Pergantian Hari Dalam Islam Subuh atau Magrib sebagai Awal Hari

Pergantian Hari Dalam Islam, mengapa perlu menjadi pembahasan? Bukankah ini sudah menjadi ikhtilaf yang sejak lama sehingga tidak perlu pembahasan yang panjang.

Setidaknya tiga alasan kenapa Pergantian Hari Dalam Islam Subuh atau Magrib sebagai Awal Hari perlu dibahas tuntas bahwa perintah alquran, menghindari dosa tasyabbuh dan mempersatukan kalender atau waktu Islam. Adapun pembahasan sebagai berikut :

Pertama perintah alquran

Benar bahwa awal hari dalam Islam telah terjadi perbedaan, untuk itu perlu bagi kita untuk mengembalikan ke Allah dan Rasul yaitu Alquran dan hadits. Sebagaimana perintah Alquran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An Nisaa’ ayat 59)

Dengan mengembalikan hal tersebut kepada Alquran dan hadits, kita akan mengetahui apakah ikhtilaf tersebut perlu dipersatukan atau tetap menjadikan keragaman pendapat dan pilihan dalam islam.

Lalu Bagaimana awal waktu dalam Islam yaitu

1.  berdasarkan ulama Mahzab Pergantian Hari terbagi atas dua yaitu maghrib dan subuh

1) umhur ulama (Al-Malikiyah, Asy- Syafi’iyah dan Al-Hanabila)h dan makmenjadikan maghrib sebagai awal hari dimana wajib zakat atas bayi yang lahir setelah terbenam matahari pada malam 1 syawal.

2) Ulama hanafiah menjadikan subuh sebagai awal hari dimana wajib zakat atas bayi yang lahir setelah terbit fajar pada 1 syawal.

2. perbedaan awal hari berdasarkan wilayah bahwa terdapat tiga pendapat tentang waktu pergantian atau awal hari yaitu :

1) Pendapat yang mengakui Greenwich Mean Time bahwa awal hari adalah tengah malam (00:00) dan dilakukan oleh semua negara.

2) Pendapat yang menyatakan bahwa awal hari pada waktu maghrib. Pendapat berangkat dari Surat Yassin ayat 40 yang menyatakan malam tidak dapat mendahului siang. Pergantian tanggal bulan baru terjadi saat magrib ini dilakukan baik melalui rukhyat hilal maupun hisab dan imkanu rukhyat. Pergantian waktu ini berlaku umum di negara-negara muslim kecuali Libya

3) Pendapat yang menyatakan bahwa awal hari pada waktu terbit fajar. Pendapat ini diambil berdasarkan perintah puasa dimulai saat terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai perintah surat Al Baqarah ayat 187. Pendapat ini mulai berlaku di Libya saat kepemimpinan Presiden Moamar Qadafi yang menganut hisab haqiqi ijtimak sebelum fajar. 


Kedua Menghindari dosa tasyabbuh 

Bahwa Maghrib sebagai awal hari adalah waktu yang telah digunakan oleh yahudi sebagai awal hari dalam kalendernya. Kalender yahudi telah memasuki usia 5700-an tahun sedangkan kalender Hijriah baru memasuki usia 1400-an tahun. Awal hari ini digunakan kaum yahudi digunakan berkaitan dengan ibadah mereka dan demikian juga kita umat islam. sebagai contoh perbedaan mahzab dalam hal zakat fitrah

islam adalah agama yang sempurna dan melarang mengikuti atau menyerupai suatu kaum atau ahli kitab.

dari Ibnu Umar ia berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) dengan suatu kaum, maka ia bagian dari mereka." Sunan Abu Daud 3512

Perilaku mengikuti kaum lain atau ahli kitab dapat terjadi secara halus, perlahan dan tanpa terasa. dari Abu Sa'id radliyallahu 'anhu 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka manempuh (masuk) ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya." Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud Yahudi dan Nashrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi (kalau bukan mereka)?" Shahih Bukhari 3197

Diantara ahli kitab pada hari kiamat mereka akan digiring ke neraka dalam kehausan hingga diberi minuman fatamorgana. Dan Bagi mereka orang-orang kafir tidak pasangkan jembatan (sirath) dan tidak pula ditimbang amalan mereka dan demikian pula orang-orang yang mengikutinya. Hal ini sebagai disebutkan dalam Shahih Bukhari 4215 Shahih Bukhari 6886 Shahih Muslim 269 Musnad Ahmad 10703. 

ketiga mempersatukan kalender atau waktu Islam

Bahwa menjadikan maghrib sebagai awal hari adalah salah satu penyebab kenapa Kalender Umat Islam belum dapat bersatu. Bahwa Kalender Umat Islam belum dapat bersatu hanya dengan menjadikan masjidil haram sebagai pusatnya. Mean time waktu dunia islam dan hal ini telah ditulisakan dalam buku Masjidil Haram menyatukan Kalender Islam Dunia. 

Dan Insyaa allah pada pembahasan selanjutnya akan dibahas dalil dan dalil yang menegas bahwa lebih tepat subuh adalah awal hari dalam Islam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pergantian Hari Dalam Islam Subuh atau Magrib sebagai Awal Hari"

Posting Komentar