. Dan pada hari yang sama, umat Islam yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa dengan pahala dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. 

Alhamdulillah, besar kemungkinan Hari arafah 1438H/2017M terjadi serentak pada hari dan tanggal yang sama, sehingga ibadah arafah dapat dijalankan dengan baik. Diperkirakan Hari Arafah 9 Dzulhijjah 1438 H jatuh pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2017. 

Namun muncul pertanyaan benarkah ketika wukuf di Padang Arafah, wilayah di seluruh dunia benar-benar berada pada hari dan tanggal yang sama?

Ternyata tidak , karena ada perbedaan antara kalender Masehi dengan Hijriah. Satu hari satu tanggal sesuai kalender masehi belum tentu sama dengan kalender Hijriah. 

Mengapa hal ini dapat terjadi ?

Kita ketahui bahwa Wukuf di padang Arafah di lakukan sejak matahari tergelincir (dzuhur) tanggal 9 Dzulhijjah sampai sebagian malam sebelum terbit fajar (subuh) 10 Dzulhijjah. Dan pergantian hari dalam kalender masehi (syamsiah) terjadi pada waktu tengah malam. Sedangkan pergantian hari dalam kalender hijriah terjadi perbedaan pendapat antara maghrib dan subuh sebagai awal hari.

Jika magrib dijadikan sebagai awal hari, maka akan ada beberapa wilayah/negara yang telah memasuki hari baru ketika wukuf arafah akan dimulai. Wilayah ini berada pada GMT +9 atau MMT +6 dan selebihnya seperti Indonesia bagian Timur, Papua Nugini, Sidney dan lainnya hingga ujung timur Negara kepulauan Kiribati telah memasuki hari raya Idul Adha ketika ibadah wukuf arafah belum dimulai. Waktu dzuhur di padang arafah bersamaan dengan masuknya waktu malam disebagian wilayah tersebut.

Sedangkan jika subuh dijadikan sebagai awal hari kalender hijriah, maka seluruh wilayah sebelah timur mekkah akan tetap berada dalam hari dan tanggal yang sama yaitu hari arafah 9 Dzulhijjah. secara lengkap perbandingan dapat dilihat dalam tabel Jadwal Shalat Negara-negara diTimur pada Hari Arafah, sebagai mana dalam gambar berikut :
Hikmah Subuh sebagai Awal Hari : Satu Hari Satu Tanggal terjadi di seluruh dunia

Dari uraian di atas menjelaskan bahwa satu hari satu tanggal pada saat hari arafah terjadi jika menggunakan pendapat bahwa hari dalam islam dimulai saat subuh. Satu hari satu tanggal akan sesuai dengan pergantian waktu baik berdasarkan kalender Masehi maupun berdasarkan kalender Hijriah. 

Oleh karenanya disamping menjadikan Mekkah sebagai Mekkah Mean Time (MMT) sebagai Zona Waktu Islam, pilihan pendapat subuh sebagai awal hari Insya Allah akan membawa hikmah penyatuan kalender Islam dunia. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hikmah Subuh sebagai Awal Hari : Satu Hari Satu Tanggal terjadi di seluruh dunia"

Posting Komentar