Benarkah Allah Tertawa ? ( bag. 4)

Seorang teman di fb bertanya : “apa benar Allah tertawa?” Sesungguhnya pertanyaan yang sama pernah dilontarkan oleh Abu Razin sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki nama asli Laqith bin Shabirah bin Abdullah. Dan Rasulullah SAW membenarkan pertanyaan tersebut dan menyatakan banyak kebaikan yang kita dapatkan jika membuat Allah tertawa.

سنن ابن ماجه ١٧٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ رَبُّنَا مِنْ قُنُوطِ عِبَادِهِ وَقُرْبِ غِيَرِهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَ يَضْحَكُ الرَّبُّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ لَنْ نَعْدَمَ مِنْ رَبٍّ يَضْحَكُ خَيْرًا

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata: telah memberitakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ya'la bin 'Atho` dari Waki' bin Hudus dari pamannya Abu Razin ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Rabb kita tertawa dengan ibadah para hamba-Nya dan besarnya kecemburuannya." Abu Razin berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah Rabb tertawa?" beliau menjawab: "Ya benar, " aku berkata: "Selamanya kita akan mendapat kebaikan apabila Rabb kita tertawa." Sunan Ibnu Majah 177.

hadits yang dinilai hasan oleh Al Albani dan Darussalam ini menyatakan bahwa Allah SWT tertawa dengan ibadah para hambaNya. 

Dalam hadits lain yaitu dalam musnad Ahmad disebutkan bahwa Allah Tertawa Kepada Hamba yang Menyadari Dirinya Lemah dan Butuh Pertolongan.

مسند أحمد ١٥٦١٢: قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَحَسَنٌ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدَسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَ حَسَنٌ الْعُقَيْلِيِّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ ضَحِكَ رَبُّنَا مِنْ قُنُوطِ عَبْدِهِ وَقُرْبِ غَيْرِهِ قَالَ أَبُو رَزِينٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَيَضْحَكُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ الْعَظِيمُ لَنْ نَعْدَمَ مِنْ رَبٍّ يَضْحَكُ خَيْرًا قَالَ حَسَنٌ فِي حَدِيثِهِ فَقَالَ نَعَمْ لَنْ نَعْدَمَ مِنْ رَبٍّ يَضْحَكُ خَيْرًا

(Ahmad bin Hanbal) berkata: telah menceritakan kepada kami Bahz dan Hasan berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ya'la bin 'Atha` dari Waki' bin Hudus dari pamannya, Abu Razin. Hasan Al 'Uqaili berkata: dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Rabb kita tertawa terhadap hamba-Nya yang merasa dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan. Abu Razin berkata: saya berkata: Wahai Rasulullah, apakah Rab AzzaWaJalla Yang Maha Agung juga tertawa?. Selama Rabb kita tertawa, kita tidak akan kehilangan kebaikan. Hasan berkata: dalam haditsnya, lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: Ya, selama Rabb tertawa, kita tidak kehilangan kebaikan. Musnad Ahmad 15612.
Benarkah Allah Tertawa ? ( bag. 4)

Demikian juga dalam riwayat lainnya

مسند أحمد ١٥٥٩٨: قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ عُدُسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ رَبُّنَا مِنْ قُنُوطِ عَبْدِهِ وَقُرْبِ غَيْرِهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَيَضْحَكُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ نَعَمْ قَالَ لَنْ نَعْدَمَ مِنْ رَبٍّ يَضْحَكُ خَيْرًا

(Ahmad bin hanbal) berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata: telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ya'la bin 'Atha` dari Waki' bin 'Udus dari pamannya, Abu Razin berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Rabb kita tertawa terhadap hamba-Nya yang berputus asa karena sadar dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan". (Abu Razin) berkata: saya bertanya, "Wahai Rasulullah, Apakah Rabb AzzaWaJalla tertawa?" Rasulullah bersabda: "Ya". (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Selama Rab kita tertawa, kita tidak kehilangan kebaikan." Musnad Ahmad 15598

Hadits-hadits diperselisihkan para ulama. Dua hadits diatas dinilai dhaif oleh Syu’aib al arnauth. Dalam hadits tersebut terdapat nama periwayat Waki' bin 'Udus, para ulama berbeda pendapat tentangnya. Ibnul Qaththan menilainya majhul hal, Ibnu Hajar Al’Asqalani menilainya maqbul sedangkan Adz Dzahabi menilainya tsiqah. Sedangkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Waki' bin 'Udus dinilai hasan oleh hasan oleh Imam At tirmidzi, sedangkan Ad Daroni menilainya dengan isnad yang jayyid dan haditsnya yang shahih.

Oleh karenanya hadits-hadits yang menyatakan bahwa Allah tertawa, dapat dinilai baik. Hal ini juga dapat dilihat dalam tiga tulisan sebelumnya yang menyatakan bahwa 
Dari uraian diatas dapat dinyatakan bahwa
  1. Allah tertawa dengan ibadah para hamba-Nya dan besarnya kecemburuannya.
  2. Allah tertawa terhadap hamba-Nya yang merasa dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan
  3. menyakini Allah tertawa merupakan keutamaan tersendiri. orang tersebut selalu mendapat kebaikan jika membuat Allah tertawa. 
  4. Jika Allah mentertawakan kita didunia maka jaminan dari Rasulullah masuk surga tanpa hisab, sama halnya seperti orang yang syahid di jalan Allah.
subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Allah Tertawa ? ( bag. 4)"

Posting Komentar