Dapatkah Perbedaan Hari Puasa Asyura dipersatukan?

Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan Rasulullah SAW sejak awal dakwah di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Bahkan Puasa Asyura termasuk puasa wajib sebelum datangnya perintah berpuasa di Bulan Ramadhan. Tidak Heran jika Rasullah mengistimewakan puasa ini setelah puasa Ramadhan. Hal itu tentu tidak tidak lepas dari keutamaan Asyura sebagai hari dimana Allah telah menerima taubat suatu kaum dan akan memberi taubat pada kaum.

Kapan hari berpuasa Asyura dikerjakan? para ulama berbeda pendapat. 

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَوْمِ عَاشُورَاءَ يَوْمُ الْعَاشِرِ
قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ يَوْمُ التَّاسِعِ و قَالَ بَعْضُهُمْ يَوْمُ الْعَاشِرِ وَرُوِيَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ صُومُوا التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ وَبِهَذَا الْحَدِيثِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa 'Asyura' pada hari kesepuluh. Abu 'Isa berkata: hadits Ibnu Abbas merupakan hadits hasan shahih. Para ulama berselisih pendapat mengenai shaum 'Asyuro', sebagian mereka mengatakan, ('asyuro') tanggal sembilan, sebagian lagi mengatakan, hari kesepuluh. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya beliau berkata: berpuasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh dan selisihilah orang-orang Yahudi. Perkataan ini juga merupakan pendapatnya syafi'I, Ahmad dan Ishaq. (Sunan Tirmidzi 686)

Dari pendapat Abu Isa terhadap hadits puasa asyura tersebut bahwa pelaksanaan puasanya terbagi atas 3 kelompok yaitu :
1. Puasa asyura pada hari kesembilan bulan Muharram
2. Puasa asyura pada hari kesepuluh bulan Muharram
3. Puasa asyura pada hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharram

Dan bahkan saat ini Perbedaan hari puasa Asyura semakin berkembang menjadi enam kelompok. Oleh karenanya tiga kelompok diatas masih ditambah dengan tiga kelompok lagi. Yaitu puasa asyura pada 10 hari di awal muharram, 3 hari di sepuluh awal muharram dan 3 hari pada tanggal 8, 9 dan 10 muharram.

Terlihat bahwa perbedaan hari berpuasa semakin melebar . Oleh karena itu judulnya tulisan ini dibuat dalam bentuk pertanyaan dapatkah Hari Puasa Asyura dipersatukan? Jawaban Insya Allah dapat dilakukan. Karena hal itu telah dijamijn Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. An-Nisaa - Ayat 59

Untuk itu hadits-hadits terkait puasa Asyura dapat dikalsifikasikan dan disusun menjadi sebuah sejarah puasa asyura. Dan sejarahnya dapat dibagi dalam empat (4) tahap perkembangan yang Insya Allah dapat menyatukan perbedaan tentang hari berpuasa asyura. 

1. Tahap Pertama : Puasa Asyura dilakukan Rasulullah SAW dengan mengikuti kebiasaan masyarakat setempat di Mekkah. Dimana orang-orang Quraisy pada zaman Jahiliyah biasa melaksanakan puasa hari 'Asyura'. (HR. Bukhari 1760 dan HR. Bukhari 1863). 

2. Tahap Kedua : Kebiasaan Puasa Asyura pada hari kesepuluh bulan Muharram tetap dilaksanakan Rasulullah SAW setelah hijrah dan berada di kota madinah (HR. Bukhari 3544). Hari Asyura pada hari kesepuluh adalah hari berpuasa dan hari raya Kaum Yahudi (HR. Bukhari 3145). Pada tahap ini puasa Asyura menjadi puasa wajib seiring dengan turunnya Surat Al Baqarah 183-184 (HR. Abu Daud 427 dan HR. Ahmad 21107)

3. Tahap Ketiga : Puasa Asyura berubah dari wajib menjadi mubah dalam arti siapa yang ingin berpuasa di hari asyura disilahkan, dan siapa yang tidak mau, maka tidaklah mengapa. Perubahan hukum berpuasa Asyura setelah turun ayat perintah berpuasa pada bulan Ramadhan Surat Al Baqarah 185

4. Tahap Keempat : Puasa Asyura dilaksanakan pada hari kesembilan (Tanggal 9) bulan Muharram dengan menyelisihi kebiasaan kaum yahudi. (HR. Muslim 1915, 1916 dan 1917). 

(secara lengkap dapat dilihat dalm tulisan Kemuliaan Asyura dan Sejarah Puasanya

Melalui sejarah dan 4 tahapan perkembangan puasa asyura tersebut dapat terlihat mengapa terjadi perbedaan dikalangan ulama terkait hari puasa asyura. Sejarah dan tahapan puasa asyura itu sekaligus dapat menjawab bahwa puasa asyura dilakukan pada hari kesembilan bulan muharram.

Berpuasa asyura pada hari kesembilan bulan muharram adalah bentuk menyelesihi kebiasaan kaum yahudi dengan mendahuluinya. Model menyelesihi dengan mendahului ini juga dilakukan Rasulullah SAW ketika menetapkan magrib sebagai waktu berbuka puasa. Dan keputusan dan wasiat Rasulullah untuk berpuasa mendahului pada tanggal sembilan, ternyata tetap mampu merangkum keberadaan hari asyura pada tanggal 10 Muharram. (lihat tulisan : Puasa Asyura tanggal sembilan Muharram dibenarkan Kalender Islam Dunia)

Semoga pembahasan ini dapat menempatkan puasa Asyura pada harinya sesuai dengan syariat islam. Jika ada dalil Alquran atau hadits terkait pelaksaanan puasa asyura yang bertentangan dengan puasa Asyura pada sembilan muharram, kiranya dapat diinformasikan. Semoga kita dapat memanfaatkan keutamaan puasa asyura.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dapatkah Perbedaan Hari Puasa Asyura dipersatukan?"

Posting Komentar