Alam kubur Alam transisi sebagai gerbang akhirat


Antara Alam Kubur dengan Alam Rahim terdapat persamaan Yakni sama-sama berada di dua kehidupan yaitu kehidupan dunia dan kehidupan akhirat atau dapat disebut alam transisi.

Di alam rahim manusia (Jasad atau janin) berada di bumi atau di alam dunia, sedangkan ruhnya berada di kehidupan akhirat. Ruhnya masih berada di alam ruh (kehidupan akhirat) sebelum usia janin 120 hari. Dan ruh manusia baru ditiupkan oleh malaikat setelah janin dalam fase mudlghah (segumpal daging). Yaitu usia janin setelah 120 hari.

Sedangkan ketika alam kubur jasad orang mukmin berada di kehidupan bumi sedangkan ruhnya berada di surga atau alam akhirat. Sementara orang kafir ketika di alam kubur baik jasad maupun ruhnya tetap berada di alam bumi atau alam dunia. Alamankubur sebagI transisi atau gerbang akhirat dapat dilihat sebagai berikut:

1. Orang Yang Ditolak Alam Kubur
dari Anas bin Malik dia berkata:
كَانَ مِنَّا رَجُلٌ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ قَدْ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَكَانَ يَكْتُبُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ هَارِبًا حَتَّى لَحِقَ بِأَهْلِ الْكِتَابِ قَالَ فَرَفَعُوهُ قَالُوا هَذَا قَدْ كَانَ يَكْتُبُ لِمُحَمَّدٍ فَأُعْجِبُوا بِهِ فَمَا لَبِثَ أَنْ قَصَمَ اللَّهُ عُنُقَهُ فِيهِمْ فَحَفَرُوا لَهُ فَوَارَوْهُ فَأَصْبَحَتْ الْأَرْضُ قَدْ نَبَذَتْهُ عَلَى وَجْهِهَا ثُمَّ عَادُوا فَحَفَرُوا لَهُ فَوَارَوْهُ فَأَصْبَحَتْ الْأَرْضُ قَدْ نَبَذَتْهُ عَلَى وَجْهِهَا ثُمَّ عَادُوا فَحَفَرُوا لَهُ فَوَارَوْهُ فَأَصْبَحَتْ الْأَرْضُ قَدْ نَبَذَتْهُ عَلَى وَجْهِهَا فَتَرَكُوهُ مَنْبُوذًا
"Dulu ada seorang sahabat laki-laki dari Bani Najjar. Sahabat tersebut telah menghafal surah Al Baqarah dan surah Ali Imran. Selain itu, ia juga pernah menjadi juru tulis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Hingga pada suatu hari ia melarikan diri dan bergabung dengan Ahli Kitab." Anas berkata: 'Ternyata orang-orang Ahli Kitab memuliakan dan menghormatinya. Mereka berkata: 'Sesungguhnya orang laki-laki ini pernah menjadi juru tulis Muhammad.' Maka semakin tambah hormatnya mereka kepada orang laki-laki itu. Tak lama kemudian, orang itu meninggal dunia di tengah-tengah orang-orang Ahli Kitab. Lalu mereka menggali tanah untuk menguburkannya. Tetapi kemudian, bumi malah memuntahkan mayatnya ke atas. Mereka menggali tanah lagi untuk menguburkannya. Tetapi kemudian bumi malah memuntahkan mayatnya ke atas. Mereka menggali tanah lagi untuk menguburkannya. Tetapi kemudian bumi malah memuntahkan mayatnya ke atas, hingga mereka membiarkannya tergeletak. Shahih Muslim 4987

