Meluruskan Makna Muslim, Ahli Kitab dan Umat Islam

Kata Muslim seringkali kita gunakan untuk menyebutkan umat Islam. Namun tepatkah kata muslim tersebut mutlak milik umat Islam? Apakah tidak ada kemungkinan ada kaum lain yang juga berhak mendapatkan gelar muslim?

Muslim bermakna orang yang berserah diri kepada Allah. Sedangkan Islam adalah agama/ajaran menyerahkan diri kepada Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Muslim adalah sebutan para nabi dan pengikutnya. Sedangkan umat islam sebutan untuk pengikut Nabi Muhammad SAW.

Oleh karenanya Islam dibangun dengan kalimat Asyhadu An Lailaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan 'Abduhu Wa Rasuluh

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Islam dibangun diatas lima (landasan): persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan". Shahih Bukhari 7

Sedangkan muslim sebagai orang yang berserah diri adalah penyebutan untuk para Nabi dan pengikutnya. Hal ini dapat dilihat dalam banyak ayat Alquran dan hadits, diantaranya :

Nabi Ibrahim adalah seorang Muslim yang lurus

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. (QS. 3:67)
Sehingga Nabi Ibrahim memberikan wasiat kepada anak-anaknya, dan kepada Ya’kup untuk mati tetap sebagai muslim. Hal disebutkan dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 132.

Nabi Musa AS memberikan dakwah kepada umatnya bahwa muslim yang benar adalah orang bertaqwa kepada Allah.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ
Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang muslim (yang berserah diri)". (QS. 10:84)
Sehingga tidak heran jika firaun saat hampir tenggelam juga menyatakan termasuk muslim. Namun Allah tidak menerimanya karena dilakukan saat menjelang ajal, padahal telah sejak dulu durhaka. Hal ini dinyatakan dalam alquran surah Yunus ayat 90-92.

Begitunya jawaban tegas para pengikut/sahabat nabi Isa bahwa mereka adalah orang-orang muslim

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim). (QS. 3:52)

Oleh karena itu Nabi Isa AS menegaskan untuk tidak menyembahnya dan tetap menyembah Allah dan tetap sebagai muslim. Hal ini disebutkan dalam Alquran Surah Al Imran ayat 79-80.

Pengikut Nabi Musa kita kenal dengan nama bani Israil atau beragama yahudi sedangkan pengikut nabi Isa beragama Nasrani. Dua agama inidisebut juga sebagai ahli kitab. Oleh karenanya hubungan Muslim, Islam dan Ahli Kitab Yahudi dan Nasrani dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut :
Meluruskan Makna Muslim, Ahli Kitab dan Umat Islam

Hubungan ketiga agama ini juga dapat dilihat dalam tulisan Golongan Umat Islam  versi Christian Snouck Vs versi Alquran Hadits (bagian 4)

Oleh karenanya Islam mengajarkan berdebat dengan ahli kitab agar dilakukan dengan cara yang baik sebagai tanda kita seorang muslim.

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (QS. 29:46)



Subhanaka Allahumma Wa Bihamdika Asyhadu Alla Ilaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa Atubu Ilaik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meluruskan Makna Muslim, Ahli Kitab dan Umat Islam"

Posting Komentar