Memahami syafaat (3) Perjalanan mencari Syafa’at di padang Mahsyar

Pada Tulisan sebelumnya telah disebutkan tiga kondisi yang memakasa manusia mencari syafa’at di padang mahsyar. Penderitaan yang tak tertahankan menjadikan mereka mencari syafa’at agar hisab di padang mahsyar disegerakan. Mereka beranggapan penderitaan akan segera selesai setelah hisab dilakukan. 
Memahami syafaat (3)    Perjalanan mencari Syafa’at di padang Mahsyar
foto ilustasi dari pengukirsejarah.wordpress.com

Oleh karenanya mereka mendatang para nabi. Dimulai dari bapaknya para manusia yaitu Nabi Adam AS hingga penutup yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Hal ini sebagaimana dikemukakan abu Hurairah bahwa 

يَحْتَمِلُونَ فَيَقُولُ النَّاسُ أَلَا تَرَوْنَ مَا قَدْ بَلَغَكُمْ أَلَا تَنْظُرُونَ مَنْ يَشْفَعُ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ فَيَقُولُ بَعْضُ النَّاسِ لِبَعْضٍ عَلَيْكُمْ بِآدَمَ فَيَأْتُونَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَيَقُولُونَ لَهُ أَنْتَ أَبُو الْبَشَرِ خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ وَنَفَخَ فِيكَ مِنْ رُوحِهِ وَأَمَرَ الْمَلَائِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلَا تَرَى إِلَى مَا قَدْ بَلَغَنَا فَيَقُولُ آدَمُ إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ وَإِنَّهُ قَدْ نَهَانِي عَنْ الشَّجَرَةِ فَعَصَيْتُهُ نَفْسِي نَفْسِي نَفْسِي اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي اذْهَبُوا إِلَى نُوحٍ 
Orang-orang saling berkata satu sama lain: Apa kalian tidak melihat yang telah menimpa kalian, apakah kalian tidak melihat siapa yang memberi kalian syafaat kepada Rabb kalian. Orang-orang saling berkata satu sama lain: Hendaklah kalian menemui Adam. Mereka menemui Adam lalu berkata: Engkau adalah bapak seluruh manusia, Allah menciptakanmu dengan tanganNya, meniupkan ruh-Nya padamu dan memerintahkan para malaikat lalu mereka sujud padamu, berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami? Adam berkata kepada mereka: Rabbku saat ini benar-benar marah, Ia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya, dulu Ia melarangku mendekati pohon tapi aku durhaka. Oh diriku, Oh diriku, Ohh diriku. Pergilah pada selainku, pergilah ke Nuh. Shahih Bukhari 4343 

Setelah penolakan Nabi Adam, dengan kondisi yang sulit mereka mendatangi Nabi Nuh. Abu Hurairah mengatakan 

فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ يَا نُوحُ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى الْأَرْضِ وَسَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلَا تَرَى مَا قَدْ بَلَغَنَا فَيَقُولُ لَهُمْ إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ وَإِنَّهُ قَدْ كَانَتْ لِي دَعْوَةٌ دَعَوْتُ بِهَا عَلَى قَوْمِي نَفْسِي نَفْسِي اذْهَبُوا إِلَى إِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
Lalu mereka menemui Nuh seraya berkata: 'Wahai Nuh! Engkau adalah rasul pertama dari penduduk bumi, dan Allah telah menamakanmu hamba yang bersyukur. Tidakkah engkau dapat memintakan syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami dan yang menimpa kami? ' Lalu beliau menjawab, 'Sungguh, disatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah seperti itu dan tidak juga marah setelahnya seperti itu. Sungguh, dahulu aku memiliki satu doa yang aku gunakan untuk menghancurkan kaumku. Diriku sendiri butuh syafaat, pergilah menemui selainku! Pergilah menemui Ibrahim! ' Shahih Muslim 287 

Ketika menjumpai Nabi Ibrahim, Abdullah bin Abbas menjelaskan 

فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَيَقُولُونَ يَا إِبْرَاهِيمُ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّنَا فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ إِنِّي كَذَبْتُ فِي الْإِسْلَامِ ثَلَاثَ كِذْبَاتٍ وَاللَّهِ إِنْ حَاوَلَ بِهِنَّ إِلَّا عَنْ دِينِ اللَّهِ قَوْلُهُ 

