Akhlak Mulia Sahabat Nabi SAW menyakini kebenaran Namun Tidak Menutup diri


Diceritakan Abu Humaid As Sa'idi ia berkata; "Aku mendengarnya -waktu itu ia berada di antara sepuluh sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya adalah Abu Qatadah bin Rib'i-

ia berkata; "Aku adalah orang yang paling tahu dengan shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di antara kalian."

Mereka berkata; "Engkau bukan orang yang lebih dulu menjadi sahabat beliau dan tidak lebih banyak mendatanginya ketimbang kami!"

ia berkata; "Benar, "

mereka berkata; "Maka ceritakanlah!"

Lalu ia menceritakan tentang cara shalat yang dikejakan Nabi.

Di akhir hadits disebutkan sepuluh sahabat Nabi membenar yang disampaikannya.

Inilah gambaran akhlak mulia para sahabat, Mereka mengetahui cara shalat yang benar, mereka yakin. Namun mereka tidak menutup pintu kebenaran dengan tetap memberi kesempatan kebenaran disampaikan. Dan ketika telah disampaikan mereka tidak segan membenarkan.


Terbayang jika dialog ini terjadi di zaman sekarang.

Apa yg terjadi jika ada yg nyampaikan ditengah orang orang berilmu. Ia berkata

Aku adalah orang yang paling tahu "ISLAM" di antara kalian.

Dan respon selanjut

Mereka berkata; "Engkau bukan orang yang lebih dulu BELAJAR ISLAM dan tidak lebih banyak BELAJAR ISLAM ketimbang kami!"

Lalu apakah ia sanggup melanjutkan dengan

ia berkata; "Benar, "


Dan respon orang orang terbuka dgdengan memberi kesempatan disampaikan

mereka berkata; "Maka ceritakanlah!"


Dan setelah diceritakan dan jika benar mereka membenarkan.


Mungkin hal ini dapat terjadi di zaman sekarang?

Insya Allah




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Akhlak Mulia Sahabat Nabi SAW menyakini kebenaran Namun Tidak Menutup diri"

Posting Komentar