Keutamaan Meninggal Hari atau Malam Jum’at dalil subuh awal Hari dalam kalender Islam

Bagi yang meninggal di hari Jum’at atau malam jum’at maka ia akan terjaga dari fitnah kubur.

dari Abdullah bin 'Amr berkata:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum'at atau malam Jum'at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur." Sunan Tirmidzi 994
abu isa menlainya Haditsnya gharib. syaikh Al albani dan Abu Thahir menilainya hasan.

Kenapa hadits membedakan hari Jum’at atau malam jum’at padahal keutamaannya sama?

Bahwa terdapat ikhtilaf (perbedaan) di umat tentang maghrib atau subuh sebagai awal hari. dalam hal ini yaitu
Bagi yang berpendapat maghrib sebagai awal hari akan memaknai hadits tersebut bahwa hari Jum'at atau malam Jum'at adalah hari yang sama dan lamanya satu hari yaitu dari kamis maghrib sampai jumat sebelum maghrib.
Namun bagi yang berpendapat subuh sebagai awal hari akan memaknai hadits tersebut bahwa hari Jum'at atau malam Jum'at adalah hari yang berbeda dan lamanya satu hari setengah yaitu satu hari dari jumat subuh sampai sabtu sebelum subuh ditambah ½ hari dari kamis malam sampai jumat sebelum subuh.

Oleh karenanya jika benar maghrib adalah awal hari maka hadits tidak perlu membedakan antara hari jum’at dengan malam jum’at. 

Maka dengan demikian hadits tersebut menjadi salah satu dasar bahwa awal hari dalam islam adalah subuh. Dan dengan menjadikan subuh sebagai awal hari dalam islam maka itu selangkah menuju bersatu kalender Islam dunia dengan menjadikan Masjidil Haram sebagai pusat Dunia atau Makkah Mean Time (MMT)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keutamaan Meninggal Hari atau Malam Jum’at dalil subuh awal Hari dalam kalender Islam"

Posting Komentar