Hikmah Berbulan Keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Bertahan dengan Kurma dan Air


Ketika bulan Ramadhan akan mudah kita jumpai kurma. Memang kurma menjadi makanan yang baik ketika berpuasa. Bisa menjadi makanan baik bersahur maupun berbuka. Hal ini didukung penelitian kesehatan yang merekomendasikan kurma saat berpuasa.

Dan berbicara kurma ternyata keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berbulan bertahan dengan kurma dan air. Dan selama itu pula di rumah rumah keluarga beliau tidak dinyalakan api untuk memasak. 

memang tidak akan kelaparan rumah yang tersedia kurma disebutkan dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَجُوعُ أَهْلُ بَيْتٍ عِنْدَهُمْ التَّمْرُ

"Tidak akan lapar penghuni rumah yang memiliki kurma." Shahih Muslim 3811

Namun suatu kejadian yang tidak mungkin terjadi atas seorang pemimpin umat dan pemimpin negara? Terlebih kejadiannya terjadi menjelang akhir hayat beliau. Namun ternyata banyak hikmah dari kisah Berbulan Keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Bertahan dengan Kurma dan Air. 

Bahwa kisah Berbulan Keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Bertahan dengan Kurma dan Air di riwayatkan dalam banyak hadits ada yang menyebutkan dua bulan lebih, satu bulan dan tiga bulan.

Selama dua bulan lebih disebutkan ummul mukminin 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa

لِعُرْوَةَ ابْنَ أُخْتِي إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلَالِ ثَلَاثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ وَمَا أُوقِدَتْ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَارٌ فَقُلْتُ مَا كَانَ يُعِيشُكُمْ قَالَتْ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ إِلَّا أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِيرَانٌ مِنْ الْأَنْصَارِ كَانَ لَهُمْ مَنَائِحُ وَكَانُوا يَمْنَحُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَبْيَاتِهِمْ فَيَسْقِينَاهُ

"Wahai Urwah keponakanku, dulu kami pernah melihat hilal hingga tiga kali hilal selama dua bulan, sementara di rumah-rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak ada yang menyalakan api. Lalu aku bertanya: 'Wahai bibi, apa yang menghidupi kalian? ' Aisyah menjawab: 'Al Aswadaan, ' yaitu: kurma dan air. Hanya saja Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki tetangga-tetangga dari Anshar, mereka memiliki kambing-kambing perahan. Mereka mengirimkan sebagian susunya untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau memberi kami minum dengan susu itu. Shahih Bukhari 5978 Shahih Bukhari 2379

Selama satu bulan lebih disebutkan ummul mukminin 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa

لَقَدْ كَانَ يَأْتِي عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ الشَّهْرُ مَا يُرَى فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِهِ الدُّخَانُ قُلْتُ يَا أُمَّهْ وَمَا كَانَ طَعَامُهُمْ قَالَتْ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ لَهُ جِيرَانُ صِدْقٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَكَانَ لَهُمْ رَبَائِبُ فَكَانُوا يَبْعَثُونَ إِلَيْهِ مِنْ أَلْبَانِهَا

"Selama satu bulan, keluarga Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam pernah mengalami tak terlihat asap mengepul dari rumah-rumahnya." Saya berkata: "Wahai Ibu! Lalu apa yang mereka makan?" Ia menjawab: "Kurma dan air, hanyasaja beliau mempunyai tetangga yang jujur dari kalangan Anshar, mereka mempunyai anak tiri dan merekalah yang mengirimkan susu kepadanya." Musnad Ahmad 24316

Selama satu bulan lebih disebutkan ummul mukminin 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa

لَقَدْ كَانَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرَوْنَ ثَلاَثَةَ أَشْهُرٍ مَا يَسْتَوْقِدُونَ فِيهِ بِنَارٍ، مَا هُوَ إِلاَّ الْمَاءُ وَالتَّمْرُ، وَكَانَ حَوْلَنَا أَهْلُ دُورٍ مِنَ الأَنْصَارِ لَهُمْ دَوَاجِنُ فِي حَوَائِطِهِمْ، فَكَانَ أَهْلُ كُلِّ دَارٍ يَبْعَثُونَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِغَزِيرِ شَاتِهِمْ، فَكَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِنْ ذَلِكَ اللَّبَنِ.

“Sungguh keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tidak menyalakan tungku api (tidak bisa memasak) selama tiga bulan. Tidak ada yang bisa di makan kecuali air dan kurma. Di sekitar rumah kami terdapat rumah-rumah kaum Anshar yang mempunyai kambing-kambing peliharaan. Penghuni tiap rumah biasa mengirimkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam susu kambingnya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun (hanya) meminum susu-susu tersebut.” Shahih Ibnu Hibban 729

Kejadian ini juga terjadi menjelang wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ

