Keteguhan Hati Sa’ad Bin Muadza dan Pembelaannya kepada Rasulullah SAW

Keteguhan hati dan keberanian Sa’ad bin Mu’adz dapat dilihat ketika umroh pada Masa Nabi Muhammad SAW baru berhijrah dan pembelaannya terhadap Rasulullah SAW ketika fitnah menerpa.
Keteguhan Hati Sa’ad Bin Muadza dan Pembelaannya kepada Rasulullah SAW

Saat umroh keteguhan hati dan keberanian Sa’ad bin Mu’adz dapat dilihat dihadang oleh abu jahal. Padahal Abu Jahal adalah Musuh nabi yang keras dan ia dikenal sebagai Abu Al Hakam karena dia adalah pembesarnya penduduk Makkah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut :

'Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu bercerita tentang Sa'ad bin Mu'adz, bahwa dahulu Sa'ad adalah teman dekat Umayyah bin Khalaf, apabila Umayyah datang ke Madinah, dia akan singgah menemui Sa'ad begitu pula bila Sa'ad datang ke Makkah, dia akan singgah menemui Umayyah. Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, Sa'ad bin Mu'adz berangkat untuk melaksanakan 'umrah kemudian dia singgah menemui Umayyah di Makkah". 
Sa'ad berkata kepada Umayyah: "Perhatikanlah suasana sebentar karena aku akan thawaf di Baitullah. Maka dia keluar bersamanya pada tengah hari lalu keduanya berjumpa dengan Abu Jahal. 
Abu Jahal berkata: "Wahai Abu Shafwan, siapakah orang yang bersamamu ini?". 
Umayyah berkata: "Dia adalah Sa'ad". 
Abu Jahal berkata kepada Umayyah: "Mengapa kamu biarkan dia thawaf dengan aman. Sungguh kalian telah membantu orang yang keluar dari agamanya dan kalian juga telah berjanji untuk menolong dan membantu. Sungguh demi Allah, kalau kamu bukan bersama Abu Shafwan, kamu tidak akan bisa kembali kepada keluargamu dengan selamat". 
Maka Sa'ad berkata kepadanya dengan meninggikan suaranya: "Demi Allah, seandainya engkau menghalangiku thawaf pasti aku akan menghalangimu mengambil jalan ke Madinah dengan cara yang lebih keras". (Shahih Bukhari 3656)

Demikian juga keberaniannya termasuk terdepan dalam membela kehormatan Nabi Muhammad SAW. Hal ini tentu mengingatkan kita bagaimana cintanya Ummu Sa’ad kepada Rasulullah SAW dibandingkan kepada keluarganya sendiri. Sedangkan keberanian dan pembelaan sa’ad dapat dilihat pada saat Fitnah menimpa ummul Mukminun Aisyah RA.

Maka pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri untuk kemudian meminta pertanggung jawaban 'Abdullah bin Ubay bin Salul. 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Siapakah yang bisa mengemukakan pertanggungjawaban terhadapku terhadap seseorang yang telah kudengar telah menyakiti keluargaku?. Demi Allah, aku tidak mengetahui keluarga melainkan kebaikan semata. Sungguh mereka telah menyebut-nyebut seseorang laki-laki (maksudnya Shofwan yang diisukan selingkuh) yang aku tidak mengenalnya melainkan kebaikan semata, yang dia tidak pernah mendatangi keluargaku melainkan selalu bersamaku". 
Maka Sa'ad bin Mu'adz berdiri lalu berkata: "Wahai Rasulullah, aku akan membalaskan penghinaan ini buat anda. Seandainya orang itu dari kalangan suku Aus, kami akan penggal batang lehernya dan seandainya dari saudara-saudara kami suku Khazraj, perintahkanlah kami pasti akan kami laksanakan perintah Baginda tersebut". 
Lalu beridirlah Sa'ad bin 'Ubadah, pimpinan suku Khazraj, yang sebelumnya dia adalah orang yang shalih namun hari itu terbawa oleh sikap kesukuan: "Dusta kamu, kamu tidak akan pernah bisa membunuhnya dan tidak akan bisa membalaskannya". 
Kemudian Usaid bin Hudhoir berdiri seraya berkata: "Justru kamu yang dusta, kami pasti akan membunuhnya. Sungguh kamu sudah menjadi munafiq karena membela orang-orang munafiq". 
Maka terjadilah perang mulut antara suku Aus dan Khazraj hingga sudah saling ingin melampiaskan kekesalannya padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih berdiri di atas mimbar hingga akhirnya Beliau turun lalu menenangkan mereka hingga akhirnya mereka terdiam dan Beliau pun diam. Shahih Bukhari 2467

Dari dua riwayat hadits di atas dapat menggambarkan bagaimana kepribadian, keberanian dan pembelaan sa’ad Rasulullah SAW.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keteguhan Hati Sa’ad Bin Muadza dan Pembelaannya kepada Rasulullah SAW"

Posting Komentar