Delapan Kondisi orang Fasik, Kafir dan Musyrik dalam Perjalanan menuju nerakadi bawah Sirath

Untuk mengetahui seberapa berat perjalanan golongan orang yang masuk neraka melalui bawah sirath dapat diketahui dari delapan kondisi yaitu gelapnya perjalanan, kondisi para pejalan, bekal dalam perjalanan, lama perjalananan, rintangan perjalanan, dan cara masuk Nerakanya serta bagaimana di dalamnya.

Adapun delapan gambaran perjalanan di bawah sirath, yaitu sebagai berikut :

1. Perjalanan Ditempuh Dengan Penuh Kegelapan

Seperti halnya didunia untuk dapat berjalan dengan baik tentunya memerlukan cahaya. Namun hal itu tidak berlaku bagi orang yang menuju neraka melalui bawah sirath. Bahkan kegelapan yang mengiringi perjalanan adalah kegelapan bertingkat dan bertumpang tindih. ini seperti kegelapan di lautan yang dalam.

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُّجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِن نُّورٍ

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (QS. Al Mukminuun ayat 40)


2. Jalan Licin Dan Dilewati Sambil Membawa Beban Berat

dari Abu Asma`atau amru bin mirtsad bahwa

أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَبِي ذَرٍّ وَهُوَ بِالرَّبَذَةِ وَعِنْدَهُ امْرَأَةٌ لَهُ سَوْدَاءُ مُسْغِبَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا أَثَرُ الْمَجَاسِدِ وَلَا الْخَلُوقِ قَالَ فَقَالَ أَلَا تَنْظُرُونَ إِلَى مَا تَأْمُرُنِي بِهِ هَذِهِ السُّوَيْدَاءُ تَأْمُرُنِي أَنْ آتِيَ الْعِرَاقَ فَإِذَا أَتَيْتُ الْعِرَاقَ مَالُوا عَلَيَّ بِدُنْيَاهُمْ وَإِنَّ خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّ دُونَ جِسْرِ جَهَنَّمَ طَرِيقًا ذَا دَحْضٍ وَمَزِلَّةٍ وَإِنَّا نَأْتِي عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَحَدَّثَ مَطَرٌ أَيْضًا بِالْحَدِيثِ أَجْمَعَ فِي قَوْلِ أَحَدِهِمَا أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اضْطِهَارٌ أَحْرَى أَنْ نَنْجُوَ عَنْ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَنَحْنُ مَوَاقِيرُ

ia menemui Abu Dzar di Rabadzah, sementara di sisinya ada isterinya yang berkulit hitam yang kurus lagi pucat, tidak ada bekas wewangian dan minyak pewangi darinya. Abu Asma` berkata: " Kemudian Abu Dzar berkata: "Tidakkah kalian melihat kepada apa yang diperintahkan oleh wanita hitam ini kepadaku, dia memerintahkan agar aku datang ke negeri Iraq, namun setelah aku tiba di Iraq mereka berpaling dariku dengan dunia mereka. Padahal kekasihku Shallalahu 'Alaihi Wasallam telah mewasiatkan kepadaku bahwa di bawah jembatan Neraka Jahannam ada sebuah jalan yang sangat licin dan sesungguhnya kita pasti akan melewatinya, sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan." Dan Mathar telah menceritakan juga dengan hadits yang ada kesamaan dalam lafadz, "Kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan." Dalam riwayat lain disebutkan, "Dan kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan." Dan dalam riwayat lain menyebutkan, "Kita pasti akan melewatinya sementara bawaan kita ketika itu harus lebih kuat dan tahan supaya selamat melewatinya sementara kita dalam keadaan berat." Musnad Ahmad 20448


3. Bekal Minuman Dalam Perjalanan

Terdapat tiga bekal minuman bagi orang yang berjalan di bawah sirath yaitu

a. Minuman dari Air Nanah 

Air nanah sebagai bekal diperjalanan menuju Neraka telah dinyatakan dalam surat Ibrahim.

مِّن وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّاءٍ صَدِيدٍ
di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, (QS. Ibrahim ayat 16)

b. thinatul khabal

Dalam hadits disebutkan bahwa minuman mereka adalah muntahan dan darah penduduk neraka yang namanya thinatul khabal. dari abdullah bin Amru menyebutkan bahwa

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Orang-orang sombong dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut bermuka manusia, mereka diliputi kehinaan dari segala penjuru, mereka digiring menuju penjara di neraka jahanam yang bernama Bulas, di atas mereka ada api paling panas, mereka di minumi muntahan dan darah penduduk neraka yang namanya thinatul khabal." Sunan Tirmidzi 2416 

c. Minuman Fatamorgana

Bekal perjalanan orang yahudi dan Nashrani penyembah putra allah perjalanan menuju neraka berupa air minum fatamorgana, seperti halnya amal-amal mereka.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ ۗ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. Al Mukminuun ayat 39)


4..Kondisi para pejalan di bawah sirath

a. Berjalan dalam keadaan dikumpulkan dan diikat dalam satu belenggu dan rantai. 

