Nikmatnya Minum saat Tidak Haus Di Surga

Anda mungkin pernah mengalami kehausan yang amat sangat! Cari minuman tidak ada, karena amat terlalu hausnya hingga air genangan dijalan terasa sangat ni’mat, (Padahal jika tidak kehausan, jangankan diminum nyentuh airnya mungkin anda tidak mau). atau mungkin sedikit lebih enak bolehlah air langsung dari kran yang jadi sasaran. 

Hal ini yang menimpa seorang pemuda Sulawesi yang hanyut dan terkatung-katung dilautan selama 49 hari. Air keringatpun jadi pelepas dahaga hingga akhirnya dapat bertahan hidup dan diselamatkan awak kapal Jepang. 

Nikmat minum ketika haus juga dapat kita rasakan saat berpuasa. Ketika hari cukup panas dan kerongkongan pun kering haus hampir tak tertahan, hingga mata berbinar-binar ketika melihat air sehingga ketika berbuka tegukan air pertama terasa sangat nikmat tiada tara. Itulah salah satu nikmat minum di dunia saat haus. 

Begitu pentingnya air bagi kita manusia, hingga ketika hari kiamat terdapat sekolompok umat yang masuk neraka karena mencari air. Adalah orang-orang kafir digiring ke neraka dengan air fatamorgana. Karena haus yang amat sangat menyangka di depan mereka terdapat air minum dan neraka adalah tempat menyediakan air dapat diminum. 

Itulah kondisi kita ketika haus, pikiran tidak dapat konsentrasi, Air fatamorganapun dikejar dan dicari disangka dapat diminum dan rasa pun ikut menipu hingga air comberan terasa nikmat. 

Itulah bedanya kenikmatan minum air di surga, bukan nikmat karena haus akan tetapi air yang tersedia memang sangat nikmat tiada tara. Untuk melihat ini dapat kita lihat dalil-dalil yang menyatakan bahwa kelompok umat yang tertinggi surga adalah mereka yang tidak akan pernah merasa kehausan selamanya. Dan dalil gambaran bahwa air yang tersedia disurga adalah air yang sangat nikmat tiada bandingan. 

Pertama dalil manusia memiliki derajat yang tinggi surga tidak akan kehausan selamanya

Setidaknya terdapat terdapat dua kelompok umat yang mendapatkan keutamaan tidak akan haus selamanya yaitu 

1) Mereka yang dapat mencapai telaga Al Kautsar dan minum airnya 

Dalam Buku Jejak Perjalanan Akhirat dan syafa’at disebutkan bahwa telaga Alkautsar adalah tempat terakhir dan hari terakhir di hari kiamat sebelum memasuki surga. Disebutkan juga bahwa yang tidak haus selamanya adalah mereka yang dapat mencapai telaga Al Kautsar dan minum airnya karena akan ada orang-orang yang sudah mencapai telaga namun tidak mendapatkan minum. mereka terusir dari seperti unta yang tersesat. 

Senada dengan itu Sahal bin Sa'd mengatakan bahwa 

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ 
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akulah pertama-tama yang mendatangi telaga, siapa yang menuju telagaku akan minum, dan siapa yang meminumnya tak akan haus selama-lamanya, sungguh akan ada beberapa kaum yang mendatangiku dan aku mengenalnya dan mereka juga mengenaliku, kemudian antara aku dan mereka dihalangi." Shahih Bukhari 6097 

Dan dalam hadits lain disebutkan mereka yang tidak dapat minum air telaga seperti terusir unta yang tersesat 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju pekuburan lalu beliau membaca: "(Keselamatan bagi kalian, Wahai para penghuni kubur orang-orang mukmin. Jika Allah berkehendak, kami akan menyusul kalian.) Sungguh saya ingin melihat saudara-saudara kami." Maka para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara anda." Beliau menjawab: "bahkan kalian adalah sahabat-sahabatku, tetapi saudara-saudaraku adalah yang akan datang nanti, pada saat aku menunggu mereka di tepi telaga." mereka berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana engkau bisa mengenal orang yang datang sepeninggalmu dari umatmu?" Rasulullah menjawab: "bagaimana pendapatmu jika ada seorang lelaki yang memiliki kuda putih cemerlang di antara kuda hitam yang pekat, bukankah dia mengetahuinya?" mereka menjawab: "Ya benar wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Sesungguhnya mereka datang pada Hari Kiamat dengan putih bersinar karena wudlu, saya yang akan menyambut mereka di telaga. Maka jangan sampai ada yang terusir dari telagaku, sebagaimana unta tersesat yang terusir, saya memanggil mereka: 'Ayolah ke sini, ayolah ke sini! ayolah kesini! " tiba-tiba ada yang menegur: 'Sesungguhnya mereka telah mengganti (agamanya) sepeninggalmu' maka saya berkata: 'Menjauhlah, menjauhlah, menjauhlah'." Muwatha' Malik 53 



2) Mereka yang masuk surga melalui pintu Ar Rayyan 

Pintu Ar Rayyan memiliki keutamaan yaitu tidak akan haus selamanya bagi orang yang memasukinya. dari Sahl bin Sa'ad dari 

النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَبَابًا يُدْعَى الرَّيَّانَ يُدْعَى لَهُ الصَّائِمُونَ فَمَنْ كَانَ مِنْ الصَّائِمِينَ دَخَلَهُ وَمَنْ دَخَلَهُ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا 

Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: " Sesungguhnya di dalam surga terdapat pintu yang bernama Ar Rayyan, kelak orang-orang yang senantiasa berpuasa akan dipanggil untuk memasukinya dan barang siapa yang memasukinya, maka ia tidak akan merasa haus selamanya." Sunan Tirmidzi 696 

Kedua dalil tentang gambaran dan nikmatnya air di surga 

Bahwa di surga terdapat empat mata air dan sungai dengan rasa yang berbeda-beda. Dan salah satunya adalah 

Sungai dari mata air tasnim yang merupakan campuran khamar murni 

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ ) ٨١ (بَيْضَاءَ لَذَةٍ لِلشَارِبِينَ ) ٨٦ (ل فِيهَا 
) غَوْلٌ وَل هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ ) ٨١ 
45. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. 46. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. 47. tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.(QS. Ash Shaaffat ayat 45-47) 
 di surga terdapat empat mata air dan sungai dengan rasa yang berbeda-beda

dan lebih lengkapnya dapat dilihat dalam Buku Jejak Perjalanan Akhirat dan syafa’at. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nikmatnya Minum saat Tidak Haus Di Surga"

Posting Komentar