Saad bin Muadz sebagai Orang yang Memuliakan Tamu (bag.4)

Sa’ad bin muadz dikenal sebagai orang yang pertama membuat Allah tertawa telah dijamin surga tanpa hisab. Disamping itu ada tujuh keutamaan lainnya yang didapatkan oleh Sa’ad bin muadz (Lihat tulisan pada bagian pertama). Keutamaan itu didapatkan tentunya ada dasar amalan-amalan yang utama dilakukannya. Salah satunya adalah memuliakan tamu.
Keutamaan Saad bin Muadz sebagai Orang yang Memuliakan Tamu

Memuliakan tamu adalah amalan yang baik dan termasuk salah satu amalan yang membuat Allah tertawa. Memuliakan tamu juga merupakan akhlak para Rasul dan Nabi. Tidak heran jika ada ungkapan bahwa tamu adalah raja. Sehingga terdapat keutamaan bagi orang yang memuliakan tamu-tamunya. Dalam tulisan Keutamaan membuat Allah tertawa (2) Kisah Suami Istri yang memuliakan Tamu telah dinyatakan bagaimana sepasang suami istri yang begitu memuliakan tamu walaupun mereka sendiri kekurangan.

Berkaitan dengan kemuliaan menjamu tamu, Rasulullah pernah menyampaikan sebaik-baik-rumah sahabat anshar adalah rumah Bani Abdul Asyhalyaitu keluarga Sa'ad bin Mu'adz. 


حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ دُورِ الْأَنْصَارِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَنُو عَبْدِ الْأَشْهَلِ وَهُمْ رَهْطُ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ قَالُوا ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ بَنُو النَّجَّارِ قَالُوا ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ بَنُو الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ قَالُوا ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ بَنُو سَاعِدَةَ قَالُوا ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ فِي كُلِّ دُورِ الْأَنْصَارِ خَيْرٌ
قَالَ مَعْمَرٌ أَخْبَرَنِي ثَابِتٌ وَقَتَادَةُ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَذْكُرُ هَذَا الْحَدِيثَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ بَنُو النَّجَّارِ ثُمَّ بَنُو عَبْدِ الْأَشْهَلِ

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bahwa keduanya mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Maukah kalian saya beri tahu tentang sebaik baik rumah orang orang anshor?", mereka berkata: "Tentu wahai Rasulullah." Rasulullah bersabda: "Yaitu Bani Abdul Asyhal, mereka adalah keluarga (golongan) Sa'd bin Mu'adz." Mereka berkata: "Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Kemudian Bani An Najjar." Mereka berkata: "Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Kemudian Bani Al Harits bin Al Khazraj." Mereka berkata: "Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Kemudian Bani Sa'idah." Mereka berkata: "Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Kemudian pada setiap rumah orang orang Anshor terdapat kebaikan." Ma'mar berkata: Tsabit dan Qotadah telah memberitahukan kepadaku, bahwa keduanya mendengar Anas bin Malik menyebutkan hadits ini, hanya saja dia berkata: "Bani An Najjar kemudian Bani Abdul Asyhal." Musnad Ahmad 7309

Penilaian ini tentu tidak lepas karena Rasulullah memang pernah berbuka puasa di rumah kediaman Sa’ad bin Mu’adz. 

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى اللَّخْمِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ مُصْعَبِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ
أَفْطَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ فَقَالَ أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ

dari Abdullah bin Az-Zubair ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka puasa di rumah Sa'd bin Mu'adz, beliau bersabda: "Orang-orang yang berpuasa telah berbuka puasa di rumah kalian, makanan kalian telah dimakan oleh orang-orang yang baik, dan para malaikat telah berdo`a untuk kalian. " Sunan Ibnu Majah 1737

Dari uraian di atas tentu menjadi hikmah bagi kita untuk selalu berusaha memuliakan tamu. Semoga hal ini dapat menjadi pengingat bagi kita khususnya penulis pribadi. Sehingga semoga kita dapat menjadi penghuni surga tanpa hisab seperti halnya sa’ad bin mu’adz. Aamiin Ya Rabb

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saad bin Muadz sebagai Orang yang Memuliakan Tamu (bag.4)"

Posting Komentar