Cinta itu Buta dan Bid'ah

Cinta itu buta. Cinta itu memang membutakan. Membutakan mata, pendengaran, pikiran dan hati orang yang sedang dilanda cinta. 

Pernah dengar seorang anak ABG belasan tahun menikah dengan seorang kakek atau nenek yang usia lanjut. Mungkin itu satu contoh kecil dari butanya cinta. Butanya cinta itu bisa juga seperti ketika orang memberikan informasi tentang kekasihnya: mau seburuk apa, mau sejelek apa tetap saja ia tidak akan percaya. Bukan tidak mungkin justeru orang yang menyampaikan justeru dikatakan tukang fitnah dan lainnya. Sejuta sanjungan untuk sang kekasih. Kaulah bulan kaulah bintang sebagi bentuk pujian berlebihan. Berlebihan hingga menjadikannya protektif dan cemburuan yang justeru malah membuat orang yang dicintanya menjadi tersiksa. 

Fenomena cinta buta ini juga tidak lepas di dunia politik. Cinta kepada seorang calon baik capres/cawapres, cagub, cabup, cawal ataupun caleg dapat menjadikan buta. Seorang calon harus dipoles atau dicitrakan sesempurna mungkin yang terkadang harus mengorbankan harus kita jaga bersama. Semoga cinta kepada negeri dapat mengurangi cinta buta kepada calon. 

Dalam islam perkara cinta buta ini cukup banyak disampaikan dalam Alquran. 

Orang-orang yang lebih mencintai dunia menjadi buta terhadap hak kepada Allah dan NabiNya. Butanya mereka karena memang Allah hiasi dunia dengan keindahan 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (١٤) 
dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Al Imran ayat 14) 

Makanya Allah mengancam orang-orang yang lebih mencintai dunianya daripada Allah dan RasulNya 

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (٢٤) 
Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah ayat 24) 

Demikian orang-orang kafir karena dibutakan dunia karena lebih mencintai dunia daripada Akhirat 

ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (١٠٧) 
yang demikian itu disebabkan karena Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (Qs. An Nahl ayat 107) 

Cintanya dunia membutakannya hingga menjadikan Allah mengunci hati 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (٦)خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٧) 
6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. 7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat. (QS. Al Baqarah ayat 6-7) 

Dan untuk mendapatkan derajat kesempurnaan, maka diperlukan keikhlasan untuk menginfakkan harta yang kita cintai. 

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (٩٢) 
kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. Al Imran ayat 92) 
Cinta itu Buta  dan Bid'ah

dan Bukti cinta kepada Allah terlihat bagaimana kita mengikuti NabiNya 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣١) 

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Imran ayat 14) 
Oleh karenanya sekalipun menambah ibadah atau membuat ibadah baru dengan alasan cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu “alaihi wasallam juga tidak dapat dibenarkan. Perbuatan ibadah baru ini yang kemudian kita kenal dengan nama bid’ah. Semoga kita dapat terpelihar dari perbuatan-perbuatan bid’ah hingga dapat berkumpul di telaga dan merasakan nikmat air AlKautsar dalam gelas-gelas yang dituangkan langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu “alaihi wasallam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cinta itu Buta dan Bid'ah"

Posting Komentar