{ إِنِّي سَقِيمٌ } 

وَقَوْلُهُ 

{ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ } 

وَقَوْلُهُ لِامْرَأَتِهِ حِينَ أَتَى عَلَى الْمَلِكِ أُخْتِي وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي وَلَكِنْ ائْتُوا مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام الَّذِي اصْطَفَاهُ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ وَكَلَامِهِ 
Maka mereka mendatangi Ibrahim 'Alaihis Salam, dan mereka mengatakan: Wahai Ibrahim, mohonkanlah syafa'at kepada Rabb kami untuk kami, dan memutuskan urusan diantara kami. Lalu ia menjawab: Sesungguhnya aku bukan orang yang tepat bagi kalian, sesungguhnya aku telah melakukan dusta tiga kali. Dan demi Allah, dia tidak melakukan hal itu kecuali untuk menegakkan dien Allah, yaitu perkataannya "Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya Aku sakit"." (QS. Ash Shoffaat: 89) dan perkataannya "... Sebenarnya patung yang besar Itulah yang melakukannya, Maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". (QS. Al Anbiya': 63) juga perkataannya kepada istrinya ketika ia mendatangi seorang raja bahwa ia adalah saudara perempuanku. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagi diriku pada hari ini kecuali diriku sendiri. Akan tetapi datangilah Musa 'Alaihis Salam yang telah Allah muliakan dengan risalah dan kalamNya. Musnad Ahmad 2415 

Ketika meminta syafa’at Nabi Musa, Abu Hurairah menjelaskannya 

فَيَأْتُونَ مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُونَ يَا مُوسَى أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ فَضَّلَكَ اللَّهُ بِرِسَالَاتِهِ وَبِتَكْلِيمِهِ عَلَى النَّاسِ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلَا تَرَى مَا قَدْ بَلَغَنَا فَيَقُولُ لَهُمْ مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ وَإِنِّي قَتَلْتُ نَفْسًا لَمْ أُومَرْ بِقَتْلِهَا نَفْسِي نَفْسِي اذْهَبُوا إِلَى عِيسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
Lalu mereka menemui Musa seraya berkata: 'Wahai Musa! Engkau Rasulullah, Allah muliakan engkau atas manusia dengan kerasulan dan kalam Allah, mintakanlah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami? ' Lalu beliau menjawab, 'Sungguh, disatu hari Rabbku telah marah dengan kemarahan yang mana Dia belum pernah marah sebelum ini seperti itu dan tidak juga marah setelahnya seperti itu. Aku pernah membunuh jiwa yang mana aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya, maka diriku sendiri butuh syafaat, maka pergilah menemui selainku, pergilah menemui Isa! ' Shahih Muslim 287 

Dan ketika meminta syafaat kepada nabi Isa, dari Ibnu Abbas, ia menjelaskan ketika dalam khutbahnya bahwa 

فَيَأْتُونَ عِيسَى فَيَقُولُونَ يَا عِيسَى أَنْتَ رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ قَدْ اتُّخِذْتُ إِلَهًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي ثُمَّ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ كَانَ مَتَاعٌ فِي وِعَاءٍ قَدْ خُتِمَ عَلَيْهِ أَكَانَ يُقْدَرُ عَلَى مَا فِي الْوِعَاءِ حَتَّى يُفَضَّ الْخَاتَمُ فَيَقُولُونَ لَا فَيَقُولُ إِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمَ النَّبِيِّينَ قَدْ حَضَرَ الْيَوْمَ وَقَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ 
Maka mereka mendatangi Isa dan berkata: ' Wahai Isa, mohonkanlah syafa'at kepada Rabb kami untuk kami, supaya Dia memutuskan urusan diantara kami.' Isa pun menjawab: 'Sesungguhnya aku bukan orang yang tepat bagi kalian, sesungguhnya aku telah dijadikan sesembahan selain Allah. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagi diriku pada hari ini selain diriku sendiri. Akan tetapi apa pendapat kalian jika suatu perhiasan diletakkan didalam sebuah bejana yang tertutup, apakah kita bisa mengetahui nilai benda yang ada didalamnya hingga dibuka tutupnya? ' Mereka menjawab: 'Tidak.' Isa berkata: 'Sesungguhnya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penutup para nabi, dan ia juga hadir pada hari ini, dan telah diampuni baginya semua dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Musnad Ahmad 2560 

Setelah dari Nabi Isa, mereka menuju Nabi Muhammad untuk meminta syafaat. 

