Hikmah Ramadhan ditengah wabah kesempatan mengikuti tarawihnya Nabi dan Sahabat


Ditengah wabah convid 19 yang melanda dunia, sebagian umat yang terdampak wabah memilih bertahan dirumah-rumah untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.  Namun ditengah wabah ini ternyata juga membawa hikmah dimana bisa menjadi kesempatan untuk mengikuti tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Sahabat. 
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab ayat 21)
Lalu seperti apa tarawih yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Sahabat dapat dilihat melalui hadits-hadits berikut. Yaitu dari riwayat Abu Dzar sebagai berikut:
صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتْ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتْ الْخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا قِيَامَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ قَالَ فَلَمَّا كَانَتْ الرَّابِعَةُ لَمْ يَقُمْ فَلَمَّا كَانَتْ الثَّالِثَةُ جَمَعَ أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ وَالنَّاسَ فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِقِيَّةَ الشَّهْرِ
"Kami pernah berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau tidak pernah mengerjakan shalat malam bersama kami sedikitpun dalam sebulan sampai tersisa tujuh hari maka beliau shalat bersama kami hingga berlalu sepertiga malam, 
setelah malam ke enam (dari akhir bulan) beliau tidak mengerjakan shalat malam bersama kami, ketika di hari ke lima (dari akhir bulan), beliau mengerjakan shalat malam bersama kami hingga tengah malam pun berlalu. Maka kataku: "Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya anda memperbanyak shalat sunnah (qiyamul lail) pada malam hari ini untuk kami." Abu Dzar berkata: Maka beliau bersabda: "Sesungguhnya apabila seseorang shalat (malam) bersama imam hingga selesai, maka akan di catat baginya seperti bangun (untuk mengerjakan shalat malam) semalam suntuk." Kata Abu Dzar: "Ketika malam ke empat (dari akhir bulan) beliau tidak mengerjakan shalat malam (bersama kami), setelah malam ketiga (dari akhir bulan), beliu mengumpulkan keluarganya, isteri-isterinya dan orang-orang, lalu melakukan shalat malam bersama kami, sampai kami khawatir ketinggalan Al Falah." Jabir bertanya: "Apakah Al Falah itu?" jawabnya: "Waktu sahur, kemudian beliau tidak lagi melakukan shalat malam bersama kami di malam-malam berikutnya dari sebulan itu." Sunan Abu Daud 1167 Hadits dishahihkan al albani dan Abu Thahir. Hadits juga terdapat dalam Sunan An Nasa’i 1347 dan musnad ahmad 20474
Berdasarkan hadits ini didapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  shalat tarawih berjama’ah di masjid sebanyak 3 hari yaitu dihari-hari ganjil   yaitu hari ke23, 25 dan 27 ramadhan sebagai berikut:
  1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa di hari ke-23 lalu malamnya tarawih bersama umat di masjid hingga lewat 1/3 malam  
  2. Puasa di hari ke-25 atau di hari ke lima (dari akhir bulan), beliau mengerjakan shalat malam bersama kami hingga tengah malam pun berlalu.
  3. Puasa di hari ke-27 atau setelah malam ketiga (dari akhir bulan), beliu mengumpulkan keluarganya, isteri-isterinya dan orang-orang, lalu melakukan shalat malam bersama kami, sampai kami khawatir ketinggalan Al Falah


Sedangkan tarawihnya 'Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu dapat dilihat melalui riwayat dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata:
خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِي يَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنْ الَّتِي يَقُومُونَ يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ
Aku keluar bersama 'Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu pada malam Ramadhan menuju masjid, ternyata orang-orang shalat berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah, ada yang shalat sendiri dan ada seorang yang shalat diikuti oleh ma'mum yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang. Maka 'Umar berkata: "Aku pikir seandainya mereka semuanya shalat berjama'ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik." 
Kemudian 'Umar memantapkan keinginannya itu lalu mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah yang dipimpin oleh Ubbay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam yang lain dan ternyata orang-orang shalat dalam satu jama'ah dengan dipimpin seorang imam, lalu 'Umar berkata: "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini."  Dan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam, yang ia maksudkan untuk mendirikan shalat di akhir malam, sedangkan orang-orang secara umum melakukan shalat pada awal malam. Shahih Bukhari 1871

'Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu kita kenal sebagai khalifah yang pencetus atau yang menjadikan shalat tarawih berjama’ah selama bulan ramadhan di masjid. Namun beliau sendiri tidak sepenuhnya berjama’ah dimasjid. Hal ini dapat kita lihat bahwa

  1. Beliau ingin menyatukan orang yang shalat tarawih di masjid secara terpisah-pisah dalam satu imam yaitu ubbay bin ka’ab. Padahal beliau sebagai khalifah adalah imam dalam shalat berjama’ah.
  2. Beliau ketika keluar dimalam hari melihat bahwa umat telah shalat didalam satu jama’ah
  3. Beliau menyebutkan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam.

dengan lebih banyak tarawih dirumah akan menjadi diri dan keluarga untuk mampu menjadi imam atas keluarga. semoga setelah selesai wabah kita bisa menjadi yang lebih baik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hikmah Ramadhan ditengah wabah kesempatan mengikuti tarawihnya Nabi dan Sahabat"

Posting Komentar