Dalam hadits disebutkan juga dari Anas berkata:
كَانَ رَجُلٌ يَكْتُبُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ قَدْ قَرَأَ الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ عُدَّ فِينَا ذُو شَأْنٍ، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُمْلِ عَلَيْهِ‏:‏ ‏{‏غَفُورًا رَحِيمًا‏}‏، فَيَكْتُبُ‏:‏ عَفُوًّا غَفُورًا، فَيَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ اكْتُبْ، وَيُمْلِي عَلَيْهِ‏:‏ ‏{‏عَلِيمًا حَكِيمًا‏}‏، فَيَكْتُبُ سَمِيعًا بَصِيرًا، فَيَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ اكْتُبْ أَيَّهُمَا شِئْتَ، قَالَ‏:‏ فَارْتَدَّ عَنِ الإِسْلاَمِ، فَلَحِقَ بِالْمُشْرِكِينَ، فَقَالَ‏:‏ أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِنْ كُنْتُ لَأَكْتُبُ مَا شِئْتُ‏.‏ فَمَاتَ، فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ إِنَّ الأَرْضَ لَنْ تَقْبَلَهُ، قَالَ‏:‏ فَقَالَ أَبُو طَلْحَةَ‏:‏ فَأَتَيْتُ تِلْكَ الأَرْضَ الَّتِي مَاتَ فِيهَا، وَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّ الَّذِي، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا قَالَ، فَوَجَدْتُهُ مَنْبُوذًا، فَقُلْتُ‏:‏ مَا شَأْنُ هَذَا‏؟‏ فَقَالُوا‏:‏ دَفَنَّاهُ فَلَمْ تَقْبَلْهُ الأَرْضُ‏.‏
Ada seseorang yang menuliskan (ayat Al Qur'an) untuk Nabi SAW. Sungguh dia telah membaca surat Al Baqarah dan Ali Imran. Dia termasuk orang yang terpandang di antara kami dan memiliki kedudukan. (Suatu ketika) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendiktekan kepadanya lafazh “Ghafuuran Rahiiman” (Maha Pengampun lagi Maha Penyayang), namun orang itu menulisnya dengan lafazh “Afuwwan Ghafuuran”(Maha Pemaaf dan Maha Pengampun). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, “Tulislah!” Kemudian beliau mendiktekan kepadanya lafazh “‘Aliiman Hakiiman” (Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana), namun dia menulisnya dengan lafazh, “Samii’an Bashiiran’ (Maha Mendengar dan Maha Melihat). Nabi pun bersabda, “Tulislah mana yang kamu suka di antara keduanya.“ Anas berkata: Maka, orang itu keluar Islam (murtad) dan bergabung dengan kaum musyrikin. Lalu dia berkata, “Aku adalah orang yang paling mengetahui di antara kalian tentang Muhammad, jika aku mau maka aku akan menulis apa saja yang aku kehendaki.’’ (Tidak lama kemudian) orang itu meninggal dunia. Ketika hal itu sampai ke telinga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau pun bersabda, “Sungguh, bumi tidak akan menerima (jasad)nya.” Anas berkata: Abu Thalhah berkata: Aku pun mendatangi tempat kematian orang itu. Sungguh aku telah mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, pasti akan terjadi. Aku pun menemukan jasad orang itu terlempar. Maka, aku bertanya, “Apa yang terjadi dengan (mayat) ini?” Orang-orang menjawab, “Kami telah menguburkannya, namun ternyata bumi tidak mau menerima (jasad)nya.” Shahih Ibnu Hibban 744

2. Orang Kafir Berharap Dikembalikan ke Dunia Ketika di alam kubur

Ketika kematian menerpa orang-orang kafir, mereka memohon kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia agar dapat berbuat kebaikan yang selama ia hidup telah dilalaikannya.
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠)
99. (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada barzakh-barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Mukminun ayat 99-100)

3. Kuburan Pertanda Awal Kehidupan Akhirat
Orang yang selamat di alam kubur maka ringan untuk selanjutnya, karena kuburan tempat yang paling mengerikan.
dari Hani' mantan hamba sahaya Utsman, dia berkata:
كَانَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تَذْكُرُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ فَلَا تَبْكِي وَتَبْكِي مِنْ هَذَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْقَبْرُ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهِ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ
Ketika Utsman berdiri di sebuah kuburan dia menangis sampai jenggotnya basah, kemudian dikatakan kepadanya: "Kamu menyebutkan Surga dan Neraka sementara kamu tidak menangis tapi justru kamu menangis dengan ini?" Kemudian dia menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Kuburan adalah tempat pertama dari tempat tempat akhirat, jika seseorang selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih ringan darinya, dan jika tidak selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih berat darinya." Utsman berkata: "Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Allah, aku tidak melihat tempat yang lebih mengerikan sama sekali kecuali kuburan adalah tempat yang paling mengerikan." Musnad Ahmad 425

4. Penghuni Kubur Diperlihatkan Surga Atau Neraka Sebagai Kelak Tempat Tinggalnya Setiap Pagi Dan Sore

Calon penghuni neraka maka akan diperlihatkan neraka setiap pagi dan sore, demikian juga calon penghuni surga akan melihat surga di setiap pagi dan sore.  Pemandangan seperti ini akan terjadi terus hingga hari kiamat. 
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma mengatakan bahwa
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ غُدْوَةً وَعَشِيًّا إِمَّا النَّارُ وَإِمَّا الْجَنَّةُ فَيُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى تُبْعَثَ إِلَيْهِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian meninggal, huniannya akan diperlihatkan baginya diwaktu pagi dan sore, entah neraka ataukah surga, lantas dikatakan kepadanya 'Ini hunianmu' yang demikian terus berlaku hingga kiamat tiba." Shahih Bukhari 6034

Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُعْرَضُ عَلَى ابْنِ آدَمَ مَقْعَدُهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً فِي قَبْرِهِ
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan diperlihatkan kepada anak cucu Adam di dalam kubur tempat duduknya dari surga atau neraka pada pagi dan sore hari." Musnad Ahmad 4983
Hal ini juga yang sedang dialami oleh Fir’aun dan kaumnya di alam kubur. 
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (٤٦)
kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". (QS. Al Mukmin ayat 46)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alam kubur Alam transisi sebagai gerbang akhirat"

Posting Komentar