dari Anas berkata 

حَدَّثَنِي نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَقَائِمٌ أَنْتَظِرُ أُمَّتِي تَعْبُرُ عَلَى الصِّرَاطِ إِذْ جَاءَنِي عِيسَى فَقَالَ هَذِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَدْ جَاءَتْكَ يَا مُحَمَّدُ يَسْأَلُونَ أَوْ قَالَ يَجْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَيَدْعُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُفَرِّقَ جَمْعَ الْأُمَمِ إِلَى حَيْثُ يَشَاءُ اللَّهُ لِغَمِّ مَا هُمْ فِيهِ وَالْخَلْقُ مُلْجَمُونَ فِي الْعَرَقِ وَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَهُوَ عَلَيْهِ كَالزَّكْمَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيَتَغَشَّاهُ الْمَوْتُ قَالَ قَالَ لِعِيسَى انْتَظِرْ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَيْكَ قَالَ فَذَهَبَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى قَامَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَلَقِيَ مَا لَمْ يَلْقَ مَلَكٌ مُصْطَفًى وَلَا نَبِيٌّ مُرْسَلٌ فَأَوْحَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى جِبْرِيلَ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ لَهُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ قَالَ فَشُفِّعْتُ فِي أُمَّتِي أَنْ أُخْرِجَ مِنْ كُلِّ تِسْعَةٍ وَتِسْعِينَ إِنْسَانًا وَاحِدًا قَالَ فَمَا زِلْتُ أَتَرَدَّدُ عَلَى رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَلَا أَقُومُ مَقَامًا إِلَّا شُفِّعْتُ حَتَّى أَعْطَانِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ ذَلِكَ أَنْ قَالَ يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ شَهِدَ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَوْمًا وَاحِدًا مُخْلِصًا وَمَاتَ عَلَى ذَلِكَ 
Nabi Allah Shallallahu'alaihi wasallam menceritakan kapadaku, "Saya akan berdiri menunggu umatku yang menyeberang di atas shirath (jembatan Jahannam). Maka 'Isa alaihissalam datang kepadaku dan berkata: "ini para Nabi yang datang kepadamu wahai Muhammad, mereka meminta atau -sepertinya ia mengatakan- berkumpul kepadamu dan memohon Allah agar mengelompokkan manusia menjadi berberapa bagian menurut kehendak-Nya karena kesusahan yang menimpanya, dan manusia waktu itu mulutnya disumbat karena banjir keringat, orang yang beriman berada di keringat itu seperti orang yang terkena flu sedangkan orang kafir bagaikan diliputi oleh kematian, Anas bin Malik radhiyallahu'anhu berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkata kepada Isa AS: tunggulah hingga saya kembali kepadamu, Anas bin Malik radhiyallahu'anhu berkata: maka Nabiyullah Shallallahu'alaihi wasallam pergi hingga berdiri di bawah Arsy dan bertemu dengan sesuatu yang tidak bernah ditemui oleh Malaikat pilihan dan nabi utusan, lalu Allah Azza wa Jalla memberikan wahyu kepada Jibril AS: pergilah kepada Muhammad dan katakan kepadanya: angkatlah kepalamu, mohonlah kamu akan diberi dan berilah syafaat, kamu akan diijinkan memberi syafaat, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: " maka saya diberi ijin memberi syafaat kepada umatku untuk mengeluarkan satu orang dari setiap sembilan puluh sembilan, dan saya masih berulang kali memohon Tuhanku, maka saya tidak mau berdiri kecuali saya telah diijinkan memberi syafaat, hingga Allah Azza wa Jalla memberiku dari itu semua dengan firmannya: wahai Muhammad ikutsertakanlah umatmu siapa saja yang bersaksi bahwasanya tiada Ilah selain Allah sekalipun hanya sehari, yang ia ikhlas karenanya dan meninggal dalam keadaan itu ". Musnad Ahmad 12359 
Inilah perjalanan manusia yang mencari syafa’at di padang mahsyar. karena kesusahan yang menimpa, dan manusia waktu itu mulutnya disumbat karena banjir keringat berusaha mencari pertolongan. 

Dalam hadits diatas juga di jelaskan perbedaan kondisi orang-orang beriman dengan orang kafir ketika banjir keringat. Orang yang beriman berada di keringat itu seperti orang yang terkena flu sedangkan orang kafir bagaikan diliputi oleh kematian. 

Semoga kita termasuk golongan orang-orang mukmin yang terbebas dari azab hari kiamat dan neraka. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memahami syafaat (3) Perjalanan mencari Syafa’at di padang Mahsyar"

Posting Komentar