يَا ابْنَ أُخْتِي كَانَ شَعْرُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوْقَ الْوَفْرَةِ وَدُونَ الْجُمَّةِ وَايْمُ اللَّهِ يَا ابْنَ أُخْتِي إِنْ كَانَ لَيَمُرُّ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهْرُ مَا يُوقَدُ فِي بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَارٍ إِلَّا أَنْ يَكُونَ اللُّحَيْمُ وَمَا هُوَ إِلَّا الْأَسْوَدَانِ الْمَاءُ وَالتَّمْرُ إِلَّا أَنَّ حَوْلَنَا أَهْلَ دُورٍ مِنْ الْأَنْصَارِ جَزَاهُمْ اللَّهُ خَيْرًا فِي الْحَدِيثِ وَالْقَدِيمِ فَكُلُّ يَوْمٍ يَبْعَثُونَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِغَزِيرَةِ شَاتِهِمْ يَعْنِي فَيَنَالُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ ذَلِكَ اللَّبَنِ وَلَقَدْ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا فِي رَفِّي مِنْ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ ذُو كَبِدٍ إِلَّا قَرِيبٌ مِنْ شَطْرِ شَعِيرٍ فَأَكَلْتُ مِنْهُ حَتَّى طَالَ عَلَيَّ لَا يَفْنَى فَكِلْتُهُ فَفَنِيَ فَلَيْتَنِي لَمْ أَكُنْ كِلْتُهُ وَايْمُ اللَّهِ لَأَنْ كَانَ ضِجَاعُهُ مِنْ أَدَمٍ حَشْوُهُ لِيفٌ

و قَالَ الْهَاشِمِيُّ بِغَزِيرَةِ شَاتِهِمْ وَذَكَرَ نَحْوَهُ إِلَّا ضِجَاعُهُ

Telah menceritakan kepada kami Suraij, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Zinad, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, 

bahwasanya dia berkata: wahai anak saudara perempuanku, sesungguhnya rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di atas telinga dan di atas pundak. Demi Allah, wahai anak saudara perempuanku, sungguh selama satu bulan penuh keluarga Rasulullah pernah mengalami kehidupan yang tidak pernah nyala cahaya api di rumahnya. Dan tidak ada sesuatupun kecuali sedikit daging dan air serta kurma, hanya saja disekeliling kita adalah keluarga anshar, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan baik di masa sekarang ataupun yang akan datang. Saban hari mereka mengirim susu, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapatkan dan merasakan susu tersebut. 

Dan tatkala Rasulullah hendak wafat, beliau tidak memiliki makanan sedikitpun yang dapat ia makan kecuali pecahan gandum yang belum digiling. Lalu saya (Aisyah) memakannya hingga dapat memperpanjang umurku dan tidak binasa. Lalu saya mengumpulkannya tapi rusak kembali. Sehingga aku tidak jadi mengumpulkannya. Demi Allah, tempat berbaringnya adalah kulit yang disamak, dan bantalnya terbuat dari serabut." 

Al Hasyimi berkata: "Sekalipun ternak kambingnya sangat melimpah." Dan ia menyebutkan riwayat yang serupa kecuali kata Dlija'ah (tempat tidur). Musnad Ahmad 23624

Kondisi saat menjelang wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan sedang menggadai baju perang besinya seharga 30 sha’ gandum. dari 'Aisyah radliyallahu 'anha berkata:

تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ بِثَلَاثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat baju perang Beliau masih tergadai kepada seorang Yahudi seharga tiga puluh sha' gandum. Shahih Bukhari 2700




Kondisi berkaitan dengan doa Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam untuk meninggal dalam keadaan miskin

dari Anas bahwa 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لَا تَرُدِّي الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّي الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam membaca do'a:

ALLAAHUMMA AHYINII MISKIINAW WA AMITNII MISKIINAW WAHSYURNII FI ZUMRATIL MASAAKIINI YAUMAL QIYAAMAH (Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang-orang miskin), 

'Aisyah bertanya: "Kenapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya mereka akan masuk surga empat puluh tahun lebih dahulu dari pada orang-orang kaya, wahai 'Aisyah jangan kamu tolak orang-orang miskin walaupun hanya dengan memberikan secuil kurma, wahai 'Aisyah cintailah orang-orang miskin dan dekatilah mereka karena Allah akan mendekatkan padamu pada hari kiamat." Sunan Tirmidzi 2275

Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, Abu Thahir menilainya dha’if dan Al albani menilainya shahih

Sejalan dengan hadits dari Abu Abdurrahman bahwa

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya orang-orang fakir muhajirin mendahului orang-orang kaya pada hari kiamat ke surga selama empatpuluh tahun." Shahih Muslim 5291

Bahan Musnad Ahmad 22024 disebutkan selisihnya 400 tahun




Apa hikmah yang bisa kita ambil dari kisah bertahan Bertahan Keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Kurma dan Air selama berbulan.

  1. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam adalah orang pertama yang masuk surga disusul dengan golongan fakir.
  2. Beliau pemimpin untuk semua golongan dari yang kaya hingga miskin
  3. Kecintaan beliau kepada orang miskin tidak hanya dalam bentuk ucapan dan perbuatan namun bahkan yang beliau rasakan dan alami
  4. Adanya kepedulian muslim dengan tetangga sekitarnya.

Semoga kita termasuk dalam golongan masuk ke surga dalam kelompok yang pertama bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam. Aamiin yaa rabb

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hikmah Berbulan Keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Bertahan dengan Kurma dan Air "

Posting Komentar