Menyingkap Hari Puasa Asyura dalam Islam adalah tanggal 9 Muharram ditinjau dari Kalender Hijriah


Bahwa Malam hari adalah waktu Kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun. 
وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لا تَخَافُ دَرَكًا وَلا تَخْشَى (٧٧)
dan Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)". (QS. Thaa Haa ayat 77)

Malam ini yang kemudian dijadikan sebagai Hari Asyura yaitu hari besar,  hari kemenangan pada 10 Muharram, dimana Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun. Maka Nabi Musa dan diikuti kaum Yahudi berpuasa dihari asyura tersebut sebagai wujud syukur kepada Allah.

dari Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma bahwa
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tiba di Madinah, Beliau mendapatkan mereka (orang Yahudi) malaksanakan shaum hari 'Asyura (10 Muharam) 
dan mereka berkata: "Ini adalah hari besar, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun. Maka Nabi Musa berpuasa sebagai wujud syukur kepada Allah." 
Maka Beliau bersabda: "Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka." Maka Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummat Beliau untuk mempuasainya. Shahih Bukhari 3145

Nabi Muhammad lebih utama terhadap musa hingga memerintahkan umat islam untuk berpuasa di hari asyura, denganmenyelesihi  kebiasaan puasa asyura kaum yahudi ditanggal 10 Muharram menjadi 9 muharram.  Abdullah bin Abbas radliallahu 'anhuma berkata
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada hari 'Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa: 
Para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani." 
Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram)." 
Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat. Shahih Muslim 1916

Ibnu Abbas juga menyebutkan Puasa Ayura dikerjakan mulai subuh pada hari kesembilan
dari Al Hakam bin Al A'raj ia berkata:
انْتَهَيْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ رِدَاءَهُ فِي زَمْزَمَ فَقُلْتُ لَهُ
أَخْبِرْنِي عَنْ صَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتَ هِلَالَ الْمُحَرَّمِ فَاعْدُدْ وَأَصْبِحْ يَوْمَ التَّاسِعِ صَائِمًا قُلْتُ هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ قَالَ نَعَمْ
Aku pernah mendatangi Ibnu Abbas ketika ia sedang berbantal dengan selendangnya di dekat Zamzam, lalu aku berkata padanya, "Beritahukanlah kepadaku tentang puasa 'Asyura`." 
Ia menjawab, "Jika kamu telah melihat Hilal (bulan sabit) pada bulan Muharram, maka hitunglah, lalu berpuasalah sejak subuh pada hari ke sembilan." 
Aku bertanya, "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa seperti itu?" 
Ia menjawab, "Ya."  Shahih Muslim 1915, Sunan Tirmidzi 685, Sunan Abu Daud 2090, dan Musnad Ahmad 2028, 2409, 3043, 3219

Dengan Mengerjakan Puasa Asyura  ditanggal 9 Muharram sebagaimana wasiat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka keberkahan waktu asyura tetap dapat diperoleh Umat Islam. Hal ini karena momen asyura  Nabi Musa dapat mengalahkan fir’aun terjadi pada 9 Muharram malam sesuai kalender Hijriah (islam) atau malam 10 Muharram sesuai Kalender Yahudi. Dimana Kalender Hijriah memulai  hari saat subuh, sedangkan kalender Yahudi memulai hari saat maghrib.
Menyingkap Hari Puasa Asyura dalam Islam adalah tanggal 9 Muharram ditinjau dari Kalender Hijriah

Oleh karena itu meskipun umat islam memilih berpuasa asyura di hari kesembilan bulan muharram namun tetap mendapati keberkahan waktu asyura. Semoga puasa asyura kita dapat diterima Allah dan dapat menghapus dosa kita setahun yang lalu.

dari Abu Qotadah ia berkata:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku berharap kepada Allah bahwa puasa pada hari 'Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. " Sunan Ibnu Majah 1728

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyingkap Hari Puasa Asyura dalam Islam adalah tanggal 9 Muharram ditinjau dari Kalender Hijriah"

Posting Komentar