Pada hari keputusan di alam sirath Mujrim (para pendosa) berjalan menuju neraka dalam keadaan terbelenggu. Wajah mereka sampai terdongak karena dibelenggu dengan tangan dileher dan berjalan dengan diseret.

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ (٤٩)
dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. (QS. Ibrahim 49)

إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالا فَهِيَ إِلَى الأذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ (٨)
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, Maka karena itu mereka tertengadah. (QS. Yasiin ayat 8)

إِذِ الأغْلالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلاسِلُ يُسْحَبُونَ (٧١)
ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret (QS. Al Mukmin ayat 71)

b. Menggunakan pakaian yang khusus dengan wajah ditutupi api neraka. 

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. Ibrahim 50)

c. Dalam rombongan terdapat orang yang diseret wajahnya

الَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلًا
Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. (QS. Al Furqan ayat 34)

d. Berbentuk semut berwajah manusia.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Orang-orang sombong dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut bermuka manusia, mereka diliputi kehinaan dari segala penjuru, mereka digiring menuju penjara di neraka jahanam yang bernama Bulas, di atas mereka ada api paling panas, Sunan Tirmidzi 2416

e. Mempunyai tanda khusus dibelalainya

سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ (١٦)
kelak akan Kami beri tanda Dia di belalai(nya). (QS. Al Qalam ayat 16)


5. Perjalanan Menempuh Waktu Selama 50.000 Tahun

Perjalanan menuju jurang neraka, tentu dapat disamakan seperti perjalanan menuruni bukit atau jurang. Perjalanan dilakukan dengan mengitari dan dasar jurang menjadi pemandangan sepenjang perjalanan

وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا

Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari padanya. (Qs Al Kahfi ayat 53)

Tidak ada tempat untuk menghindar mereka pasti masuk neraka jahannam yang sangat mematikan. Sehingga walaupun masih jauh dari neraka, mereka sudah dapat mendengar bagaimana gemuruh dan nyala apinya yang saling bertindih.

إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا

apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. (QS. Al Furqan ayat 12)

disebut jauh karena dalam jarak waktu empat puluh tahun, mereka sudah meyakini bakal memasuki neraka, dari Abu Sa'id Al Khudri berkata

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُنْصَبُ لِلْكَافِرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِقْدَارُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ كَمَا لَمْ يَعْمَلْ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّ الْكَافِرَ لَيَرَى جَهَنَّمَ وَيَظُنُّ أَنَّهَا مُوَاقِعَتُهُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ سَنَةً

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang kafir akan merasakan keletihan yang sangat pada hari kiamat selama lima puluh ribu tahun, yang membuatnya seakan-akan tidak pernah merasakan keletihan di dunia. Dan sesungguhnya orang kafir pasti akan melihat neraka jahannam dengan penuh keyakinan bahwa dia akan masuk ke dalamnya dari jarak empat puluh tahun perjalanan." Musnad Ahmad 11289


6. Rintangan Perjalanan berupa maut dari segala Penjuru

Rintangan dalam perjalanan menuju neraka sangat berat. Rintangan datang dari segala penjuru dan mematikan. Namun mereka tidak mati - mati walaupun azab berat akan menghadang.

يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِن وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ
diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat. (QS. Ibrahim ayat 17) 

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (٤٥)
dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk. (QS. Al Mukmin ayat 45)

Dikepung azab dan maut namun tidak menjadikan mereka mati-mati menggambarkan bahwa berat rintangan di perjalanan. 

7. Memasuki Neraka Dengan Cara Dilemparkan Kedalamnya Dalam Keadaan Tetap Terbelenggu. 

وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُّقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. (QS. Al Furqan ayat 13)


8. Di Neraka Dalam Keadaan Tidak Hidup Dan Tidak Mati

Berbeda dengan dengan selama di perjalanan yang tidak tidak mati mati. Sesampai di neraka orang-orang akan hidup dalam kematian yang berulang. 

Dalam alquran disebutkan karena dahsyatnya siksa dan azab hingga mereka meminta agar dibinasakan, padahal di neraka mereka tidak hidup dan tidak mati. Sehingga di ingatkan bahwa mereka akan dimatikan berulang-ulang.

لَّا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا
(Akan dikatakan kepada mereka): "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak(berulang)".

Hal ini sejalan dengan hadits yang menyatakan bahwa penduduk neraka tidak hidup dan tidak mati. dari Abu Sa'id dia berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penghuni neraka yang mereka benar-benar penghuninya, mereka tidak akan merasakan kematian dan juga tidak hidup di dalamnya. Sunan Ibnu Majah 4299


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Delapan Kondisi orang Fasik, Kafir dan Musyrik dalam Perjalanan menuju nerakadi bawah Sirath"

Posting Komentar