Niat Maksiat Tidak Dikerjakan Diampuni Tapi Sombong Dihitung Dosa Sejak Dalam Hati

Umumnya perbuatan dosa dihitung ketika telah dikerjakan dan masih diampuni ketika masih dalm bentuk niat dalam hati. Namun berbeda dengan kesombongan yang telah dihitung sebagai dosa dan akan mendapatkan adzab meskipun sombongnya masih dalam hati. 
 Niat Maksiat Tidak Dikerjakan Diampuni Tapi Sombong Dihitung Dosa Sejak Dalam Hati

Dosa maksiat atau perbuatan jelek baru dihitung ketika telah dikerjakan dapat dilihat melalui hadits perbandingan balasan perbuatan baik dan buruk. Perbuatan baik atau amal sholeh sudah dihitung pahala ketika masih dalam bentuk niat dalam hati, dan akn berlipat ganda jika dikerjakan. Sedangkan dosa/kesalahan dihitung jika sudah dikerjakan dan akan diampuni jika masih dalam hati. 

Perbandingan pahala yang diberikan adalah 10 kali lipat dari amal shaleh yang dikerjakan, sementara perbuatan maksiat hanya dihitung satu kesalahan setiap satu maksiat. Disebutkan dari Abu Hurairah: bahwa 

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ إِذَا تَحَدَّثَ عَبْدِي بِأَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ حَسَنَةً مَا لَمْ يَفْعَلْ فَإِذَا عَمِلَهَا فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا وَإِذَا تَحَدَّثَ بِأَنْ يَفْعَلَ سَيِّئَةً فَأَنَا أَغْفِرُهَا مَا لَمْ يَفْعَلْهَا فَإِذَا عَمِلَهَا فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ بِمِثْلِهَا 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda: "Allah berfirman: 'Jika hamba-Ku berniat untuk mengerjakan suatu amal shalih, maka Aku akan menulisnya meskipun ia belum mengamalkannya, dan jika ia mengamalkannya Aku akan tulis dengan sepuluh kali lipat. Dan jika hamba-Ku berniat untuk mengerjakan satu kemaksiatan, maka Aku akan mengampuninya selama belum ia kerjakan, jika ia kerjakan maka Aku akan tulis dengan satu kesalahan." (Musnad Ahmad 7819) 

Bahkan hadits disebutkan pahala yang diberikan dapat mencapai 700 kali lipat dari amala sholeh yang dikerjakan, sementara satu maksiat tetap hanya dihitung satu kesalahan/dosa. Disebutkan dari Abu Hurairah dia berkata: 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا تَحَدَّثَ عَبْدِي بِأَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ حَسَنَةً مَا لَمْ يَعْمَلْ فَإِذَا عَمِلَهَا فَأَنَا أَكْتُبُهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَإِذَا تَحَدَّثَ بِأَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً فَأَنَا أَغْفِرُهَا لَهُ مَا لَمْ يَعْمَلْهَا فَإِذَا عَمِلَهَا فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ بِمِثْلِهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ الْمَلَائِكَةُ رَبِّ ذَاكَ عَبْدُكَ يُرِيدُ أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً وَهُوَ أَبْصَرُ بِهِ فَقَالَ ارْقُبُوهُ فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ بِمِثْلِهَا وَإِنْ تَرَكَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً إِنَّمَا تَرَكَهَا مِنْ جَرَّايَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِمِثْلِهَا حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ 

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah berfirman: 'Apabila hamba-Ku berkeinginan untuk mengerjakan kebaikan maka Aku menulisnya sebagai satu kebaikan selama dia belum melakukannya, maka jika dia melakukannya maka Aku menuliskannya sebagai sepuluh kebaikan. Dan apabila dia berkeinginan untuk kejelekan maka Aku akan mengampuninya selama dia belum melakukannya, namun jika dia mengamalkannya maka Aku menuliskannya sebagai satu kejelekan -dan Dia lebih mengetahuinya- seraya Dia berfirman, 'Kalian awasilah dia. Jika dia mengerjakan kejelekan maka kalian tulisnya dengan semisalnya, dan apabila dia meninggalkannya maka tulislah untuknya satu kebaikan. Karena dia meninggalkannya karena Aku'." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian memperbagus Islamnya maka setiap kebaikan yang dia kerjakan akan dicatat sepuluh semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Dan setiap kejelekan yang dia kerjakan niscaya dicatat dengan semisalnya hingga dia menemui Allah." Shahih Muslim 185 

Sementara kesombongan sudah dihitung sejak dalam hati. Dan Allah tidak menyukai mereka orang sombong 

إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ (٢٢)لا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ (٢٣) 
22. Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. 23. tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (QS. An Nahl ayat 22-23) 

Hal ini karena sombong hanyalah milik Allah tidak ada mahluk lain yang berhak menyandangnya selain daripada Allah SWT. Hal ini digambarkan dalam hadits qudsi yang menyatakan Kesombongan adalah Selendang-Nya seiring dengan keagungan sebagai pakaianNya. Maka tiada hak siapapun untuk memakainya. dari Abu Hurairah bahwa 

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا يَحْكِي عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ‏:‏ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي، فَمَنْ نَازَعَنِي فِي وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا، قَذَفْتُهُ فِي النَّارِ، 

dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap keterangan yang telah Allah SWT ceritakan kepadanya, Allah SWT berfirman, “Kesombongan adalah Selendang-Ku, Keagungan adalah pakaian-Ku, barangsiapa yang mencopot salah satu dari keduanya (menyaingi-meski hanya-salah dari kedua hal itu), maka Aku bersumpah untuk memasukkannya kedalam neraka. Shahih Ibnu Hibban 328 

Bahkan orang-orang yang menyombongkan diri diancam dengan neraka jahanam dan kekal di dalamnya. 

فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ (٢٩) 

Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka Amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS. An Nahl ayat 29) 

Oleh karena sudah seharusnya sifat sombong untuk dijauhi dan dihindari. Meskipun hanya terrbesit dalam dalam hati segera untuk beristighfar. Semoga Allah selalu mengampuni dosa-dosa kita.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Niat Maksiat Tidak Dikerjakan Diampuni Tapi Sombong Dihitung Dosa Sejak Dalam Hati "

Posting Komentar