Menjadi Muslim Umat Yang Selalu Meraih Kemenangan

Sebagian mungkin beranggapan berlebihan jika kita mengklaim bahwa muslim adalah umat yang selalu meraih kemenangan. Dalam kehidupan tentu ada menang kalah, pasang surut, naik turun, jatuh bangun dan lain sebagainya. Namun sejatinya bagi seorang muslim tidaklah demikian memaknai kehidupan. Muslim adalah umat yang senantiasa selalu meraih kemenangan dalam berbagai kondisi.

Mari kita berkaca pada kisah peperangan pada zaman Rasulullah SAW. sebagian kita beranggapan bahwa perang uhud adalah satu-satunya perang dimana umat islam menderita kekalahan. Kekalahan dipicu oleh prilaku mementingkan kehidupan dunia, dimana pasukan pemanah ikut memperebutkan rampasan perang. 

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (QS. 3:140)

Ayat diatas al imran di atas memang menyatakan Umat Islam mendapatkan قَرْحٌ luka pada perang uhud dan sebelumnya kaum kafir juga menderita luka yang serupa. Namun kata luka bukan berarti kekalahan, memang umat Islam banyak yang terluka dan terbunuh pada perang uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri mendapatkan cedera yang cukup serius bahkan gigi beliau rompal.

Dan jika diteliti lebih dalam, bahwa saat itu pasukan umat Islam tidaklah kalah. Karena peperangan tersebut dapat dibagi dalam 3 ronde, maka umat Islam memenangi ronde pertama dan ketiga. Lihat tulisan sebelumnya Perang Uhud (1) Benarkah Umat Islam Kalah?

Dalam kondisi terjepit setelah kekalahan di ronde kedua, umat Islam yang tetap istiqomah dan bersabar justeru semakin dikuatkan dengan jiwa patriotik. Dan dalam kondisi terkepung, pasukan umat islam justeru mendapat rahmat berupa nikmat tidur di saat peperangan. Sehingga kemudian pasukan muslim dapat membalikkan keadaan dan memaksa pasukan kafir quraisy pulang ke Mekkah tanpa mendapatkan apa-apa.
Menjadi Muslim  Umat Yang Selalu Meraih Kemenangan

Apa yang dapat kita ambil hikmah dari perang tersebut bagi seorang muslim dalam memaknai kehidupan?

Ayat di atas jelas Allah mempergilir antara kemenangan dan kekalahan. Oleh karenanya kejayaan dan kehancuran, pasang dan surut, jatuh dan bangun. Sehat dan sakit, dan lain sebagainya adalah suatu sunnatullah. Namun semua kondisi itu menjadi ujian bagi keimanan bagi seorang muslim. Dalam ayat diatas disebutkan bahwa dalam kondisi kalah, seorang muslim justeru berkesempatan menjadi syuhada. Kesempatan meraih surga tertinggi melalui jalan yang pintas dan patas.

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِ ۗ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. 3:126)

Menang dan kalah itu adalah mutlak hak Allah. Berdasarkan mata dunia dapat saja, kita disebutkan dalam keadaan kalah, terpuruk, sakit dan lain sebagainya. Oleh karenanya apapun kondisi yang sedang terjadi pada seorang muslim, ketika ia menjalaninya dengan ikhlas dan ridha karena Allah maka niscaya ia akan memperoleh kemenangan dunia dan akhirat.

Dalam kondisi sehat, sebagai seorang akan meraih kemenangan jika waktu dan kesehatan yang dimiliki digunakan untuk tetap beribadah. Dan dalam kondisi sakit, maka sakitnya pun dapat menjadi nilai ibadah baginya. Sakit yang dirasakan justeru dapat menjadi sebagai pengugur dosanya.

ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, melainkan dihapuskan oleh Allah Ta'ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya." Muslim 4663 

Kita tentu sedih dengan kondisi Umat Islam Rohingya yang sedang terusir. Namun jika saudara-saudara kita tersebut menjadikannya sebagai jalan berhijrah di jalan Allah, maka mereka tentunya termasuk orang-orang yang mendapat kemenangan.

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. 9:20)

Demikian juga bertahannya umat Islam Palestina ditengah tekanan bangsa Israel tentunya menjadi ladang jihad bagi mereka.

Oleh karenanya kondisi yang dialami oleh umat Islam Rohingya dan Palestina juga menjadi batu uji bagi keimanan muslim seluruh dunia. Sejauh mana perhatian yang diberikannya baik secara harta, tenaga, pikiran atau hati melalui doa-doanya.

Demikian juga diskriminasi dan persekusi yang dialami oleh para ulama dan umat Islam, harus mampu dimaknai sebagai jalan untuk meraih kemenangan. Jalan meraih kemenangan dunia dan akhirat bagi orang-orang beriman baik yang sedang didzalimi maupun yang melihat dan mendengarnya.

Oleh karenanya sungguh sangat disayangkan jika seorang muslim nyinyir terhadap dengan umat Islam sendiri yang kebetulan sedang terdzalimi. Media sosial yang seharusnya menjadi ladang pahala, justeru menjadi ladang keburukan.

Oleh karenanya apapun kondisi yang sedang kita alami, mari kita ambil hikmah dibaliknya. Tidak perlu berkeluh kesah atas ujian Allah atau tidak perlu nyinyir dengan umat sendiri yang justeru merugikan diri sendiri. 

Mari jadikan sebagai jalan untuk meraih kemenangan yang besar dunia dan akhirat. Keimanan para sahabat dalam perang uhud menjadikan umat Islam kembali bangkit dan menang. Kemenangan dunia akan menjadi bonus, jika kita anggap kemenangan akhirat kita jadikan tujuan. Karena kemenangan yang besar adalah menjadi penghuni surga dengan derajat yang tinggi. 

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. 9:89)
Subhanaka Allahumma Wa Bihamdika Asyhadu Alla Ilaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa Atubu Ilaik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjadi Muslim Umat Yang Selalu Meraih Kemenangan"

Posting Komentar